Membangun Sinergi Melalui Harmoni: Peran Gitasurya Choir dalam Meningkatkan Kolaborasi di Universitas Muhammadiyah Malang

- Publisher

Minggu, 30 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama pelatih PSM Gitasurya Universitas Muhammadiyah Malang saat kompetisi di Surabaya. (doc/Kinanti)

Foto bersama pelatih PSM Gitasurya Universitas Muhammadiyah Malang saat kompetisi di Surabaya. (doc/Kinanti)

SuaraNet– Gitasurya Choir adalah sebuah organisasi yang berada di dalam Universitas Muhammadiyah Malang dan bergerak di bidang seni suara. Gitasurya Choir didirikan pada tahun 1992 dan terus berkembang hingga saat ini. Pada tahun tersebut, organisasi ini masih bernama UK-PSM, dan pada saat itu, pembina UK-PSM adalah Ibu Rahayu Relawati, M.M., yang juga merupakan dosen dari Fakultas Pertanian. Pada tahun 1994, UK-PSM berhasil lolos dalam seleksi program “Cintaku Negeriku” yang diselenggarakan oleh stasiun TVRI. Sejak saat itu, UK-PSM mulai mendapatkan perhatian dari Universitas Muhammadiyah Malang. Kemudian, pada tanggal 12 Juni 2005, UK-PSM resmi berganti nama menjadi Paduan Suara Mahasiswa (PSM) “Gitasurya” Universitas Muhammadiyah Malang.

PSM “Gitasurya” Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bukan sekadar kelompok paduan suara biasa. Lebih dari itu, mereka adalah wadah kreatif yang telah berhasil membangun sinergi dan kolaborasi di lingkungan kampus. Melalui harmoni yang mereka ciptakan, PSM “Gitasurya” UMM telah menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi medium yang efektif dalam mempererat hubungan antar mahasiswa dan mengembangkan kerjasama yang solid. Saya adalah salah satu anggota yang tergabung dalam organisasi paduan suara ini. Pada saat itu, saya belum aktif menjabat di organisasi manapun. Aktivitas yang saya jalani sama seperti mahasiswa semester awal pada umumnya. Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk aktif bergabung dalam organisasi di kampus. Proses yang saya lalui tidaklah mudah, karena terdapat berbagai tahapan yang harus dilewati. Sebelumnya, saya tidak memiliki pandangan apapun tentang pengalaman berorganisasi dan kesibukan yang menyertainya. Namun, ketika saya terjun langsung dalam organisasi ini, semua persepsi saya tentang organisasi berubah. Bagi saya, berorganisasi akan mengantarkan kita kepada hal-hal yang tidak pernah kita alami sebelumnya. Selain menambah relasi, kita juga memperoleh pengalaman berharga yang tidak semua orang bisa dapatkan.

Baca Juga  Rayakan Dies Natalis ke-7, Sivitas Kotheka Hadirkan Dua Seniman Muda Sumenep

Bagi saya, PSM “Gitasurya” UMM telah berhasil menciptakan ruang lingkup organisasi yang hangat bagi tiap anggotanya. PSM “Gitasurya” UMM juga memberikan kesempatan bagi seluruh mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang dari berbagai fakultas yang ingin belajar berorganisasi utamanya di bidang seni suara agar mereka tidak hanya bisa menyalurkan hobby dan bakatnya namun juga agar mereka mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dan bekerja sama. Anggota didalam PSM “Gitasurya” UMM berasal dari berbagai daerah, agama, suku, ras, budaya, dan lainnya. Keberagaman latar belakang anggota paduan suara ini mencerminkan keragaman disiplin ilmu yang ada di UMM. Dalam proses latihan dan penampilan, mereka belajar untuk saling menghargai perbedaan, berbagi pengalaman, dan bekerja menuju tujuan bersama. Sinergi ini tidak hanya memperkuat hubungan interpersonal tetapi juga meningkatkan pemahaman dan toleransi antar mahasiswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

d3437736 15d5 418e 9b4d 486a8b460da8
foto bersama pembina PSM Gitasurya Universitas Muhammadiyah Malang.

Melalui berbagai kegiatan dan penampilan, PSM “Gitasurya” UMM berperan sebagai duta kampus yang mempromosikan nilai-nilai kebersamaan dan kerjasama. Setiap konser dan penampilan di berbagai acara kampus dan eksternal menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan sesuatu yang indah dan menginspirasi. PSM “Gitasurya” UMM telah berhasil menunjukkan bahwa dengan bekerja bersama, hasil yang dicapai akan lebih maksimal dan memuaskan.

Baca Juga  Sedang Tertekan? Ini Bukti Anda Butuh Self Healing, Segera!

Selain itu, dalam proses pembentukan dan pengembangan paduan suara, nilai-nilai kepemimpinan dan manajemen tim juga diterapkan. Para anggota belajar tentang pentingnya tanggung jawab, komitmen, dan dedikasi dalam mencapai keberhasilan bersama. Kepemimpinan yang efektif dalam Gitasurya Choir tercermin dalam cara mereka mengatur jadwal latihan, pembagian tugas, hingga pengambilan keputusan. Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi keberlangsungan paduan suara tetapi juga membekali anggota dengan keterampilan yang sangat berharga untuk masa depan mereka.

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan Gitasurya dalam membangun sinergi dan kolaborasi juga didukung oleh dukungan dari pihak kampus yang menyediakan fasilitas dan sumber daya yang memadai untuk mendukung kegiatan paduan suara ini. Dukungan institusi ini mencerminkan komitmen Universitas dalam mengembangkan potensi mahasiswa yang tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dapat memperkaya pengalaman.

Namun, tantangan tetap ada. Salah satu tantangan utama adalah menjaga keseimbangan antara komitmen akademik dan kegiatan paduan suara. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan manajemen waktu yang baik dan pengertian dari semua pihak yang terlibat. Melalui komunikasi yang efektif dan pengaturan jadwal yang fleksibel, tantangan ini dapat diatasi sehingga mahasiswa dapat berprestasi baik dalam akademik maupun dalam kegiatan paduan suara.

Baca Juga  Telaah Harmoni Beragama: Peran Rukun Interfaith Leadership di Pamekasan

Secara keseluruhan, PSM “Gitasurya” Universitas Muhammadiyah Malang telah membuktikan bahwa musik dapat menjadi alat yang kuat dalam membangun sinergi dan kolaborasi di lingkungan kampus. Dengan menciptakan harmoni melalui nyanyian, mereka tidak hanya menghasilkan penampilan yang memukau tetapi juga mempererat hubungan antar mahasiswa dan mempromosikan nilai-nilai kebersamaan. Peran penting yang dimainkan oleh Gitasurya ini seharusnya menjadi inspirasi bagi organisasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi kemajuan bersama.

*) Penulis adalah Faiza Cahya Kinanti,
Mahasiswa Sosiologi di Universitas Muhammadiyah Malang.

*) Karya opini merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Print Friendly, PDF & Email

Berita Terkait

Abdurrohman Wahid Bertekad Menjadikan Kampus Sebagai Pusat Inovasi dan Pembangunan Bangsa
Peran Krusial Bendahara dalam Kesuksesan Organisasi
Relevansi Organisasi Kemahasiswaan Perspektif Sosiologi
Transformasi dan Dinamika Organisasi: Sebuah Perspektif Sosiologi
Rayakan Dies Natalis ke-7, Sivitas Kotheka Hadirkan Dua Seniman Muda Sumenep
Tasamuh, Pendidikan Empati dan Estetika Keseragaman
Telaah Harmoni Beragama: Peran Rukun Interfaith Leadership di Pamekasan
Menjadi Cantik dengan Kekayaan Perempuan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juli 2024 - 09:04 WIB

Abdurrohman Wahid Bertekad Menjadikan Kampus Sebagai Pusat Inovasi dan Pembangunan Bangsa

Senin, 1 Juli 2024 - 18:03 WIB

Peran Krusial Bendahara dalam Kesuksesan Organisasi

Minggu, 30 Juni 2024 - 22:59 WIB

Membangun Sinergi Melalui Harmoni: Peran Gitasurya Choir dalam Meningkatkan Kolaborasi di Universitas Muhammadiyah Malang

Minggu, 30 Juni 2024 - 00:09 WIB

Relevansi Organisasi Kemahasiswaan Perspektif Sosiologi

Kamis, 27 Juni 2024 - 01:34 WIB

Transformasi dan Dinamika Organisasi: Sebuah Perspektif Sosiologi

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:10 WIB

Rayakan Dies Natalis ke-7, Sivitas Kotheka Hadirkan Dua Seniman Muda Sumenep

Senin, 18 Maret 2024 - 01:56 WIB

Tasamuh, Pendidikan Empati dan Estetika Keseragaman

Jumat, 15 Maret 2024 - 14:27 WIB

Telaah Harmoni Beragama: Peran Rukun Interfaith Leadership di Pamekasan

Berita Terbaru

Dok. Dutabaca

Berita

PBNU Sesalkan Kunjungan Lima Cendekiawan NU ke Israel

Senin, 15 Jul 2024 - 22:38 WIB