MTN Seni Budaya Gelar Residensi Menulis “Menggarami Tiga Praja”

- Publisher

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan — MTN Seni Budaya berkolaborasi dengan Sivitas Kothèka (Madura) menghadirkan program MTN Lab yang bertajuk “Residensi Menulis Menggarami Tiga Praja”.

Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya merupakan program prioritas nasional yang dikelola Kementerian Kebudayaan. MTN Lab sebagai ruang penciptaan dan pengembangan karya melalui residensi, inkubasi, lokakarya, dan masterclass yang mendukung proses kreatif talenta secara menyeluruh.

Dalam program tersebut, Sivitas kotheka menghadirkan tiga peserta yang masing-masing akan bermukim di Banjarmasin, Denpasar, dan Yogyakarta. Di tiga kota itu, mereka akan menuliskan pergulatan hidup para Madura rantau yang berprofesi sebagai saudagar besi tua, penjaga toko kelontong, dan penjual sate.

Program residensi ini menghadirkan berbagai agenda seperti pembekalan, diskusi, bincang travelog dan mentoring. Ketua Sivitas Kothèka, Afnan Rahmaturrahman, mengaku senang bisa menjadi mitra dari MTN Seni Budaya. Sebagai komunitas sastra, program tersebut sangat membantu meningkatkan kapasitas talenta potensial.

“Untuk persiapan keberangkatan peserta kami sudah menyiapkan beberapa hal, yakni identifikasi kebutuhan mentoring sehingga luaran dari proyek ini bisa tercapai,” ujar Afnan.

Baca Juga  Bupati Pamekasan Pimpin Apel Gabungan: Penertiban PKL di Taman Arek Lancor, Cari Jalan Tengah untuk Kemajuan Kota

Sementara itu, kurator Sivitas Kothèka, Royyan Julian menilai bahwa residensi menulis memiliki peran penting dalam membangun keberanian bereksperimen dalam berkarya. Ia menegaskan bahwa proses kreatif dalam menulis esai sastrawi membutuhkan ruang yang suportif sebagai bekal peserta di tempat residensi.

“Sebagai persiapan keberangkatan kepada ketiga peserta, mereka akan memperoleh pemahaman tentang residensi mengenai objek, latar dan lintas budaya. Pekerjaan diaspora Madura yang harus mereka bidik serta teknik penulisan esai jurnalisme sastrawi,” kata Royyan Julian.

Salah satu peserta, Zainal Hanafi, mengaku bangga dan merasa sangat beruntung bisa berpartisipasi dalam kegiatan yang sangat luar biasa ini.

“Dalam kegiatan ini, saya akan banyak belajar dan memfokuskan perhatian kepada para pedagang besi tua di Kalimantan, khususnya mengenai bagaimana bagaimana mereka bertahan dan membangun kehidupan di tanah rantau,” ungkapnya.

Program MTN Seni Budaya bertujuan untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan, serta menghubungkan talenta dengan berbagai peluang pengembangan kapasitas dan akses pasar, baik nasional maupun global.

Baca Juga  PLN Madura Bagi-bagi Meteran Gratis, Tagihan Listrik Jadi Lebih Murah dan Transparan!

Melalui program “Residensi Menulis Menggarami Tiga Praja” diharapkan dapat terus mendorong lahirnya karya-karya baru guna memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.

 

 

Penulis : Aini

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Sivitas Kothèka

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara
Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel
Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim
Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?
Al-Anwar Gelar HIMA 2026, Padukan Kompetisi, Edukasi dan Hiburan dalam Satu Panggung
Bengkel Sastra UIN Madura Resmi Berganti Nahkoda, Usung Penguatan Ruang Sastra di Era Disrupsi

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:52 WIB

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:28 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:05 WIB

Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:06 WIB

Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB