Skandal Tambang Ilegal PT AKT Rp8 Triliun, CBA Desak Kejagung Usut Aktor Besar di Balik Samin Tan

- Publisher

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samin Tan.  REUTERS/Stefan Wermuth

Samin Tan. REUTERS/Stefan Wermuth

Jakarta– Pengusutan kasus dugaan korupsi tambang ilegal PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, terus berkembang. Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah menetapkan empat tersangka dalam perkara yang diduga merugikan negara hingga Rp8 triliun dan menyeret nama pengusaha Samin Tan sebagai penerima manfaat utama.

Meski demikian, Center for Budget Analysis (CBA) menilai langkah penyidik belum menyentuh pihak-pihak yang diduga menjadi pelindung operasi tambang ilegal tersebut selama bertahun-tahun.

Direktur CBA Uchok Sky Khadafi mengatakan aktivitas pertambangan ilegal tidak mungkin berlangsung hingga delapan tahun tanpa adanya dukungan atau pembiaran dari sejumlah oknum di berbagai institusi. Menurut dia, pengusutan perkara harus diperluas untuk mengungkap jaringan yang diduga ikut menikmati hasil tambang ilegal tersebut.

“Tidak mungkin operasi sebesar ini berjalan lama tanpa perlindungan dari pihak tertentu, baik di pusat maupun daerah,” ujar Uchok.

Ia menduga terdapat keterlibatan sejumlah oknum di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, hingga Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang perlu didalami penyidik.

Baca Juga  Capai Prestasi, Pamekasan Raih Penghargaan Garam dan Perizinan Terbaik dari Pemprov Jatim

CBA juga menyoroti munculnya sejumlah nama dan inisial yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas bisnis Samin Tan. Salah satunya adalah inisial “MS” yang disebut sebagai pengusaha asal Yogyakarta serta inisial “K” yang dinilai perlu diperjelas keterlibatannya dalam rangkaian perkara tersebut.

Uchok mendesak Jampidsus memanggil M. Suryo untuk memberikan keterangan terkait informasi mengenai pertemuan bersama Samin Tan dengan seorang petinggi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain itu, ia meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dilibatkan untuk menelusuri dugaan aliran dana kepada sejumlah pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Menurut CBA, pengusutan juga harus menyasar proses penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta sistem Mineral Online Monitoring System (MOMS) yang diduga digunakan untuk memuluskan aktivitas pengangkutan dan penjualan batu bara ilegal.

Di sisi lain, Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi mengungkapkan bahwa PT AKT masih melakukan kegiatan penambangan dan penjualan batu bara hingga tahun 2025 meskipun izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) perusahaan itu telah dicabut oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sejak 2017.

Baca Juga  Perkuat Solidaritas, GP Ansor Kamal Gelar Konsolidasi Akbar

Dalam penyidikan yang berjalan, salah satu tersangka, Handry Sulfian, diduga menyalahgunakan kewenangan dengan menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) menggunakan dokumen yang tidak sah untuk mendukung pengiriman batu bara.

Saat ini Kejaksaan Agung telah menahan Bagus Jaya Wardhana selaku Direktur Utama PT AKT, Helmi Zaidan Mauludin selaku General Manager PT OOWL Indonesia, serta Handry Sulfian. Namun, CBA mempertanyakan belum adanya penetapan tersangka terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam rantai bisnis dan penampungan hasil tambang ilegal tersebut.

CBA menilai penelusuran sumber dana yang digunakan Samin Tan untuk membayar kewajiban kerugian negara dapat menjadi pintu masuk penting untuk membongkar jaringan yang lebih luas. Pengungkapan aliran dana dan pihak-pihak yang menerima keuntungan diyakini menjadi kunci untuk mengungkap aktor utama di balik skandal tambang ilegal yang disebut-sebut merugikan negara hingga Rp8 triliun tersebut.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Endus Intervensi Politik di Kasus Hibah Jatim, Jaka Jatim Desak KPK Segera Tahan Anwar Sadad
Warga Lerpak Bangkalan Kritik Rencana Pengeboran Minyak, 90 Persen Hasil Disebut ke Pihak Luar
Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos
Raffi Ahmad Disebut Bawa Pesan Istana di Balik Mundurnya Perry Warjiyo
KKN UIN Madura Posko 05 Kembangkan Kaligrafi sebagai Media Dakwah di Desa Dasok
Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia
Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Endus Intervensi Politik di Kasus Hibah Jatim, Jaka Jatim Desak KPK Segera Tahan Anwar Sadad

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Warga Lerpak Bangkalan Kritik Rencana Pengeboran Minyak, 90 Persen Hasil Disebut ke Pihak Luar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Raffi Ahmad Disebut Bawa Pesan Istana di Balik Mundurnya Perry Warjiyo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:37 WIB

KKN UIN Madura Posko 05 Kembangkan Kaligrafi sebagai Media Dakwah di Desa Dasok

Berita Terbaru

Berita

Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos

Rabu, 12 Agu 2026 - 18:37 WIB