KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim

- Publisher

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto: ilustrasi

foto: ilustrasi

 

SURABAYA – Penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menuai sorotan.Koordinator Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim), Musfiq, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kehilangan ketegasan dalam menuntaskan perkara tersebut karena hingga kini belum menahan 16 orang yang telah berstatus tersangka.

Menurut Musfiq, lambannya proses hukum menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Padahal, para tersangka telah ditetapkan sejak sekitar dua tahun lalu, namun belum ada langkah penahanan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, baik dari unsur penerima maupun pemberi suap.

“Publik tentu bertanya mengapa sampai sekarang belum ada penahanan terhadap para tersangka. Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi dan berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” kata Musfiq dalam keterangan tertulisnya.

Di antara para tersangka tersebut terdapat dua figur politik lokal, yakni Anwar Sadad yang merupakan kader Partai Gerindra dan Iskandar yang merupakan kader Partai Demokrat.

Musfiq juga mempertanyakan langkah KPK yang hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk mendalami perkara tersebut. Menurutnya, berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penetapan tersangka seharusnya telah didasarkan pada minimal dua alat bukti yang sah.

“Kalau status tersangka sudah ditetapkan, mengapa sekarang masih terkesan mencari alat bukti tambahan? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang perlu dijawab agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai KPK perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai perkembangan penyidikan agar publik memahami alasan belum dilakukannya penahanan terhadap para tersangka.

Baca Juga  Bersumber dari APBD, Anggaran Pakaian Dinas DPRD Pamekasan Tembus Rp 410 Juta Lebih

Dugaan Adanya Tekanan Politik

Musfiq menilai lambannya proses penanganan perkara tersebut memunculkan dugaan adanya faktor nonhukum yang memengaruhi proses penyidikan. Menurutnya, keterlibatan sejumlah tokoh politik dalam perkara itu membuat publik berspekulasi mengenai kemungkinan adanya intervensi terhadap proses penegakan hukum.

“KPK harus membuktikan bahwa seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara independen dan tidak dipengaruhi kepentingan apa pun. Transparansi menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik,” katanya.

Desak KPK Bertindak Tegas

Jaka Jatim mendesak KPK segera menuntaskan penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Musfiq menegaskan masyarakat masih menaruh harapan agar lembaga antirasuah tersebut dapat menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan korupsi.

“Kami berharap KPK segera memberikan kepastian hukum terhadap perkara ini. Penanganan yang cepat, transparan, dan akuntabel akan menjadi bukti bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Lerpak Bangkalan Kritik Rencana Pengeboran Minyak, 90 Persen Hasil Disebut ke Pihak Luar
Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos
Di Balik Tenangnya Senayan: Mengenal Sosok ‘Don Dasco’ dan Gurita Pengaruhnya di DPR
Raffi Ahmad Disebut Bawa Pesan Istana di Balik Mundurnya Perry Warjiyo
KKN UIN Madura Posko 05 Kembangkan Kaligrafi sebagai Media Dakwah di Desa Dasok
Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia
Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Warga Lerpak Bangkalan Kritik Rencana Pengeboran Minyak, 90 Persen Hasil Disebut ke Pihak Luar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Di Balik Tenangnya Senayan: Mengenal Sosok ‘Don Dasco’ dan Gurita Pengaruhnya di DPR

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Raffi Ahmad Disebut Bawa Pesan Istana di Balik Mundurnya Perry Warjiyo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:37 WIB

KKN UIN Madura Posko 05 Kembangkan Kaligrafi sebagai Media Dakwah di Desa Dasok

Berita Terbaru

Berita

Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos

Rabu, 12 Agu 2026 - 18:37 WIB