Jakarta — Penangkapan buronan kasus penggelapan dana, Haksono Santoso, oleh Polda Metro Jaya memunculkan pertanyaan publik: ke mana saja tersangka selama hampir satu tahun pelariannya?
Haksono yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya ditangkap pada Selasa malam (10/12/2024). Ia kini telah resmi ditahan setelah lama dicari terkait dugaan penggelapan dana sebesar 2 juta dolar AS yang terjadi di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, pada 2023.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Ade Ary Syam Indardi, membenarkan penangkapan tersebut. “Benar, ditahan,” ujarnya singkat di Jakarta, Rabu (11/12/2024).
Namun, di balik keberhasilan ini, muncul sorotan terhadap lamanya proses penangkapan. Berdasarkan dokumen kepolisian, Haksono telah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam daftar DPO melalui surat resmi yang diterbitkan Direktorat Reserse Kriminal Umum. Ia dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.
Selama berstatus buron, Haksono disebut-sebut sempat berada di luar negeri. Informasi ini bahkan sempat mengaitkannya dengan jaringan buronan internasional, memunculkan dugaan bahwa ia memiliki akses untuk menghindari kejaran aparat lintas negara.
Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan rinci dari pihak kepolisian mengenai lokasi persembunyian Haksono selama pelarian, termasuk bagaimana ia bisa berpindah tempat tanpa terdeteksi dalam waktu yang cukup lama.
Kasus ini pun memicu pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan terhadap buronan, terutama dalam kasus dengan nilai kerugian besar. Sejumlah pihak menilai perlu adanya transparansi lebih lanjut terkait proses pelacakan hingga penangkapan, agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Di sisi lain, penangkapan Haksono tetap menjadi langkah penting dalam penegakan hukum. Aparat menegaskan bahwa tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan untuk bersembunyi, meskipun membutuhkan waktu panjang untuk menangkapnya.
Kini, perhatian publik tertuju pada proses hukum selanjutnya, sekaligus menunggu jawaban atas satu pertanyaan yang belum terungkap: bagaimana Haksono Santoso bisa bertahan begitu lama dalam pelarian sebelum akhirnya tertangkap?






