Kemenag Buka Peluang Emas, Program Studi Lanjut Gratis untuk Siswa MA/SMA dan Mahasiswa S1

- Publisher

Selasa, 19 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: istimewa

Foto: istimewa

Jakarta, Suaranet-Selasa (19/9/2023) – Direktorat Perguruan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) memberikan kesempatan berharga bagi para siswa MA/SMA atau sederajat serta mahasiswa S1 yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Kesempatan ini disajikan melalui Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) yang telah dirancang dengan cermat.

Kasubdit Ketenagaan Diktis Kemenag, Ruchman Basori, menyatakan, “Kami mengundang dengan tulus hati para siswa MA/SMA yang berkeinginan melanjutkan kuliah dan juga mahasiswa S1 yang ingin meraih gelar S2 untuk bergabung dalam Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL).” Program ini dirancang sebagai upaya afirmasi dan perluasan akses pendidikan tinggi, dan yang terbaik dari semuanya adalah bahwa program ini sepenuhnya gratis.

Menurut Ruchman, akrab disapa panggilan akrabnya, angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah. Hasil survei LSI Denny JA pada Agustus 2023 menunjukkan mayoritas penduduk Indonesia hanya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SD atau bahkan lebih rendah sebesar 41,80%. Hanya sebagian kecil yang berhasil menyelesaikan SMA atau setara (30,50%), sementara lulusan D3 ke atas hanya mencapai 7,80%.

Baca Juga  Meninggal Setelah Proses Skripsi, Mahasiswi BKPI IAIN Madura Diduga Alami Depresi Akibat Beban Akademik

Ini merupakan kontrast yang mencolok dengan negara-negara maju seperti Kanada (56,27%), Jepang (50,50%), Israel (49,90%), Korea Selatan (46,86%), dan Inggris (45,96%), yang memiliki tingkat pendidikan tinggi yang jauh lebih tinggi.

PPSL, lanjut Ruchman, bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi di MA/MAK/Satuan Pendidikan Sederajat kelas 11-12 untuk mempersiapkan diri menuju S1, dan juga kepada mahasiswa S1 yang sudah mencapai minimal semester 7 untuk melanjutkan ke S2.

Abdullah Faqih, Kasubdit Pengembangan Akademik, menjelaskan bahwa PPSL dirancang menggunakan pendekatan Blended Learning Online, yang menggabungkan pendekatan asynchronous dan synchronous secara daring. “Dengan pendekatan ini, peserta dapat mengakses materi pelajaran dengan fleksibel sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya.

Pendaftaran untuk program ini dapat dilakukan secara online melalui situs web resmi PPSL Kemenag (https://beasiswa.kemenag.go.id/program-persiapan-studi-lanjut-ppsl/) mulai tanggal 4 hingga 29 September 2023.

Faqih juga menekankan bahwa program ini terbuka bagi masyarakat umum, termasuk santri, siswa, mahasiswa, guru, dan tenaga kependidikan yang memenuhi kriteria dan syarat pendaftaran yang telah ditetapkan.

Baca Juga  AHY Dilantik Menteri ATR/BPN: Misi Menuntaskan Reforma Agraria dalam 8 Bulan

Syarat pendaftaran mencakup kewarganegaraan Indonesia (WNI), berprestasi di tingkat MA/MAK/Satuan Pendidikan Sederajat kelas 11-12 untuk Program Persiapan Studi Lanjut S1, dan telah mencapai minimal semester 7 untuk PPSL S2. Selain itu, peserta harus mendapatkan rekomendasi dari Kepala Satuan Pendidikan (bagi Siswa/Guru/Tenaga Kependidikan), Ketua Program Studi (bagi Mahasiswa/alumni PTK/PBSB), atau atasan tempat bekerja bagi Pegawai Kementerian Agama. Peserta juga harus bersedia menandatangani Surat Pernyataan dan Komitmen Pendaftar Beasiswa di atas materai Rp. 10.000 sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Lampiran.

Syarat tambahan adalah memiliki skor kemampuan Bahasa Inggris yang dapat dibuktikan melalui skor tes Bahasa Inggris. Untuk siswa MA/MAK/sederajat peserta PPSL S1, skor tes bahasanya harus mencapai salah satu dari berikut: TOEFL ITP 500, TOEFL IBT 61, TOEFL CBT 173, IELTS 5,5, atau Duolingo English Test 100. Sedangkan untuk mahasiswa S1 yang ingin mengikuti PPSL S2, skor tes bahasanya harus mencapai salah satu dari berikut: TOEFL ITP 525, TOEFL IBT 80, TOEFL CBT 214, IELTS 6,0, atau Duolingo English Test 115.

Baca Juga  Tanah Warisan Diserobot, Safii Warga Pademawu Siap Tempuh Jalur Hukum!

Faqih menegaskan, “PPSL adalah bagian integral dari program Beasiswa Indonesia Bangkit yang berlangsung selama satu semester. Para peserta akan menerima dukungan keuangan berupa biaya hidup dan biaya pendidikan selama mengikuti program ini.”

“Oleh karena itu, kami menghimbau para pendaftar untuk memastikan bahwa mereka tidak sedang menerima atau akan menerima beasiswa dari sumber lain yang berpotensi menimbulkan double funding selama mengikuti Beasiswa Indonesia Bangkit,” tambahnya dengan tegas.

Ini adalah kesempatan langka bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk meraih pendidikan tinggi secara gratis, dan Kemenag berkomitmen untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di negara ini. Semua yang memenuhi syarat diundang untuk mendaftar dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih cerah melalui PPSL.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arah Baru UKM IQDA UIN Madura, Fokus Penguatan Kader dan Peran Organisasi
Lewat Dialog Energi, BEM FIA UNIRA Kritik Tata Kelola Migas Madura
Menu MBG Yayasan Rumah Juang Garuda Emas Dipertanyakan, Susu Tak Sesuai Rekomendasi
Mahasiswa HTN UIN Madura Komitmen Kuatkan ‘Fondasi Moral’ Bangsa di Usia Ke-4 
Perkuat Riset Kampus, LPPM STAINAS Gelar Coaching Penelitian
Mahasiswa KKN UIN Madura Gaet Sejumlah Instansi Bersihkan Muara Sungai 
IAIN Madura Resmi Bertransformasi Menjadi Universitas Islam Negeri Madura
Gus Din dan Ra Huda Kompak Ajak Alumni PMII Jadi Motor Perubahan di Halal Bihalal Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:34 WIB

Arah Baru UKM IQDA UIN Madura, Fokus Penguatan Kader dan Peran Organisasi

Kamis, 9 April 2026 - 19:55 WIB

Lewat Dialog Energi, BEM FIA UNIRA Kritik Tata Kelola Migas Madura

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:19 WIB

Menu MBG Yayasan Rumah Juang Garuda Emas Dipertanyakan, Susu Tak Sesuai Rekomendasi

Minggu, 12 Oktober 2025 - 00:58 WIB

Mahasiswa HTN UIN Madura Komitmen Kuatkan ‘Fondasi Moral’ Bangsa di Usia Ke-4 

Rabu, 10 September 2025 - 14:22 WIB

Perkuat Riset Kampus, LPPM STAINAS Gelar Coaching Penelitian

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB