Waspada! Ini Dia 8 Pelanggaran yang Diincar Polres Pamekasan di Operasi Patuh Semeru 2025

- Publisher

Rabu, 16 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Siap-siap berkendara lebih tertib! Polres Pamekasan resmi menggelar Operasi Patuh Semeru 2025 mulai hari ini, Senin, 14 Juli 2025, dan akan berlangsung hingga 27 Juli 2025 mendatang. Selama dua pekan ini, kepolisian akan menyasar secara khusus delapan jenis pelanggaran lalu lintas fatalyang berpotensi menyebabkan kecelakaan serius.

Pembukaan Operasi Patuh Semeru 2025 ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto, pada Senin pagi (14/7). Acara ini juga diisi dengan penyematan pita operasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui pembagian brosur.

AKBP Hendra Eko Triyulianto menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan utama untuk menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas (kamseltibcarlantas) di wilayah Pamekasan.

“Operasi Patuh ini sendiri bertujuan untuk menciptakan kondisi kamseltibcarlantas pasca pencanangan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang sudah dicanangkan pada tanggal 19 September oleh lima pilar keselamatan,” terang Kapolres.

Kapolres Pamekasan menegaskan bahwa penegakan hukum akan lebih difokuskan pada pelanggaran yang memiliki potensi tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Operasi Patuh Semeru 2025 ini merupakan bagian dari operasi serentak di seluruh Indonesia, di mana setiap daerah memiliki nama operasi yang berbeda—seperti “Operasi Patuh Semeru” di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga  Indonesia Ukir Sejarah Baru di Paris 2024 dengan Dua Medali Emas Luar Badminton

Berikut adalah 8 sasaran prioritas yang akan ditindak tegas selama Operasi Patuh Semeru 2025:

  1. Berboncengan lebih dari satu orang (khususnya untuk sepeda motor).
  2. Melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan.
  3. Pengendara kendaraan bermotor yang masih di bawah umur.
  4. Pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm standar (SNI).
  5. Pengemudi roda empat tidak menggunakan safety belt.
  6. Pengemudi menggunakan handphone saat berkendara.
  7. Pengemudi kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol.
  8. Melawan arus.

Untuk itu, masyarakat Pamekasan diimbau untuk selalu mempersiapkan kelengkapan berkendara dan mematuhi semua peraturan lalu lintas. “Siapkan kelengkapan berkendara Anda agar tetap aman, nyaman, dan terhindar dari tilang di Operasi Patuh Semeru 2025,” tutup Kapolres.

Pastikan Anda selalu tertib berlalu lintas untuk keselamatan bersama!

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB