Lewat Dialog Energi, BEM FIA UNIRA Kritik Tata Kelola Migas Madura

- Publisher

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: istimewa

Foto: istimewa

SuaraNet, Pamekasan – Isu tata kelola minyak dan gas BEM FIA UNIRA Tegaskan Peran Mahasiswa Kawal Tata Kelola Migas Madura bumi (migas) di wilayah Madura menjadi sorotan dalam Dialog Energi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (BEM FIA) Universitas Madura, Kamis (9/4).

Kegiatan yang berlangsung di lantai 3 Laboratorium Bersama ini diikuti mahasiswa, dosen, serta narasumber dari sektor energi.

Forum ini mengangkat tema “Tantangan dan Peluang Tata Kelola Migas terhadap Aspek Pendidikan, Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan Wilayah Madura”, dengan tujuan memperluas pemahaman sekaligus mendorong lahirnya gagasan kritis dari kalangan akademisi.

Ketua panitia, Moh Bangbang Waluyo, menyatakan bahwa dialog ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan migas, khususnya dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Madura.

“Kami berharap melalui dialog ini, peserta tidak hanya memahami isu yang ada, tetapi juga mampu memberikan gagasan kritis dan solusi yang aplikatif,” ujarnya.

Ketua BEM Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Madura, Moh Rianto, menilai isu tata kelola migas sebagai persoalan strategis yang membutuhkan perhatian serius, terutama dari kalangan mahasiswa.

Baca Juga  Jelang Pemilu 2024, DPMU gelar Sekolah Pemilu Progresif

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan dan kontrol sosial dalam mengawal kebijakan pengelolaan sumber daya alam.

Ia juga menyoroti potensi migas di Madura yang dinilai besar, namun belum sepenuhnya memberikan dampak merata bagi masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dikaji secara kritis agar kebijakan yang lahir lebih berpihak pada kepentingan publik.

“Madura memiliki Potensi besar dalam dalam kekayaan Minyak dan gas bumi tentunya ini menjadi Peluang dalam membangun perekonomian Pulau madura. kita sebasi Mahasiswa harus berani bersuara dan berkontribusi dalam memberikan solusi. Tidak hanya memahami persoalan dari sisi teori, tetapi juga mampu melihat realitas yang terjadi di lapangan, khususnya terkait dampak ekonomi, sosial, pendidikan, dan lingkungan dari pengelolaan migas,” ungkapnya.

Ia turut mengajak peserta menjadikan forum tersebut sebagai ruang kolaborasi untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya tata kelola energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Madura, Dr. Fajar Surahman, S.Sos., M.Si., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu strategis, termasuk energi dan lingkungan.

Baca Juga  Public Speaking: Menguasai Seni Berbicara di Depan Umum

Menurutnya, tata kelola migas tidak dapat dilihat hanya dari aspek ekonomi, melainkan harus mencakup dimensi pendidikan, sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan multidisiplin dinilai penting dalam menjawab kompleksitas persoalan di sektor tersebut.

“Perguruan tinggi harus menjadi pusat kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui forum seperti ini, diharapkan lahir pemikiran-pemikiran kritis, inovatif, dan solutif yang dapat menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan,” tuturnya.

Penulis : Musdalifah

Editor : Fahrur Rozi

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menu MBG Yayasan Rumah Juang Garuda Emas Dipertanyakan, Susu Tak Sesuai Rekomendasi
Mahasiswa HTN UIN Madura Komitmen Kuatkan ‘Fondasi Moral’ Bangsa di Usia Ke-4 
Perkuat Riset Kampus, LPPM STAINAS Gelar Coaching Penelitian
Mahasiswa KKN UIN Madura Gaet Sejumlah Instansi Bersihkan Muara Sungai 
IAIN Madura Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas Islam Negeri Madura
Gus Din dan Ra Huda Kompak Ajak Alumni PMII Jadi Motor Perubahan di Halal Bihalal Pamekasan
RS Larasati Rangkul Semua Elemen di Pamekasan untuk Wujudkan Pelayanan Kesehatan Berkualitas
SIG II Kopri PMII IAIN Madura: Membangun Kesadaran Gender di Kalangan Kader

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 19:55 WIB

Lewat Dialog Energi, BEM FIA UNIRA Kritik Tata Kelola Migas Madura

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:19 WIB

Menu MBG Yayasan Rumah Juang Garuda Emas Dipertanyakan, Susu Tak Sesuai Rekomendasi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 00:58 WIB

Mahasiswa HTN UIN Madura Komitmen Kuatkan ‘Fondasi Moral’ Bangsa di Usia Ke-4 

Rabu, 10 September 2025 - 14:22 WIB

Perkuat Riset Kampus, LPPM STAINAS Gelar Coaching Penelitian

Sabtu, 26 Juli 2025 - 01:20 WIB

Mahasiswa KKN UIN Madura Gaet Sejumlah Instansi Bersihkan Muara Sungai 

Berita Terbaru