FIFA Batalkan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023, Begini Kronologinya

- Publisher

Selasa, 28 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FIFA Courtesy

FIFA Courtesy

JAKARTA, SUARANET- FIFA resmi batalkan drawing Piala Dunia U-20 2023 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Bali pada 31 Maret 2023 mendatang.

Informasi yang beredar mengenai pembatalan drawing Piala Dunia U20 2023 oleh FIFA ini telah diterima oleh panitia lokal (LOC). Hal tersebut disampaikan oleh anggota Exco PSSI dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (26/3/2023).

Dengan batalnya acara drawing, kini status tuan rumah Indonesia jadi ikut disorot. PSSI mengatakan ada ‘potensi’ terkena sanksi berat andai Indonesia akhirnya batal menyelenggarakan Piala Dunia U-20 2023.

Arya menuturkan, terkait pembatalan drawing Piala Dunia ini tidak terlepas dari penolakan yang dilakukan oleh pemerintah Bali. Gubernur Bali, I Wayan Koster, menolak kehadiran dan pertandingan Timnas Israel U-20 di wilayahnya pada gelaran Piala Dunia U-20 2023 mendatang.

Timnas Israel menjadi salah satu peserta Piala Dunia U-20 mewakili zona Eropa bersama Inggris, Prancis, Italia, dan Slovakia. Penolakan Gubernur Bali terhadap kehadiran Timnas Israel menjadi salah satu alasan pembatalan drawing FIFA. Sebab, undian tidak mungkin dilakukan tanpa keikutsertaan seluruh peserta.

Baca Juga  Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Menerapkan Aturan Ketat Larangan Bermain Ponsel untuk Anak-Anaknya

“Ini memang kami maklumi karena adanya penolakan dari Gubernur Bali, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang menolak kedatangan Timnas Israel, sehingga dengan sendirinya di mana Israel adalah peserta. Jadi mungkin drawing-nya tidak mungkin dilakukan tanpa keikutsertaan seluruh peserta,” ujarnya.

Tentang penolakan Pemerintah Bali ini cukup bertentangan dengan kesepakatan dan komitmen dari semua pihak yang akan terlibat terkait dengan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Jadi, keikutsertaan dan kehadiran Israel pun menjadi salah satu bagian dari kesepakatan yang harus diterima oleh semua pihak.

“Sebenarnya Pemerintah Gubernur Bali ini memberikan government guarantee ketika sepakat dan setuju sebagai salah satu tuan rumah dalam penyelenggaraan Piala Dunia U20. Dengan penolakan tersebut (terhadap Israel) jadi wajar kalau FIFA akhirnya melihat bahwa ini harus dibatalkan,” lanjutnya.

Meski drawing Piala Dunia U-20 2023 telah resmi dibatalkan, tetapi belum ada surat resmi dari FIFA. Hal ini karena federasi sepak bola dunia tersebut baru menginformasikan secara lisan kepada Panitia Lokal (LOC) Piala Dunia U-20 2023.

Baca Juga  Indonesia Ukir Sejarah Baru di Paris 2024 dengan Dua Medali Emas Luar Badminton

“Kemarin kami sudah mendapat informasi dari FIFA, dalam hal ini adalah ke LOC, dan dalam pemberitahuannya belum dalam bentuk surat resmi, tetapi sudah jelas diberikan pesan bahwa drawing di Bali dibatalkan oleh FIFA,” tegas Arya.

Ia pun mengakui bahwa Indonesia telah melanggar kesepakatan awal dengan FIFA. Batalnya drawing Piala Dunia U-20 2023, berisiko membuat Indonesia di-banned oleh FIFA. Hal itu juga akan berdampak terhadap kompetisi liga lokal.

Sampai detik ini belum ada kepastian yang jelas untuk drawing Piala Dunia U-20 2023. PSSI juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta juga sudah melaporkan masalah ini kepada Presiden Joko Widodo.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik
Jambi di Ambang Bencana Ekologis, WALHI Catat Hampir 1 Juta Hektar Tutupan Lahan Hilang
Bertemu Dasco, Presiden Prabowo Fokuskan Pemulihan Pascabencana di Awal 2026
Punya Istri dan Dua Anak, Kepala BNN Diduga Selingkuh dengan Shandy Aulia
Buron Kasus Penipuan Miliaran, Haksono Santoso Komisaris PT AKS Akhirnya Diciduk di Jakarta
Putusan MK Jadi Angin Segar bagi Masyarakat Hutan dan Petani Kecil
Ribuan Chef Profesional Turun untuk Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Senin, 5 Januari 2026 - 14:45 WIB

Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:24 WIB

Jambi di Ambang Bencana Ekologis, WALHI Catat Hampir 1 Juta Hektar Tutupan Lahan Hilang

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:44 WIB

Bertemu Dasco, Presiden Prabowo Fokuskan Pemulihan Pascabencana di Awal 2026

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:52 WIB

Punya Istri dan Dua Anak, Kepala BNN Diduga Selingkuh dengan Shandy Aulia

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB