Pamekasan – Kepengurusan UKM Ikatan Qori dan Dai (IQDA) UIN Madura periode 2026–2027 mulai memantapkan arah gerak organisasi dengan menitikberatkan pada penguatan kapasitas kader dan peran kelembagaan di lingkungan kampus.
Ketua UKM IQDA, Ahsanal Fawaid, menyampaikan bahwa kepengurusan saat ini memiliki sejumlah tanggung jawab yang harus dijalankan secara serius selama satu periode ke depan. Ia menyebut, terdapat tiga fokus utama yang menjadi pijakan kerja organisasi.
“Usai kami dilantik sebagai bentuk pengukuhan dan ikrar komitmen kepengurusan UKM IQDA periode 2026–2027 kami terpilih menjadi pimpinan UKM IQDA UIN Madura ini mempunyai tupoksi minimal ada tiga hal yang harus kita lakukan selama satu periode ke depan,” ujarnya.
Fokus pertama adalah pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di setiap divisi. Program ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas anggota, terutama dengan adanya kebijakan dari pendiri dan pembina yang perlu ditindaklanjuti secara konkret.
“Yang pertama adalah tugas untuk melakukan pendidikan dan pelatihan kepada setiap divisi yang ada pada UKM IQDA khususnya saat ini ada kebijakan dari pendiri dan pembina. Ini menjadi tanggung jawab kami dalam hal pendidikan dan pelatihan dan kami akan berkoordinasi dengan sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan dan pelatihan khususnya terhadap UKM IQDA UIN Madura,” lanjutnya.
Selain itu, pengurus juga mendorong peningkatan keterampilan anggota melalui kegiatan seni Islami yang bersifat edukatif dan inspiratif.
“Kedua dari kami dalam satu periode ke depan upaya-upaya bagaimana melakukan keterampilan anggota melalui berbagai kegiatan seni islami yang edukatif dan inspiratif,” tuturnya.
Fokus berikutnya adalah pendampingan organisasi agar UKM IQDA semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kampus.
“Ketiga adalah tupoksi kami untuk melakukan pendampingan kepada UKM IQDA yang ada di UIN Madura agar bagaimana UKM IQDA berkembang maju mandiri dan bisa mengharumkan nama baik UIN Madura sehingga keberadaan UKM IQDA UIN Madura bisa dirasakan keberadaannya oleh kampus-kampus yang ada di luar dan semoga dengan adanya UKM IQDA yang maju akan membawa citra nama baik mahasiswa UIN Madura untuk masa yang akan datang,” katanya.
Menurutnya, ketiga hal tersebut menjadi target utama kepengurusan. Ia menekankan pentingnya kerja sama dalam menjalankan program yang telah direncanakan.
“Tiga tugas ini adalah target bagi kami terutama kepada UKM IQDA UIN Madura ini. Tetapi tidak ada kata sulit dan nyerah manakala kita melakukan upaya-upaya secara bersama-sama insyaallah kalau kita jalankan dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas mendapatkan ridho dari Allah SWT, aamiin,” ujarnya.
Orang nomor satu di UKM IQDA ini juga mengingatkan agar pengurus tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi segera bergerak menjalankan program dan meraih prestasi melalui pengembangan bakat anggota.
“Oleh karena itu pengurus yang sudah dilantik harus segera bergerak. Jangan hanya berhenti pada seremoni saja bagaimana kepengurusan UKM IQDA 2026–2027 bisa melakukan aksi nyata untuk meraih prestasi melalui pengembangan bakat dan minat kader-kader IQDA khususnya yang ada di UIN Madura,” tukasnya.
Penulis : Musdalifah
Editor : Abd. Ghafur






