SuaraNet, Pamekasan – Isu tata kelola minyak dan gas BEM FIA UNIRA Tegaskan Peran Mahasiswa Kawal Tata Kelola Migas Madura bumi (migas) di wilayah Madura menjadi sorotan dalam Dialog Energi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (BEM FIA) Universitas Madura, Kamis (9/4).
Kegiatan yang berlangsung di lantai 3 Laboratorium Bersama ini diikuti mahasiswa, dosen, serta narasumber dari sektor energi.
Forum ini mengangkat tema “Tantangan dan Peluang Tata Kelola Migas terhadap Aspek Pendidikan, Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan Wilayah Madura”, dengan tujuan memperluas pemahaman sekaligus mendorong lahirnya gagasan kritis dari kalangan akademisi.
Ketua panitia, Moh Bangbang Waluyo, menyatakan bahwa dialog ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan migas, khususnya dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Madura.
“Kami berharap melalui dialog ini, peserta tidak hanya memahami isu yang ada, tetapi juga mampu memberikan gagasan kritis dan solusi yang aplikatif,” ujarnya.
Ketua BEM Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Madura, Moh Rianto, menilai isu tata kelola migas sebagai persoalan strategis yang membutuhkan perhatian serius, terutama dari kalangan mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan dan kontrol sosial dalam mengawal kebijakan pengelolaan sumber daya alam.
Ia juga menyoroti potensi migas di Madura yang dinilai besar, namun belum sepenuhnya memberikan dampak merata bagi masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dikaji secara kritis agar kebijakan yang lahir lebih berpihak pada kepentingan publik.
“Madura memiliki Potensi besar dalam dalam kekayaan Minyak dan gas bumi tentunya ini menjadi Peluang dalam membangun perekonomian Pulau madura. kita sebasi Mahasiswa harus berani bersuara dan berkontribusi dalam memberikan solusi. Tidak hanya memahami persoalan dari sisi teori, tetapi juga mampu melihat realitas yang terjadi di lapangan, khususnya terkait dampak ekonomi, sosial, pendidikan, dan lingkungan dari pengelolaan migas,” ungkapnya.
Ia turut mengajak peserta menjadikan forum tersebut sebagai ruang kolaborasi untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya tata kelola energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Madura, Dr. Fajar Surahman, S.Sos., M.Si., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu strategis, termasuk energi dan lingkungan.
Menurutnya, tata kelola migas tidak dapat dilihat hanya dari aspek ekonomi, melainkan harus mencakup dimensi pendidikan, sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan multidisiplin dinilai penting dalam menjawab kompleksitas persoalan di sektor tersebut.
“Perguruan tinggi harus menjadi pusat kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui forum seperti ini, diharapkan lahir pemikiran-pemikiran kritis, inovatif, dan solutif yang dapat menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan,” tuturnya.
Penulis : Musdalifah
Editor : Fahrur Rozi






