Kasus Dugaan Pelecehan oleh Dokter di Malang Bertambah, Tiga Pasien Lain Mengaku Jadi Korban

- Publisher

Sabtu, 19 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Istimewa

Dok. Istimewa

Malang, SuaraNet Seorang dokter berinisial AY yang bertugas di Persada Hospital, Kota Malang, dilaporkan ke Polresta Malang Kota atas dugaan pelecehan seksual. Laporan tersebut diajukan oleh seorang perempuan berinisial QAR, warga Bandung, pada Jumat (18/4).

Kuasa hukum QAR menyatakan, kliennya melaporkan tindakan yang diduga terjadi saat korban menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Dalam pelaporannya, korban mengaku mengalami perbuatan tidak pantas saat proses pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter AY.

“Laporan sudah kami sampaikan secara resmi. Saat ini kami juga menerima informasi adanya tiga orang lain yang mengaku mengalami kejadian serupa dengan dokter yang sama,” kata Satria Marwan, kuasa hukum QAR, saat memberikan keterangan kepada media.

Menurut Satria, ketiga orang tersebut merupakan mantan pasien di rumah sakit yang sama. Mereka menyampaikan pengakuan kepada pihak pelapor setelah unggahan QAR menjadi perhatian publik di media sosial.

“Modusnya cenderung mirip, antara lain melalui pesan pribadi bernada menggoda, ajakan menonton konser, hingga komunikasi intensif tanpa alasan medis yang jelas,” ujarnya.

Baca Juga  Memburu Rokok Ilegal, Satpol PP Pamekasan Sapu Bersih 13 Kecamatan

Kasus ini mencuat usai QAR mengungkapkan pengalaman pribadinya di media sosial, yang kemudian viral dan mendapat berbagai tanggapan. Dalam unggahannya, QAR menyebut dirinya diminta membuka pakaian dalam dan mengalami perabaan di bagian dada saat diperiksa menggunakan stetoskop oleh dokter AY.

Menanggapi hal tersebut, manajemen Persada Hospital Malang menyatakan telah menonaktifkan sementara dokter AY dari tugasnya. Tindakan itu dilakukan sebagai bagian dari proses investigasi internal yang sedang berlangsung.

Penulis : Musdalifah

Editor : Fahrur Rozi

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Setelah 1 Tahun Mangkrak, KPK Periksa 5 Saksi Korupsi Dana Hibah Jatim yang Seret Anwar Sadad dkk
Sidang Dukun Cabul Pamekasan Akan Digelar Besok, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Berat
KPK Panggil Lima Saksi Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim
Kerugian Negara Capai Rp50,9 Miliar, Demonstran: Gubernur Jatim Pura-Pura Tuli!
Dana Inkubasi Pesantren di Pamekasan Diduga Dipotong, Libatkan Oknum Kemenag, Anggota Dewan, dan Ketua Parpol
KPK Tahan Dua Eks Pejabat Pertamina Terkait Korupsi Pengadaan LNG yang Rugikan Negara Rp 1,8 Triliun
Waspada! Ini Dia 8 Pelanggaran yang Diincar Polres Pamekasan di Operasi Patuh Semeru 2025

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 2 Oktober 2025 - 18:56 WIB

Setelah 1 Tahun Mangkrak, KPK Periksa 5 Saksi Korupsi Dana Hibah Jatim yang Seret Anwar Sadad dkk

Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:51 WIB

Sidang Dukun Cabul Pamekasan Akan Digelar Besok, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Berat

Selasa, 12 Agustus 2025 - 16:15 WIB

KPK Panggil Lima Saksi Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah Jatim

Kamis, 7 Agustus 2025 - 13:22 WIB

Kerugian Negara Capai Rp50,9 Miliar, Demonstran: Gubernur Jatim Pura-Pura Tuli!

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB