Menkeu Ancam Tutup Peredaran Rokok Ilegal Jika Tak Masuk Pasar Legal

- Publisher

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purbaya/ist

Purbaya/ist

JAKARTA, — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan menutup peredaran rokok ilegal apabila pelaku usaha tidak bersedia masuk ke sistem pasar legal.

Pernyataan tersebut disampaikan seiring rencana pemerintah menambah layer (lapisan tarif) baru dalam struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang ditargetkan mulai berlaku paling lambat Mei 2026.

“Kami kasih kesempatan untuk main di pasar yang legal. Kalau nggak mau, kami tutup,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat.

Menurut Purbaya, kebijakan ini bertujuan menekan peredaran rokok ilegal sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai. Pemerintah, kata dia, akan membuka ruang bagi pelaku usaha ilegal untuk beralih ke sistem resmi dengan memenuhi kewajiban pembayaran cukai.

Ia menambahkan, proposal penambahan layer cukai rokok telah rampung dan dalam waktu dekat akan diajukan ke DPR untuk dibahas.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap para pelaku usaha yang selama ini beroperasi di jalur ilegal dapat bertransformasi menjadi pelaku usaha legal. Namun, bagi yang tetap memilih berada di luar sistem, pemerintah memastikan akan melakukan penindakan tegas.

Baca Juga  ‎Punya Harta Rp709 M, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Diduga Terlibat Tambang Ilegal Rp1 Triliun

Meski demikian, Purbaya belum merinci potensi tambahan penerimaan negara dari kebijakan ini. Ia menyebut pemerintah akan melihat perkembangan implementasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan proyeksi yang lebih akurat.

“Kalau itu betul-betul besar seperti yang diklaim orang, itu besar sekali kontribusinya. Tapi, nanti kami lihat seperti apa. Saya nggak mau menebak dulu sebelum kita lihat sebulan atau dua bulan kalau dijalankan seperti apa,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, penyusunan kebijakan penambahan layer cukai rokok dilakukan melalui pendalaman teknis dengan pendekatan hukum.

Ia menegaskan, pemerintah juga mempertimbangkan dampak terhadap sektor ketenagakerjaan, mengingat industri hasil tembakau merupakan salah satu sektor yang menyerap banyak tenaga kerja.

Karena itu, pemerintah membuka kemungkinan bagi pelaku usaha untuk masuk ke pasar legal dengan membayar pita cukai sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai informasi, struktur tarif CHT telah disederhanakan dari 19 layer pada 2009 menjadi 8 layer pada 2022. Ketentuan terbaru mengenai struktur tarif tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 97 Tahun 2024.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum
KPK Dalami Kasus Cukai Rokok, H. Mukmin, Iskandar, dan Syafwan Wahyudi Ikut Disorot
Kasus Cukai Melebar, Sejumlah Pengusaha Rokok di Sumenep Masuk Radar KPK
KPK Perluas Kasus Suap Bea Cukai, Industri Rokok Jatim–Jateng Disorot
KPK Terus Memperluas Penyidikan Kasus Suap Bea dan Cukai, Pengusaha Rokok Malang Ikut Disorot?
Milik Tokoh Ternama, Rokok Ilegal Sendang Biru Tetap Terdistribusi di Balik Gencarnya Penindakan
Rokok Ilegal Merek L300, Marbol, dan Boss Caffe Latte Disita di Palu
Polres Pamekasan Gelar Pelatihan Penulisan Narasi, Perkuat Konten Kreatif Bhabinkamtibmas

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:19 WIB

Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum

Senin, 13 April 2026 - 15:20 WIB

KPK Dalami Kasus Cukai Rokok, H. Mukmin, Iskandar, dan Syafwan Wahyudi Ikut Disorot

Minggu, 12 April 2026 - 16:36 WIB

Kasus Cukai Melebar, Sejumlah Pengusaha Rokok di Sumenep Masuk Radar KPK

Minggu, 12 April 2026 - 11:31 WIB

KPK Perluas Kasus Suap Bea Cukai, Industri Rokok Jatim–Jateng Disorot

Minggu, 12 April 2026 - 00:59 WIB

Menkeu Ancam Tutup Peredaran Rokok Ilegal Jika Tak Masuk Pasar Legal

Berita Terbaru