Surat Cinta Untuk Ibu

- Publisher

Sabtu, 5 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Cinta Untuk Ibu

Assalamualaikum wr. wb
Dear ibu

Malam ini, izinkan aku menuskrib beberapa kata yang mungkin tidak seindah ukiran senyummu, namun biarlah ibu, biarkan anakmu ini berbicara, mengungkap sepenuhnya tentangmu dalam tulisan ini, karna mungkin hanya dengan tulisan anakmu yang penuh laknat ini berani mengungkapkan segala isi hati.

Tentangmu ibu, yang pengorbananmu seperti hirup embus nafas yang tak mampu ku bayar meski seisi dunia kupertaruhkan, sejak dalam kandungan hingga lahirku hidup dan matimu tak lain hanya tentangku, bahkan sebutir nasi yang hendak kau makan diurungkan karna kau ingat akan anakmu ini, kau simpan hingga aku terbangun dari tidurku lantas berkata “makanlah ibu sudah kenyang”, dan tanpa rasa bersalah aku memakannya tak ada rasanya terbesit dalam pikiranku tentang mu.

Malam ini, sembari kuingat ingat wajahmu yang mulai mengerut, ingin rasanya aku berlutut, memeluk dan menangis dihadapamu lantas berkata; aku mencintaimu ibu, sangat mencintaimu, maafkan aku anakmu ini yang belum mampu berdiri tegak seperti yang engkau inginkan, maafkan anakmu ini yang tanpa rasa bersalah menyakitimu ibu, maafkan aku yang selalu menyalahkanmu, membentakmu, bahkan membuatmu bersusah payah hanya untuk memenuhi keinginan keinginan recehku, maafkan aku karna sudah membuatmu menangis, khawatir kepadaku yang mungkin sedang berfoya foya.

Baca Juga  Sajak-Sajak Mohammad Latif

dan ibu, terimakasih banyak, doamu tak pernah henti mengguyur tubuhku mengangkis diriku kala terjatuh, meski dengan berat hati kau tetap idzinkan aku berlayar menerjang amukan samudra lantas mengangkis diriku saat terluka. Hanya dirimu ibu rumah terbaik untukku….

Dariku, bebanmu yang tak pernah usai ibu,,

_wassalam_

10:10, Ahad 19 desember 2021

Puisi ini diikutsertakan dalam lomba surat cinta untuk ibu yang diselenggarakan oleh HIMMAH Pamekasan, dalam rangka memperingati hari ibu dan mendapat juara ketiga.

 

Prihal Tuai

Siang buram, ah sejatinya hanya manusia yg selalu mengeluh.

Tentang dusta hidup yg meluruh.

Nafas yg menyanggal
lantaran takdir menyongsong luka.

Kemarin aku bahagia
lantaran angin bersiul mesra.

Bu, aku rapuh nan pilu
Bu, pada kemana arah yang kau tujukan
lantaran nasibmu membuyar.

Duhai, selebihnya kita paham dan percaya
prihal takdir dan kuasa.

Biarkan saja angin menuntun luka
kala hujan dia akan menananah.

Ntahlah, kuharap ini bukan senja suram ku
sehabis kata.

Ada luka

Baca Juga  Sajak-sajak Nyoman Trisna Dewi

Sungguh aku bukan hanya penuskrib luka
tapinya kian merangkulku.

Yang setiap saat harus bangkit lagi dan lagi.

Bahkan aku mampu membungkam pedih
sembari mengubur sesak yang kerap melintas dalam sunyi.

Kian rapuh kian rungkuh kian lagi aku harus mencari teduh.

Meski sangkaku tetap padamu
tapi sekali, bolehkah aku pamit.

Aku ingin kembali.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Kritis Seleksi Sekda Sumenep, Dosa-Dosa Birokratis dan Etis Calon Kuat
PPK Ormawa: Wadah Kreativitas Mahasiswa dan Motor Penggerak Kemandirian Desa
Standar Ganda Penegak Perda Hiburan di Pamekasan
Mengurai Misteri Dana Hibah Jatim: Siapa Dalang di Balik Kerugian Negara?
Intelektual Organik dalam Perjuangan Sosial dan Politik di Indonesia
Konflik Palestina: Ketika Dunia Diam, Rakyat Sipil Harus Bergerak
Drama Posko Pengaduan BSPS: Topeng Kepura-puraan DPRD Sumenep di Tengah Skandal Pokir
Media Sosial dan Perubahan Paradigma Komunikasi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:47 WIB

Catatan Kritis Seleksi Sekda Sumenep, Dosa-Dosa Birokratis dan Etis Calon Kuat

Jumat, 26 September 2025 - 09:51 WIB

PPK Ormawa: Wadah Kreativitas Mahasiswa dan Motor Penggerak Kemandirian Desa

Selasa, 19 Agustus 2025 - 19:19 WIB

Standar Ganda Penegak Perda Hiburan di Pamekasan

Senin, 19 Mei 2025 - 14:44 WIB

Mengurai Misteri Dana Hibah Jatim: Siapa Dalang di Balik Kerugian Negara?

Senin, 28 April 2025 - 00:17 WIB

Intelektual Organik dalam Perjuangan Sosial dan Politik di Indonesia

Berita Terbaru