Dana Inkubasi Pesantren di Pamekasan Diduga Dipotong, Libatkan Oknum Kemenag, Anggota Dewan, dan Ketua Parpol

- Publisher

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi/ist

ilustrasi/ist

Pamekasan – Program bantuan dana inkubasi pesantren tahun 2024 dari pemerintah pusat diduga tidak diterima secara utuh oleh sejumlah penerima manfaat di Kabupaten Pamekasan.

Dana yang seharusnya digunakan untuk pengembangan unit usaha pesantren ini, diduga kuat dipotong oleh oknum tak bertanggung jawab.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemotongan dana bervariasi antara  40 persen hingga 50 persen  dari total bantuan yang diterima pesantren.

ADVERTISEMENT

153665 2 scaled

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber yang tidak ingin disebutkan namanya dari salah satu pengasuh pesantren mengungkapkan bahwa dugaan pemotongan ini melibatkan oknum di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, salah satu pimpinan DPRD Pamekasan, dan ketua partai politik besar di daerah tersebut.

Adapun besaran dana bantuan inkubasi pesantren tahun 2024 bervariasi, mulai dari Rp 70 juta hingga ratusan juta, tergantung proposal yang diajukan oleh masing-masing pesantren.

Bantuan ini disalurkan dalam bentuk uang tunai untuk memperkuat unit bisnis pesantren dan mengembangkan proyek inkubasi bisnis.

Menanggapi dugaan ini, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi Pontren) Kemenag Pamekasan, Nurul Ulum, menyatakan ketidaktahuannya mengenai praktik pemotongan dana tersebut.

Baca Juga  Meninggal Setelah Proses Skripsi, Mahasiswi BKPI IAIN Madura Diduga Alami Depresi Akibat Beban Akademik

Menurutnya, proses pengajuan dilakukan langsung oleh pesantren melalui aplikasi resmi Kemenag pusat bernama SIMBA (Sistem Informasi Manajemen Bansos).

“Bagaimana sistemnya, saya tidak tahu siapa yang daftar. Kami hanya memberikan rekomendasi, dan dana itu langsung masuk ke masing-masing penerima,” jelas Ulum.

Ulum menambahkan bahwa pesantren yang ingin mendapatkan program ini wajib memiliki NSPP (Nomor Statistik Pondok Pesantren) dan terdaftar dalam EMIS (Education Management Information System).

Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2024, sekitar 60 pondok pesantren di Pamekasan telah mendaftarkan diri melalui sistem SIMBA.

“Jumlah nominal yang diterima, kami juga tidak tahu. Semua pengelolaan ada di pusat, Kemenag kabupaten hanya sebatas merekomendasikan pesantren yang mendaftar,” ujarnya.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai dugaan aliran dana pemotongan ke oknum Kemenag, pimpinan DPRD Pamekasan, dan ketua parpol, Ulum enggan berkomentar.

“Itu bukan kewenangan Kemenag untuk mengomentari, saya tidak tahu urusan itu selain memberikan rekomendasi,” tegasnya. (Ruk)

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Direktur CV Birza Utama Bantah Tudingan Pekerjaan Asal Jadi, Siap Diaudit BPK
Harlah ke-17, KSPPS Nuri Jatim Perkuat Peran Sosial dan Pengembangan Lembaga
Diduga Asal Masak, Menu MBG di SDN Bujur Timur 2 Kerap Ditolak Siswa
Dinilai Prematur, Apresiasi KPK untuk Pemprov Jatim Diserang Kritik Aktivis
Workshop Disporapar Pamekasan Dorong Kreativitas Pemuda dalam Strategi Branding
DPP FKMSB Gerakkan Kader DPW se-Indonesia Galang Bantuan Bencana
Mengurai Benang Kusut Bantuan Keuangan Desa, Jaka Jatim: 83 Desa Diduga Langgar Ketentuan
Jaka Jatim Ungkap Indikasi Bobroknya Pengelolaan Hibah Rp249 Miliar di PRKPCK Jatim

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:28 WIB

Direktur CV Birza Utama Bantah Tudingan Pekerjaan Asal Jadi, Siap Diaudit BPK

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:25 WIB

Harlah ke-17, KSPPS Nuri Jatim Perkuat Peran Sosial dan Pengembangan Lembaga

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:44 WIB

Diduga Asal Masak, Menu MBG di SDN Bujur Timur 2 Kerap Ditolak Siswa

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:12 WIB

Dinilai Prematur, Apresiasi KPK untuk Pemprov Jatim Diserang Kritik Aktivis

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:06 WIB

Workshop Disporapar Pamekasan Dorong Kreativitas Pemuda dalam Strategi Branding

Berita Terbaru