Pemkab Pamekasan Gelontorkan  8 Miliar Proyek untuk Jalan Tani ‎

- Publisher

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ist

Foto: ist

Pamekasan– Proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) senilai total Rp8 miliar di Kabupaten Pamekasan, yang berada di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), kini menjadi target utama pengawasan publik.

‎Komunitas Cinta Bangsa (KCB) Jawa Timur  secara lantang meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk aktif mengawasi proyek jumbo tersebut.‎

‎Proyek ini, yang tersebar di puluhan desa dan dikerjakan dalam paket-paket senilai Rp95 juta hingga Rp100 juta per desa, menggunakan spesifikasi paving. Jadwal pelaksanaannya sendiri sudah berlangsung sejak Agustus dan akan berakhir pada September 2025.

‎Kekhawatiran utama aktivis terletak pada kualitas hasil pekerjaan. Holik Ferdiansyah, Ketua KCB, secara tegas menyatakan bahwa anggaran yang besar harus berbanding lurus dengan kualitas yang tahan lama.

‎”Kualitas dan Anggaran memang seharusnya berbanding lurus. Hasil pekerjaan haruslah berkualitas dan memiliki ketahanan yang lama, bukan sebaliknya, baru beberapa bulan sudah hancur,” ujar Holik, Senin (29/09/2025).

‎Menurutnya, anggaran fantastis tersebut harus benar-benar menghasilkan manfaat jangka panjang bagi petani dan masyarakat desa.

Baca Juga  FGD PWI Pamekasan Dorong Revisi Perda Demi Keadilan Petani

‎Menyikapi besarnya anggaran dan pentingnya proyek strategis nasional ini, KCB mendesak APH untuk segera turun tangan.

‎”Kami berharap proyek ini berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan,” tegas Holik.

‎Isu ini semakin memanas karena hingga berita ini diturunkan, Kepala DKPP Pamekasan, Indah Kurnia Sulistiorini, memilih untukbungkam. Konfirmasi yang dikirim via WhatsApp terkait pekerjaan JUT 2025 tersebut tidak mendapatkan respons.

‎Keengganan DKPP memberikan keterangan ini justru dikhawatirkan akan memicu spekulasi publik dan menguatkan seruan agar penegak hukum segera melakukan audit dan pengawasan di lapangan. Proyek yang seharusnya mendukung ketahanan pangan ini kini berubah menjadi polemik yang menantang transparansi birokrasi di Pamekasan.

Penulis : Faruk

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
PT Timah dan Smelter Swasta Terseret Kasus Tambang Ilegal, Negara Disebut Rugi Rp87,4 Miliar
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB