Raffi Ahmad Disebut Bawa Pesan Istana di Balik Mundurnya Perry Warjiyo

- Publisher

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: istimewa

Foto: istimewa

JAKARTA – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan yang menyebut keterlibatan Raffi Ahmad dalam penyampaian pesan dari Istana.

Laporan Bocor Alus Tempo menyebut Raffi Ahmad diduga menjadi perantara pesan yang meminta Perry Warjiyo meninggalkan jabatannya. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Istana maupun Raffi Ahmad mengenai informasi tersebut.

Dalam laporan itu, Raffi disebut menemui seorang pejabat yang diduga Perry Warjiyo di sebuah restoran di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan.

Pertemuan tersebut disebut berkaitan dengan permintaan agar pejabat tersebut mengundurkan diri. Bahkan, Raffi dikabarkan membawa surat pengunduran diri yang kemudian ditandatangani.

Disebut Ada Tekanan

Laporan yang sama juga menyebut adanya dugaan tekanan berupa ancaman proses hukum apabila permintaan pengunduran diri tersebut tidak dipenuhi.

Pejabat yang menjadi sasaran pesan disebut awalnya tidak langsung menyetujui permintaan tersebut. Namun, setelah mendapatkan penjelasan mengenai alasan dirinya diminta meninggalkan jabatan, ia akhirnya disebut bersedia menandatangani surat pengunduran diri.

Baca Juga  Tingkatkan Layanan Kesehatan Gratis, Pemkab Pamekasan Kucurkan Dana UHC Terbesar se Madura

Perry Warjiyo sendiri tercatat mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI pada 27 Juli 2026.

Meski demikian, informasi mengenai peran Raffi Ahmad sebagai pembawa pesan dari Istana masih sebatas laporan yang belum mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut.

Karena itu, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai fakta dan masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut.

Sorotan terhadap Independensi Bank Indonesia

Mundurnya Perry Warjiyo menjadi perhatian karena posisi Gubernur BI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira sebelumnya menilai pengunduran diri tersebut menjadi pukulan bagi sektor moneter.

Situasi itu juga dikaitkan dengan kekhawatiran mengenai potensi intervensi politik terhadap independensi Bank Indonesia.

Isu tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan lebih luas mengenai hubungan antara kekuasaan politik, independensi bank sentral, serta arah kebijakan moneter Indonesia.

Di sisi lain, nama Raffi Ahmad memang beberapa kali muncul dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan politik dan pemerintahan. Namun, tudingan bahwa dirinya membawa pesan terkait pengunduran diri Perry Warjiyo masih menunggu penjelasan resmi dari Raffi maupun pihak Istana.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Tenangnya Senayan: Mengenal Sosok ‘Don Dasco’ dan Gurita Pengaruhnya di DPR
KKN UIN Madura Posko 05 Kembangkan Kaligrafi sebagai Media Dakwah di Desa Dasok
Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia
Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara
Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel
Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Di Balik Tenangnya Senayan: Mengenal Sosok ‘Don Dasco’ dan Gurita Pengaruhnya di DPR

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Raffi Ahmad Disebut Bawa Pesan Istana di Balik Mundurnya Perry Warjiyo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:37 WIB

KKN UIN Madura Posko 05 Kembangkan Kaligrafi sebagai Media Dakwah di Desa Dasok

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:52 WIB

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:28 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Berita Terbaru