Soroti Kecelakaan Mahasiswa Akibat Kabel Fiber, Direktur LHB: Polri Harus Segera Usut Kasus Ini

- Publisher

Jumat, 4 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LHB meminta kasus ini segera diusut dan meminta pemilik kabel bertanggung jawab atas kelalaian membiarkan kabel optik melintang hingga mencelakakan dirinya.

LHB meminta kasus ini segera diusut dan meminta pemilik kabel bertanggung jawab atas kelalaian membiarkan kabel optik melintang hingga mencelakakan dirinya.

Jakarta, SuaraNetDirektur Eksekutif Lentera Huma Berhati (LHB) Khairul Anam menyoroti kasus yang menimpa seorang mahasiswa bernama Sultan Rif’at Alfatih (20) menjadi korban jeratan kabel fiber optik yang melintang di bilangan Jakarta Selatan, pada 5 Januari lalu.

Pasalnya, kata Anam Ayah Sultan, Fatih, sudah berjalan ke sana ke mari untuk mencari keadilan. Bahkan, laporannya pernah ditolak Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Selatan karena mulanya identitas perusahaan tak diketahui.

Namun belakangan, setelah Fatih mencari sendiri identitas perusahaan pemilik kabel fiber optik tersebut. Berbekal video viral di media sosial dan keterangan para saksi di lapangan, dia menghubungi Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Akhirnya didapatkan bahwa perusahaan Bali Towerindo sebagai pemilik kabel fiber optik yang menjuntai di sekitar Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan.

“Setiap laporan dari masyarakat kepada aparat kepolisian harusnya dapat ditelaah, baik itu berupa investigasi ataupun pendalaman terlebih dahulu, bukan langsung memberikan justifikasi bahwa laporan tidak layak dilanjutkan karena alasan tertentu,” tegas Anam di Jakarta, Kamis (03/08/2023).

Baca Juga  Pemerintah Siapkan Langkah Tegas dalam Pemberantasan Narkoba di Indonesia

Menurut Anam, sikap kepolisian semacam ini tidak mencerminkan Polri yang PRESISI (Prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan) sesuai dengan Slogan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Polri harus segera usut tuntas kasus ini, agar kasus yang sudah kadung viral tersebut dapat terselesaikan secara adil dan transparan, dengan begitu kepercayaan masyarakat tidak semakin tergerus terhadap Korps Bhayangkara,” tuturnya.

Anam meminta kepada pemerintah maupun pihak operator atau mitra kerjanya agar segera melakukan penataan terhadap kabel yang menjuntai dan membahayakan masyarakat agar tidak memakan korban lagi.

“Ini harus menjadi atensi khusus, agar tidak terjadi korban berikutnya karena sikap apatis pemangku kebijakan terhadap penataan kabel yang semerawut,” ucapnya.

“Polri juga harus berani menindak pihak-pihak terkait dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan konstitusi yang ada,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Sultan Rif’at Alfatih sebagai salah satu Mahasiswa Universitas Brawijaya ini menulis surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Baca Juga  Setelah Nadiem Ditahan, Giliran Mantan Staf Khususnya Dikejar Interpol Atas Kasus Korupsi!

Surat dengan tulisan tangan tersebut ditunjukkan ayah Sultan, Fatih, saat datang ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Metro Jaya untuk berkonsultasi, Rabu (2/8/2023).

Dalam surat itu, Sultan menjelaskan bahwa tenggorokannya rusak parah sehingga saluran makan dan saluran pernapasannya juga rusak.

Sultan juga meminta kasus ini segera diusut dan meminta pemilik kabel bertanggung jawab atas kelalaian membiarkan kabel optik melintang hingga mencelakakan dirinya.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik
Jambi di Ambang Bencana Ekologis, WALHI Catat Hampir 1 Juta Hektar Tutupan Lahan Hilang
Bertemu Dasco, Presiden Prabowo Fokuskan Pemulihan Pascabencana di Awal 2026
Punya Istri dan Dua Anak, Kepala BNN Diduga Selingkuh dengan Shandy Aulia
Buron Kasus Penipuan Miliaran, Haksono Santoso Komisaris PT AKS Akhirnya Diciduk di Jakarta
Putusan MK Jadi Angin Segar bagi Masyarakat Hutan dan Petani Kecil
Ribuan Chef Profesional Turun untuk Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Senin, 5 Januari 2026 - 14:45 WIB

Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:24 WIB

Jambi di Ambang Bencana Ekologis, WALHI Catat Hampir 1 Juta Hektar Tutupan Lahan Hilang

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:44 WIB

Bertemu Dasco, Presiden Prabowo Fokuskan Pemulihan Pascabencana di Awal 2026

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:52 WIB

Punya Istri dan Dua Anak, Kepala BNN Diduga Selingkuh dengan Shandy Aulia

Berita Terbaru