Akhir Pelarian Haksono Santoso, Buron Kasus Rp31 Miliar Ditangkap

- Publisher

Kamis, 12 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Haksono Santoso, buronan kasus penggelapan dana senilai Rp31 miliar, akhirnya ditangkap oleh Polda Metro Jaya pada Selasa (10/12/2024) malam. Penangkapan ini mengakhiri pelarian tersangka yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) selama beberapa bulan.

Saat ini, Haksono telah ditahan dan menjalani proses penyidikan lanjutan atas dugaan tindak pidana penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP.

Kasus ini bermula dari laporan kuasa hukum korban, R. Primaditya Wirasandi, yang mewakili firma hukum Lucas, S.H. & Partners. Pihak pelapor menyebut Haksono tidak memenuhi kewajiban pembayaran jasa hukum meski telah dua kali dilayangkan somasi pada 3 dan 7 November 2023.

Karena tidak ada tanggapan, laporan resmi diajukan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada 13 November 2023. Setelah melalui penyelidikan, kasus tersebut naik ke tahap penyidikan.

Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum menetapkan Haksono sebagai tersangka pada 15 Agustus 2024. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Ade Ary Syam Indradi, membenarkan penetapan tersebut.

Baca Juga  Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Trenggalek

“Benar,” ujar Ade Ary.

Selama proses hukum berjalan, Haksono dinilai tidak kooperatif karena beberapa kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. Polisi kemudian menetapkannya sebagai DPO pada November 2024 sebelum akhirnya berhasil ditangkap.

“Benar, ditahan,” kata Ade Ary saat dikonfirmasi, Rabu (11/12/2024).

Nama Haksono Santoso bukan sosok baru di industri tambang timah. Ia diduga pernah menjabat sebagai komisaris PT Aries Kencana Sejahtera (AKS), perusahaan smelter yang sempat terseret kasus ekspor timah tanpa izin pada 2019.

Kasus tersebut pernah ditangani Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu. Selain itu, penyidik di Polda Kepulauan Bangka Belitung juga sempat memeriksa dokumen ekspor ratusan ton balok timah di gudang logistik pada periode yang sama.

Nama Haksono juga sempat menjadi sorotan di ranah politik. Pada 2020, anggota Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra, Habiburokhman, mempertanyakan undangan Kantor Staf Presiden kepada Haksono dan pihak perusahaan terkait.

Kini, setelah pelariannya berakhir, Haksono Santoso harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB