Jamu Waras untuk Kaula Birahi Intelektual!

- Publisher

Selasa, 6 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto: DIKLAT LITERASI HMPS TBIN IAIN Madura.

Sumber foto: DIKLAT LITERASI HMPS TBIN IAIN Madura.

SUARANET – Baltasar Gracian, Mengutarakan Pendapatnya; janganlah mengambil sisi yang salah dari sebuah argumen, hanya karena musuh anda telah mengambil sisi yang benar.

Hal ini seringkali mengotori pikiran dan logika manusia, yang katanya dikembangkan melalui nalar yang akhirnya ragu-ragu menjadi jurang.

Hanya karena peralihan sisi dan menguak esensi kebenaran!, Asumsi yang dibawakan adalah tuntutan moral dan kepekaan diri untuk memahami dan mengerti keadaan sekitar, mudahnya adalah kritikal komitmen yang hanya hanyut dalam wabah kemirisan.

Apalagi menunjukkan topeng diri yang merdeka tanpa terjajah halusinasi orang-orang. Jangan-jangan hanya mati kutukan dalam lembaran ocehan. Sangat setuju dengan pendapat yang diutarakan oleh Buya Hamka.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Jangan-jangan narasi yang diangkat hanyalah benalu? Hidup di era digital seharusnya multi peran, melek teknologi informasi dan pengetahuan menjadi tombak perubahan.

Dimana Peran difungsikan sebagai menuai kebaikan untuk kemajuan seksama, Siapa bilang terhanyut? Siapa bilang termakan? Kemungkinan anda yang mati jejak? Atau mati pasaran atau lebih mirisnya tidak bisa berkembang? Hahaha..

Baca Juga  Fenomena Flexing di Media Sosial: Antara Identitas, Ekspresi Diri, dan Perubahan Sosial

Jangan lupa evaluasi diri anda, jangan mati hanya keserakahan pikiran yang terbentur oleh kesesatan!

Jangan katakan, simbol identitas yang dibawa adalah: Idealisme dan Intelektual. Kenyataannya adalah sampah peradaban. Dua hari lagi akan hadir kelas kesadaran untuk menuntaskan penyelewengan akal sehat dan alam sadar. Hehehe..

*)Fahrur Rozi – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi suaranet.id

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?
Catatan Kritis Seleksi Sekda Sumenep, Dosa-Dosa Birokratis dan Etis Calon Kuat
PPK Ormawa: Wadah Kreativitas Mahasiswa dan Motor Penggerak Kemandirian Desa
Standar Ganda Penegak Perda Hiburan di Pamekasan
Mengurai Misteri Dana Hibah Jatim: Siapa Dalang di Balik Kerugian Negara?
Intelektual Organik dalam Perjuangan Sosial dan Politik di Indonesia
Konflik Palestina: Ketika Dunia Diam, Rakyat Sipil Harus Bergerak
Drama Posko Pengaduan BSPS: Topeng Kepura-puraan DPRD Sumenep di Tengah Skandal Pokir

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:47 WIB

Catatan Kritis Seleksi Sekda Sumenep, Dosa-Dosa Birokratis dan Etis Calon Kuat

Jumat, 26 September 2025 - 09:51 WIB

PPK Ormawa: Wadah Kreativitas Mahasiswa dan Motor Penggerak Kemandirian Desa

Selasa, 19 Agustus 2025 - 19:19 WIB

Standar Ganda Penegak Perda Hiburan di Pamekasan

Senin, 19 Mei 2025 - 14:44 WIB

Mengurai Misteri Dana Hibah Jatim: Siapa Dalang di Balik Kerugian Negara?

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB