Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

- Publisher

Minggu, 5 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Oleh: Julyivia Purba

Langkah yang Tak Pernah Sia-Sia

Di setiap langkah yang kutempuh,

ada doa yang tak pernah runtuh.

Meski jalan dipenuhi batu,

aku percaya harapan tetap menunggu.

 

Bukan seragam yang membuatku kuat,

melainkan tekad yang tak pernah penat.

Air mata jatuh menjadi saksi,

bahwa mimpi lahir dari keberanian sejati.

 

Jika hari ini belum berhasil,

bukan berarti perjuangan telah berakhir.

Sebab kegagalan hanyalah jeda,

untuk mengajarkan arti menjadi dewasa.

 

Aku akan bangkit dengan keyakinan,

menata kembali setiap impian.

Karena seorang pejuang sejati

tak berhenti hanya karena sekali tersakiti.

 

Gugur Sebelum Berjuang

Di lapangan pagi yang dingin,

aku berdiri dengan dada penuh keyakinan.

Sepatu yang berdebu, napas yang tertahan,

membawa mimpi dari rumah sederhana yang jauh di belakang.

 

Seragam itu belum melekat di badan,

namun hati telah lebih dahulu mengabdi.

Setiap peluh kuhitung sebagai ibadah,

setiap sakit kusimpan demi cita-cita.

 

Aku adalah seorang casis Kowad,

Baca Juga  Ziarah ke Hati yang Tahir - Royyan Julian

gadis muda dengan mata seteguh baja.

Belajar menahan tangis,

belajar kuat meski tubuh nyaris habis.

 

Namun hidup terkadang terlalu kejam

bagi mimpi yang belum sempat sampai.

Bukan karena aku kalah berjuang,

bukan pula karena aku menyerah pulang.

 

Lapangan yang dahulu penuh harapan

mendadak menjadi tempat kehilangan.

Tak ada pelukan kemenangan,

hanya suara pengumuman yang mematahkan masa depan perlahan.

 

Kini langkahku tak lagi di barisan,

namaku hilang dari panggilan.

Namun semangatku tetap tinggal

di setiap jengkal tanah Lapangan Bukit Barisan Ajendam yang pernah kupijak.

 

Sebab seorang pejuang

tak selalu kalah saat gugur.

Kadang aku hanya dipaksa berhenti

oleh nasib yang datang terlalu terburu-buru.

_______

Penulis

Julyivia Purba lahir di Kabanjahe pada 22 Oktober 2007. Saat ini menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Komputer, Politeknik Bisnis Indonesia, Pematangsiantar, Sumatera Utara.

 

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara
Festival Sastra-Sains Sivitas Kotheka ke-4 Menggali Roman-Roman Ekstraterestrial
Sajak-sajak WS Rendra
Jejak Sang Burung Merak W.S. Rendra
Ziarah ke Hati yang Tahir – Royyan Julian
Menumpas Burung-Burung Palsu Harper Lee
Perjalanan Memikat dan Penuh Misteri Novel Murder on the Orient Express
Menjelajahi Kejayaan dan Kehancuran dalam Novel Klasik ‘The Great Gatsby
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 04:12 WIB

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 10:02 WIB

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 17:21 WIB

Festival Sastra-Sains Sivitas Kotheka ke-4 Menggali Roman-Roman Ekstraterestrial

Minggu, 18 Februari 2024 - 07:46 WIB

Sajak-sajak WS Rendra

Selasa, 6 Februari 2024 - 09:30 WIB

Jejak Sang Burung Merak W.S. Rendra

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB