SuaraNet, Pamekasan – Pengurus Bengkel Sastra (BS) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura periode 2026–2027 resmi dilantik pada Kamis (11/6/2026) di Aula Perpustakaan UIN Madura. Pelantikan yang mengusung tema “Hijaukan Narasi Ruang Sastra dan Intelektual di Era Disrupsi” tersebut menjadi titik awal komitmen kepengurusan baru dalam mengembangkan budaya literasi dan kesastraan di lingkungan kampus.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Pergantian estafet kepemimpinan ditandai dengan penyematan simbolis oleh ketua demisioner kepada jajaran pengurus baru.
Momen tersebut turut disaksikan sejumlah akademisi, pengurus organisasi kemahasiswaan, serta alumni Bengkel Sastra.
Hadir dalam kegiatan itu Pembina Bengkel Sastra UIN Madura, Syahrul Romadhon, M.Pd., Sekretaris Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Moch. Arifin Alatas, M.Pd., serta Wakil Administrasi Umum Pamekasan, Ahmad Zaini, M.Pd., M.HP.
Dukungan juga datang dari jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Madura, Compok Literasi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran Intelektual dan Riset UIN Madura, hingga para senior alumni Bengkel Sastra.
Dalam sambutannya, Demisioner Ketua Umum Bengkel Sastra periode 2025–2026, Moh. Da’i, menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh anggota organisasi. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin dalam mengayomi anggotanya.
Selain itu, ia juga menitipkan pesan agar kepengurusan baru terus merawat dan mengembangkan tradisi kebudayaan Madura melalui karya tulis dan sastra.
“Seorang pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang bersikap diktator, melainkan pemimpin yang menjadi pelayan bagi anggotanya,” tegasnya di hadapan para pengurus dan tamu undangan.
Sementara itu, Pembina Bengkel Sastra UIN Madura, Syahrul Romadhon, M.Pd., berharap kepengurusan baru mampu menjaga eksistensi organisasi melalui program kerja yang terarah dan berkelanjutan. Ia menilai Bengkel Sastra memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia.
Syahrul juga meminta para senior dan pengurus demisioner tetap memberikan pendampingan kepada generasi berikutnya agar proses regenerasi organisasi berjalan dengan baik.
“Semoga eksistensi Bengkel Sastra terus menjadi bagian dari eksistensi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia,” harap Syahrul.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Moch. Arifin Alatas, M.Pd., mengingatkan mahasiswa agar tetap mengutamakan tanggung jawab akademik di tengah aktivitas organisasi. Menurutnya, kemampuan mengelola waktu menjadi kunci bagi mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan kampus.
“Bismillah, internal jalan, eksternal juga jalan. Harus bisa disiplin, disiplin waktu dan lain sebagainya,” pesannya.
Pelantikan pengurus Bengkel Sastra periode 2026–2027 ini tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menandai lahirnya komitmen baru untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam pengembangan literasi, kesastraan, dan ruang intelektual di tengah tantangan era disrupsi.






