Dear Jatim Geruduk Agrinas Surabaya, Pertanyakan Realisasi Anggaran Proyek KDMP Rp1,6 Miliar

- Publisher

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Dear Jatim Jawa Timur

Dok. Dear Jatim Jawa Timur

SuaraNet, SurabayaOrganisasi masyarakat Demokrasi dan Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah Madura. Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi demonstrasi yang digelar di kantor PT Agrinas Pangan Nusantara Cabang Surabaya, Senin (8/6).

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti dugaan ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan proyek yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.

Dear Jatim mengaku telah melakukan investigasi lapangan melalui pemeriksaan fisik bangunan, observasi langsung di lokasi proyek, serta pencocokan spesifikasi teknis dalam dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan kondisi pekerjaan yang telah dikerjakan.

Ketua Umum Dear Jatim, Faisol, mengatakan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya menemukan sejumlah indikasi ketidaksesuaian pada beberapa item pekerjaan konstruksi.

“Hasil investigasi kami menemukan banyak ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi pekerjaan. Ada dugaan pengurangan spesifikasi material secara sistematis yang berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga ratusan juta rupiah,” tegas Faisol dalam orasinya.

Menurutnya, temuan tersebut antara lain berkaitan dengan penggunaan material konstruksi yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen perencanaan.

Besi konstruksi yang direncanakan menggunakan diameter 13 milimeter disebut ditemukan menggunakan ukuran 10 milimeter bahkan 8 milimeter. Sementara besi 8 milimeter yang tercantum dalam dokumen juga diduga mengalami pengurangan ukuran.

Baca Juga  Siapkan Kader Tanggap Bencana, BP 13.29 Kwarcab Gerakan Pramuka Sumenep Gelar Kegiatan Diklatsar

Selain itu, Dear Jatim menyoroti penggunaan material hollow yang dalam perencanaan memiliki ketebalan 3 milimeter, namun di lapangan diduga hanya sekitar 1,4 milimeter. Dugaan penggunaan pasir putih sebagai pengganti pasir hitam serta tidak dipasangnya angkur sesuai standar konstruksi juga menjadi bagian dari temuan mereka.

“Kondisi ini berpotensi memengaruhi kekuatan struktur bangunan dan memperpendek usia konstruksi. Yang dipertaruhkan bukan hanya uang negara, tetapi juga keselamatan masyarakat yang nantinya memanfaatkan fasilitas tersebut,” ujar Faisol.

Tak hanya menyoroti aspek teknis pembangunan, Dear Jatim juga mempertanyakan tingkat keterbukaan informasi dalam pelaksanaan proyek KDMP. Berdasarkan hasil pemantauan mereka, sejumlah lokasi pembangunan disebut tidak dilengkapi papan informasi proyek maupun papan pelaksana pekerjaan sebagaimana lazim ditemukan pada proyek yang menggunakan dana publik.

Padahal, proyek KDMP disebut menggunakan pembiayaan melalui skema Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai BUMN yang memiliki peran dalam pelaksanaannya.

“Keterbukaan informasi hampir tidak ada. Masyarakat tidak mengetahui secara jelas nilai proyek, siapa pelaksananya, maupun rincian penggunaan anggarannya. Ini bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas,” katanya.

Baca Juga  Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Dear Jatim juga mengaku menemukan dugaan ketidaksesuaian antara nama pelaksana yang tercantum dalam dokumen dengan pihak yang bekerja di lapangan. Mereka meminta aparat penegak hukum melakukan penelusuran lebih lanjut terkait dugaan adanya intervensi pihak tertentu dalam proses pembangunan proyek tersebut.

Dalam aksi yang sama, organisasi tersebut mengungkap adanya pengakuan sejumlah kepala desa yang disebut tidak menerima dokumen RAB secara utuh. Menurut mereka, kondisi tersebut berpotensi membuat proses pembangunan berjalan tanpa acuan teknis yang memadai dan membuka ruang terjadinya penyimpangan.

Selain itu, Dear Jatim mempertanyakan pola distribusi anggaran yang dinilai berbeda antar desa. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat skema pencairan dana sebesar Rp720 juta ditambah Rp170 juta yang dianggap telah menyelesaikan kewajiban pembayaran.

Sementara di lokasi lain, pencairan sebesar Rp540 juta ditambah Rp170 juta juga disebut telah dianggap lunas. Padahal, nilai pembangunan satu unit KDMP disebut mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

“Jika nilai proyek mencapai Rp1,6 miliar per unit, maka publik berhak mengetahui ke mana aliran anggaran yang tidak terlihat dalam realisasi pekerjaan di lapangan. Ini harus dijelaskan secara terbuka,” ujar Faisol.

Baca Juga  Indonesia U-19 Taklukkan Timor Leste 6-2, Lolos ke Semifinal Piala AFF

Berdasarkan analisis volume pekerjaan dan kondisi fisik bangunan yang dilakukan, Dear Jatim menduga nilai realisasi pekerjaan berada jauh di bawah nilai anggaran yang telah ditetapkan.

Mereka menilai dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui audit resmi guna memastikan ada atau tidaknya potensi kerugian negara.

Menanggapi tuntutan yang disampaikan massa aksi, Kepala Cabang PT Agrinas Pangan Nusantara Surabaya, Ali Syabana, menyatakan bahwa pihaknya tidak bertindak sebagai pelaksana proyek.

“Yang bekerja berada di bawah desa dan Kodim. Kami melakukan pengawasan,” ujarnya saat menemui perwakilan demonstran.

Ali menegaskan seluruh aspirasi dan tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut akan diteruskan kepada jajaran direksi di Jakarta.

“Kami menerima semua masukan dari masyarakat. Terkait permintaan rekan-rekan, akan kami sampaikan kepada direksi di Jakarta,” katanya.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan sejumlah perdebatan antara massa dan pihak perusahaan. Meski demikian, situasi tetap terkendali hingga PT Agrinas Pangan Nusantara menerima dan menandatangani dokumen tuntutan yang disampaikan demonstran.

Setelah tuntutan diterima, massa Dear Jatim membubarkan diri secara tertib. Mereka berharap dilakukan audit menyeluruh serta peningkatan keterbukaan informasi terkait pelaksanaan proyek KDMP yang saat ini menjadi sorotan publik di Madura.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia
Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara
Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel
Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim
Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?
MTN Seni Budaya Gelar Residensi Menulis “Menggarami Tiga Praja”

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:49 WIB

Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:52 WIB

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:28 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:51 WIB

KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB