Buron Kasus Penipuan Miliaran, Haksono Santoso Komisaris PT AKS Akhirnya Diciduk di Jakarta

- Publisher

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haksono Santoso.

Haksono Santoso.

JAKARTA — Buronan kasus penipuan miliaran rupiah, Haksono Santoso, yang menjabat sebagai Komisaris PT Aries Kencana Sejahtera (AKS), akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat Polda Metro Jaya setelah sempat menghilang selama beberapa waktu. Penangkapan dilakukan di kawasan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, memastikan bahwa Haksono kini sudah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. “Tersangka sudah diamankan dan akan segera diproses hukum sesuai ketentuan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/12/2024).

Dalam kasus ini, Haksono diduga menipu sejumlah investor dengan menawarkan investasi di sektor pertambangan yang ternyata fiktif. Akibat penipuan tersebut, para korban diperkirakan mengalami kerugian hingga USD 2 juta atau setara puluhan miliar rupiah.

Selama pelariannya, Haksono disebut-sebut menggunakan nama sejumlah pejabat tinggi sebagai dalih “beking” untuk menghindari proses hukum. Polisi masih mendalami kebenaran informasi tersebut.

Nama Haksono Santoso sebelumnya juga sempat menjadi sorotan publik. Pada 2019, ia terlibat dalam dugaan kasus ekspor ilegal 150 ton balok timah yang menyeret perusahaannya. Kasus tersebut ditangani Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri, meskipun perkembangan lanjutannya tidak banyak terekspos ke publik.

Baca Juga  Terkait Keputusan MK, Presiden Jokowi: Tidak Terlibat dalam Pencalonan Capres atau Cawapres!

Penangkapan Haksono membuka peluang bagi aparat untuk mengungkap jaringan penipuan yang lebih luas. Saat ini, penyidik fokus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi guna memastikan apakah ada pihak lain yang turut terlibat dalam kasus ini.

“Kami fokus pada pemberkasan dan pendalaman bukti agar kasus ini bisa segera disidangkan,” ujar Ade Ary.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Publik berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi para korban yang telah merugi. Haksono Santoso kini menghadapi ancaman hukuman berat, sementara aparat terus menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam penipuan miliaran rupiah ini.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik
Jambi di Ambang Bencana Ekologis, WALHI Catat Hampir 1 Juta Hektar Tutupan Lahan Hilang
Bertemu Dasco, Presiden Prabowo Fokuskan Pemulihan Pascabencana di Awal 2026
Punya Istri dan Dua Anak, Kepala BNN Diduga Selingkuh dengan Shandy Aulia
Putusan MK Jadi Angin Segar bagi Masyarakat Hutan dan Petani Kecil
Ribuan Chef Profesional Turun untuk Program Makan Bergizi Gratis
Tersangka Kasus LNG Pertamina Seret Nama Ahok dan Nicke Widyawati, KPK: Harusnya Disampaikan ke Penyidik

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Senin, 5 Januari 2026 - 14:45 WIB

Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:24 WIB

Jambi di Ambang Bencana Ekologis, WALHI Catat Hampir 1 Juta Hektar Tutupan Lahan Hilang

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:44 WIB

Bertemu Dasco, Presiden Prabowo Fokuskan Pemulihan Pascabencana di Awal 2026

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:52 WIB

Punya Istri dan Dua Anak, Kepala BNN Diduga Selingkuh dengan Shandy Aulia

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB