Viral, Jefri Nichol Ikut Aksi Demontrasi Bersama Ribuan Mahasiswa, Tolak Keras UU Cipta Kerja

- Publisher

Sabtu, 8 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

Foto : Istimewa

Jakarta, SuaraNet- Artis Jefri Nichol bersama ribuan Mahasiswa Ikut terjun demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPR, Jakarta Pusat, pada Kamis (6/4).

Aktor Indonesia ini tengah viral dan ramai diperbincangkan di sosial media.

Dalam aksi demontrasi tersebut, Jefri Nichol bersama para demonstran melakukan aksi melempar tikus yang sudah mati ke gedung DPR.

Ia juga Berorasi di hadapan ribuan demonstran.

“Saya di sini hanya ingin menyampaikan turut berdukacita atas matinya nalar dan kemanusiaan, Mereka bukan manusia tapi tikus-tikus. Melindungi oligarki dan orang-orang pada korup,” kata Jefri saat orasi.

Ia juga ikut melempar payung hitam, sebagai simbol matinya tugas-tugas DPR sebagai payung pelindung rakyat. Ia pun mempertanyakan tugas dan fungsi para anggota dewan.

“Bisa dilihat aja di Google tentang UU Cipta Kerja, semua orang juga sudah tahu kalau UU Cipta Kerja itu bermasalah. Sebenernya mereka itu perwakilan siapa, rakyat atau oligarki,” tegasnya.

Aksi Jefri yang tengah menolak keras UU Cipta Kerja pun menuai ribuan respons positif warganet.

Baca Juga  Puan Maharani Minta Evaluasi Sistem Belajar di Ponpes Agar Tak Terulang Kasus Kekerasan

Menurut informasi, ribuan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR menolak UU Cipta Kerja, pada Kamis (6/4).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Melki Sedek Huang mengatakan, demo digelar untuk menolak UU Cipta Kerja.

“Aksi demontrasi ini merupakan buntut rasa ketidakpercayaan masyarakat dan mahasiswa kepada seluruh lembaga negara, termasuk lembaga eksekutif yang membentuk produk hukum secara tertutup, lembaga legislatif yang mempermulus pengesahan Perppu Cipta Kerja, sampai dengan lembaga yudikatif yang seakan-akan tidak diperdulikan oleh lembaga negara lainnya,” tegas Melki.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
Timah Ilegal Diduga Mengalir ke PT MSP, Siapa Pemasoknya?
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Demo PMII UIN Madura, Kinerja Satgas MBG Pamekasan Dinilai Gagal Total
Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik
Jambi di Ambang Bencana Ekologis, WALHI Catat Hampir 1 Juta Hektar Tutupan Lahan Hilang
Terungkap, Polisi Kantongi Tujuh Rekaman CCTV dalam Dugaan Perzinaan Inara Rusli–Insanul Fahmi
Bertemu Dasco, Presiden Prabowo Fokuskan Pemulihan Pascabencana di Awal 2026

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:03 WIB

Timah Ilegal Diduga Mengalir ke PT MSP, Siapa Pemasoknya?

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:48 WIB

Demo PMII UIN Madura, Kinerja Satgas MBG Pamekasan Dinilai Gagal Total

Senin, 5 Januari 2026 - 14:45 WIB

Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB