Kapolri Tindaklanjuti Soal Kapolsek Tipu Tukang Bubur

- Publisher

Rabu, 21 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, menyatakan komitmennya untuk menindak tegas AKP SW

Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, menyatakan komitmennya untuk menindak tegas AKP SW

Jakarta, SuaraNet Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, menyatakan komitmennya untuk menindak tegas AKP SW, mantan Kapolsek Mundu Cirebon, yang diduga melakukan tindak penipuan terhadap seorang tukang bubur.

AKP SW, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Mundu, kini menjadi tersangka dalam kasus penipuan senilai ratusan juta rupiah. Ia diduga memperdaya seorang tukang bubur dengan janji dapat memasukkan anaknya menjadi Bintara Polri pada tahun 2021/2022.

“Kami tidak akan mentolerir tindakan seperti ini. Saya telah memerintahkan Kabid Propam untuk mengusut kasus ini, memberhentikan AKP SW, dan menuntutnya secara pidana,” ujar Listyo dalam sambutannya pada Upacara Wisuda Program Pendidikan Ilmu Kepolisian di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), pada hari Rabu (21/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Listyo menekankan pentingnya memberantas praktik korupsi dalam rekrutmen Polri di seluruh jajarannya. Ia berharap agar proses penerimaan anggota Polri dilakukan secara transparan, berdasarkan pada kualifikasi dan kemampuan yang sesuai.

 

“Kami tidak ingin adanya praktik transaksi dalam rekrutmen. Kami ingin para anggota Polri direkrut melalui proses yang jujur dan adil,” tambahnya.

Lebih lanjut, Listyo menegaskan bahwa setiap kasus korupsi dalam proses rekrutmen Polri akan ditindak dengan tegas. Ia mengingatkan para anggota Polri untuk menjaga citra institusi mereka, karena perjuangan mereka sangatlah berat.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu, sebelumnya menjelaskan bahwa tindakan penipuan yang dilakukan oleh AKP SW terjadi pada tahun 2021. Dalam modusnya, AKP SW menjanjikan bahwa anak dari Wahidin dapat lolos seleksi rekrutmen Polri dengan imbalan sejumlah uang.

Seorang tukang bubur yang menjadi korban terpedaya dan akhirnya memberikan uang dalam jumlah ratusan juta kepada AKP SW. Tersangka penipuan ini merupakan tetangga korban yang menginginkan anaknya menjadi polisi. Kejadian ini dilaporkan oleh korban kepada wartawan pada Minggu (18/6).

Kepala Kapolri menjelaskan bahwa korban melaporkan kasus penipuan tersebut setelah anaknya tidak diterima dalam seleksi rekrutmen Polri. Namun, penanganan kasus tersebut mengalami kendala karena laporan dilakukan di Polsek Mundu tempat AKP SW bertugas sebagai Kapolsek.

Baca Juga  Kompak Curi Motor, Pasutri di Pamekasan Diringkus Polisi

Kasus ini kemudian ditangani oleh Satreskrim Polres Cirebon Kota pada September 2022 setelah satu tahun tidak ada perkembangan dalam penanganan kasus. Hingga Minggu (18/6), telah ditetapkan dua tersangka dalam kasus ini.

“Kasus ini kami ambil alih pada bulan September 2022 setelah terhenti selama satu tahun. Saat itu, tersangka telah dipanggil tiga kali namun tidak hadir, sehingga pada panggilan keempat, petugas langsung mencarinya dan berhasil menangkap tersangka,” ungkapnya.

Kepolisian menegaskan bahwa kasus ini merupakan salah satu contoh praktik korupsi yang tidak dapat dibiarkan dalam proses rekrutmen Polri. Mereka berkomitmen untuk membersihkan institusi dari praktik-praktik yang merugikan dan merusak citra Polri.

Kepala Kapolri juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap proses rekrutmen Polri dan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terlibat dalam tindakan korupsi, penipuan, atau praktik-praktik ilegal lainnya.

“Kami akan melakukan perbaikan dalam sistem rekrutmen Polri untuk memastikan bahwa setiap calon anggota Polri dinilai berdasarkan kemampuan dan kualitasnya, bukan melalui jalur-jalur yang tidak sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap tindakan korupsi atau penipuan yang terkait dengan rekrutmen Polri. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam memerangi praktik-praktik yang merusak integritas dan profesionalisme Polri.

di akhir sambutannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik. Ia berharap agar kasus penipuan ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran Polri untuk lebih waspada dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip profesionalisme dalam menjalankan tugas mereka.

Diharapkan dengan langkah-langkah tegas dan komitmen yang kuat, Polri dapat terus memperbaiki citra institusi dan meningkatkan pelayanan serta kepercayaan publik terhadap kepolisian di Indonesia.

Baca Juga  Skandal Tanah Urug Ilegal Mengancam Proyek Tol Yogyakarta-Bawean

Jakarta, SuaraNet – Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, menyatakan komitmennya untuk menindak tegas AKP SW, mantan Kapolsek Mundu Cirebon, yang diduga melakukan tindak penipuan terhadap seorang tukang bubur.

AKP SW, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Mundu, kini menjadi tersangka dalam kasus penipuan senilai ratusan juta rupiah. Ia diduga memperdaya seorang tukang bubur dengan janji dapat memasukkan anaknya menjadi Bintara Polri pada tahun 2021/2022.

“Kami tidak akan mentolerir tindakan seperti ini. Saya telah memerintahkan Kabid Propam untuk mengusut kasus ini, memberhentikan AKP SW, dan menuntutnya secara pidana,” ujar Listyo dalam sambutannya pada Upacara Wisuda Program Pendidikan Ilmu Kepolisian di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), pada hari Rabu (21/6).

Listyo menekankan pentingnya memberantas praktik korupsi dalam rekrutmen Polri di seluruh jajarannya. Ia berharap agar proses penerimaan anggota Polri dilakukan secara transparan, berdasarkan pada kualifikasi dan kemampuan yang sesuai.

“Kami tidak ingin adanya praktik transaksi dalam rekrutmen. Kami ingin para anggota Polri direkrut melalui proses yang jujur dan adil,” tambahnya.

Lebih lanjut, Listyo menegaskan bahwa setiap kasus korupsi dalam proses rekrutmen Polri akan ditindak dengan tegas. Ia mengingatkan para anggota Polri untuk menjaga citra institusi mereka, karena perjuangan mereka sangatlah berat.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu, sebelumnya menjelaskan bahwa tindakan penipuan yang dilakukan oleh AKP SW terjadi pada tahun 2021. Dalam modusnya, AKP SW menjanjikan bahwa anak dari Wahidin dapat lolos seleksi rekrutmen Polri dengan imbalan sejumlah uang.

Seorang tukang bubur yang menjadi korban terpedaya dan akhirnya memberikan uang dalam jumlah ratusan juta kepada AKP SW. Tersangka penipuan ini merupakan tetangga korban yang menginginkan anaknya menjadi polisi. Kejadian ini dilaporkan oleh korban kepada wartawan pada Minggu (18/6).

Kepala Kapolri menjelaskan bahwa korban melaporkan kasus penipuan tersebut setelah anaknya tidak diterima dalam seleksi rekrutmen Polri. Namun, penanganan kasus tersebut mengalami kendala karena laporan dilakukan di Polsek Mundu tempat AKP SW bertugas sebagai Kapolsek.

Baca Juga  Driver Ojol Dianiaya dan Dicabuli oleh Tiga Waria Setelah Mengantar Pesanan

Kasus ini kemudian ditangani oleh Satreskrim Polres Cirebon Kota pada September 2022 setelah satu tahun tidak ada perkembangan dalam penanganan kasus. Hingga Minggu (18/6), telah ditetapkan dua tersangka dalam kasus ini.

“Kasus ini kami ambil alih pada bulan September 2022 setelah terhenti selama satu tahun. Saat itu, tersangka telah dipanggil tiga kali namun tidak hadir, sehingga pada panggilan keempat, petugas langsung mencarinya dan berhasil menangkap tersangka,” ungkapnya.

Kepolisian menegaskan bahwa kasus ini merupakan salah satu contoh praktik korupsi yang tidak dapat dibiarkan dalam proses rekrutmen Polri. Mereka berkomitmen untuk membersihkan institusi dari praktik-praktik yang merugikan dan merusak citra Polri.

Kepala Kapolri juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap proses rekrutmen Polri dan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terlibat dalam tindakan korupsi, penipuan, atau praktik-praktik ilegal lainnya.

“Kami akan melakukan perbaikan dalam sistem rekrutmen Polri untuk memastikan bahwa setiap calon anggota Polri dinilai berdasarkan kemampuan dan kualitasnya, bukan melalui jalur-jalur yang tidak sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap tindakan korupsi atau penipuan yang terkait dengan rekrutmen Polri. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam memerangi praktik-praktik yang merusak integritas dan profesionalisme Polri.

di akhir sambutannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik. Ia berharap agar kasus penipuan ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran Polri untuk lebih waspada dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip profesionalisme dalam menjalankan tugas mereka.

Diharapkan dengan langkah-langkah tegas dan komitmen yang kuat, Polri dapat terus memperbaiki citra institusi dan meningkatkan pelayanan serta kepercayaan publik terhadap kepolisian di Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email

Berita Terkait

Satpol PP Pamekasan dan Tim Gabungan Gencarkan Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal
Bea Cukai Madura dan Satpol PP Pamekasan Konsisten Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Polres Pamekasan Siapkan Strategi Edukatif dan Persuasif untuk Operasi Patuh Semeru 2024
Pelaku Pencabulan Anak di Pamekasan Ditangkap, Korban Bocah 8 Tahun
Rugikan Negara 47 Milyar, GAM Jatim Minta Husnul Aqib Ditetapkan Jadi Tersangka
Satuan Polair Polres Pamekasan Gencar Patroli untuk Cegah Tindak Kriminal di Perairan
Memburu Rokok Ilegal, Satpol PP Pamekasan Sapu Bersih 13 Kecamatan
Aktivis PMII UIM Pamekasan Menarik Laporan Pengeroyokan, Kuasa Hukum Sebut Tindakan Sewenang-wenang

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 12:06 WIB

Satpol PP Pamekasan dan Tim Gabungan Gencarkan Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal

Sabtu, 13 Juli 2024 - 11:40 WIB

Bea Cukai Madura dan Satpol PP Pamekasan Konsisten Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Jumat, 12 Juli 2024 - 16:06 WIB

Polres Pamekasan Siapkan Strategi Edukatif dan Persuasif untuk Operasi Patuh Semeru 2024

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:28 WIB

Pelaku Pencabulan Anak di Pamekasan Ditangkap, Korban Bocah 8 Tahun

Selasa, 9 Juli 2024 - 14:13 WIB

Rugikan Negara 47 Milyar, GAM Jatim Minta Husnul Aqib Ditetapkan Jadi Tersangka

Selasa, 9 Juli 2024 - 12:20 WIB

Satuan Polair Polres Pamekasan Gencar Patroli untuk Cegah Tindak Kriminal di Perairan

Minggu, 7 Juli 2024 - 12:50 WIB

Memburu Rokok Ilegal, Satpol PP Pamekasan Sapu Bersih 13 Kecamatan

Minggu, 30 Juni 2024 - 20:40 WIB

Aktivis PMII UIM Pamekasan Menarik Laporan Pengeroyokan, Kuasa Hukum Sebut Tindakan Sewenang-wenang

Berita Terbaru

Dok. Dutabaca

Berita

PBNU Sesalkan Kunjungan Lima Cendekiawan NU ke Israel

Senin, 15 Jul 2024 - 22:38 WIB