Jelang Ramadan 2026, Sarung Sutra BHR di Pamekasan Semakin Diminati

- Publisher

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembeli memilih sarung sutra BHR dengan beragam motif dan kualitas bahan di Pamekasan.

Pembeli memilih sarung sutra BHR dengan beragam motif dan kualitas bahan di Pamekasan.

Pamekasan— Menjelang Ramadan 2026 yang diperkirakan jatuh pada 18 Februari mendatang, penjualan sarung sutra merek BHR di Kabupaten Pamekasan mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam beberapa hari terakhir, permintaan masyarakat terhadap sarung sutra khas tersebut terus melonjak.

Toko Sarung BHR yang berlokasi di Krajan Sumberbatas, Klompang Barat, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan tampak lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Lonjakan pembelian mulai terasa sejak awal pekan ini.

Owner Sarung BHR, Darwis, mengatakan tren peningkatan penjualan menjelang Ramadan dan Idul Fitri merupakan siklus tahunan yang selalu terjadi.

“Alhamdulillah, memasuki jelang Ramadan ini permintaan mulai naik. Dalam beberapa hari terakhir, pembeli lebih ramai dari biasanya. Biasanya memang setiap mau Ramadan dan Lebaran penjualan meningkat,” ujar Darwis saat ditemui di tokonya, Jumat (13/2/2026).

Menurut dia, sarung sutra BHR dikenal sebagai produk premium khas Pamekasan dengan kualitas bahan pilihan dan motif yang beragam. Sarung tersebut kerap digunakan untuk berbagai momentum spesial di tengah masyarakat.

“Sebagian untuk dipakai saat tarawih dan Lebaran. Tapi banyak juga yang membeli untuk hadiah atau bingkisan keluarga, hingga dipakai untuk acara pernikahan,” katanya.

Baca Juga  Fammur Gelar Reuni Lintas Generasi Sekaligus Santunan Anak Yatim

Sarung sutra BHR dijual dengan harga bervariasi, tergantung motif dan kualitas bahan. Kisaran harga per lembar mulai dari Rp300.000, Rp350.000, Rp400.000, Rp500.000, Rp650.000, Rp700.000, Rp800.000, Rp1 juta, Rp1,2 juta, hingga Rp2 juta.

Pembeli yang datang pun beragam, mulai dari pedagang pasar, masyarakat desa, hingga kolektor sarung. Darwis memperkirakan tren kenaikan penjualan akan terus berlanjut hingga mendekati Idul Fitri.

Ia berharap momentum Ramadan tahun ini tidak hanya meningkatkan omzet penjualan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Pamekasan.

“Semoga sarung BHR terus berkontribusi baik bagi masyarakat Madura,” harapnya.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Ilegal Bertahun-Tahun Terbongkar, Samin Tan Berujung Ditahan
Profil Samin Tan, Bos Tambang yang Ditahan Kejagung Usai Pernah Lolos dari Jerat Hukum
Sambut Idul Adha 1447 H, Remas Nurul Iman Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis
Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Skandal Tambang Ilegal PT AKT Rp8 Triliun, CBA Desak Kejagung Usut Aktor Besar di Balik Samin Tan
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:54 WIB

Tambang Ilegal Bertahun-Tahun Terbongkar, Samin Tan Berujung Ditahan

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:12 WIB

Profil Samin Tan, Bos Tambang yang Ditahan Kejagung Usai Pernah Lolos dari Jerat Hukum

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:43 WIB

Sambut Idul Adha 1447 H, Remas Nurul Iman Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Senin, 18 Mei 2026 - 13:55 WIB

Skandal Tambang Ilegal PT AKT Rp8 Triliun, CBA Desak Kejagung Usut Aktor Besar di Balik Samin Tan

Berita Terbaru