Bersumber dari APBD, Anggaran Pakaian Dinas DPRD Pamekasan Tembus Rp 410 Juta Lebih

- Publisher

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor DPRD Pamekasan.

Kantor DPRD Pamekasan.

Pamekasan – Alokasi anggaran DPRD Kabupaten Pamekasan untuk pengadaan pakaian dinas tahun 2025 menarik perhatian publik. Pasalnya, dokumen resmi mencatat dana hingga Rp 410.354.000 hanya untuk belanja seragam anggota dewan.

‎Dana jumbo tersebut diambil dari empat mata anggaran berbeda dalam APBD Pamekasan 2025, dengan kontrak pengadaan berlaku mulai Februari hingga Desember.

‎Seragam tersebut tidak hanya satu jenis. Tercatat ada Pakaian Sipil Harian (PSH), Pakaian Sipil Resmi (PSR), Pakaian Dinas Harian (PDH), serta berbagai atribut pelengkap lain. Mekanisme pengadaan dilakukan melalui E-Purchasing dan diwajibkan menggunakan produk dalam negeri.

‎Meski prosedur dianggap sesuai aturan, besaran pagu anggaran memunculkan kritik keras. Banyak pihak menilai pembelanjaan ratusan juta rupiah untuk pakaian tidak sebanding dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

‎Ketua Formatur, Mahendra, menyebut alokasi seragam ini mencerminkan lemahnya kepekaan wakil rakyat terhadap kondisi ekonomi warga. Menurutnya, masih banyak sektor krusial yang lebih membutuhkan dana besar.

‎“Rp 410 juta untuk seragam adalah pemborosan yang tidak etis. Saat rakyat kesulitan, dewan justru mengutamakan pakaian. Prioritas anggaran ini jelas keliru,” tegas Mahendra, Jumat, (3/10/25).

Baca Juga  Ketua DPRD Sumenep Diduga Peras Mucikari, Aktivis Desak Pengusutan Tuntas

‎Ia menilai anggaran tersebut seharusnya dialihkan ke sektor yang lebih penting, seperti perbaikan infrastruktur desa, layanan kesehatan, dan pendidikan. Ketiganya disebut jauh lebih mendesak ketimbang seragam dinas anggota DPRD.

‎Mahendra mendesak agar tim anggaran eksekutif dan legislatif segera melakukan evaluasi ulang. Menurutnya, jika tidak dikoreksi, kebijakan semacam ini hanya akan menurunkan kepercayaan publik terhadap DPRD Pamekasan.

‎“Anggaran yang tidak substansial bisa dialihkan untuk program-program yang lebih berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Faruk

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dear Jatim Geruduk Agrinas Surabaya, Pertanyakan Realisasi Anggaran Proyek KDMP Rp1,6 Miliar
Tambang Ilegal Bertahun-Tahun Terbongkar, Samin Tan Berujung Ditahan
Profil Samin Tan, Bos Tambang yang Ditahan Kejagung Usai Pernah Lolos dari Jerat Hukum
Sambut Idul Adha 1447 H, Remas Nurul Iman Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis
Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Skandal Tambang Ilegal PT AKT Rp8 Triliun, CBA Desak Kejagung Usut Aktor Besar di Balik Samin Tan
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 22:21 WIB

Dear Jatim Geruduk Agrinas Surabaya, Pertanyakan Realisasi Anggaran Proyek KDMP Rp1,6 Miliar

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:54 WIB

Tambang Ilegal Bertahun-Tahun Terbongkar, Samin Tan Berujung Ditahan

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:12 WIB

Profil Samin Tan, Bos Tambang yang Ditahan Kejagung Usai Pernah Lolos dari Jerat Hukum

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:43 WIB

Sambut Idul Adha 1447 H, Remas Nurul Iman Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Berita Terbaru