Bengkel Sastra UIN Madura Resmi Berganti Nahkoda, Usung Penguatan Ruang Sastra di Era Disrupsi

- Publisher

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Bengkelsastra

Dok. Bengkelsastra

SuaraNet, Pamekasan Pengurus Bengkel Sastra (BS) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura periode 2026–2027 resmi dilantik pada Kamis (11/6/2026) di Aula Perpustakaan UIN Madura. Pelantikan yang mengusung tema “Hijaukan Narasi Ruang Sastra dan Intelektual di Era Disrupsi” tersebut menjadi titik awal komitmen kepengurusan baru dalam mengembangkan budaya literasi dan kesastraan di lingkungan kampus.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Pergantian estafet kepemimpinan ditandai dengan penyematan simbolis oleh ketua demisioner kepada jajaran pengurus baru.

Momen tersebut turut disaksikan sejumlah akademisi, pengurus organisasi kemahasiswaan, serta alumni Bengkel Sastra.

Hadir dalam kegiatan itu Pembina Bengkel Sastra UIN Madura, Syahrul Romadhon, M.Pd., Sekretaris Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Moch. Arifin Alatas, M.Pd., serta Wakil Administrasi Umum Pamekasan, Ahmad Zaini, M.Pd., M.HP.

Dukungan juga datang dari jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Madura, Compok Literasi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran Intelektual dan Riset UIN Madura, hingga para senior alumni Bengkel Sastra.

Dalam sambutannya, Demisioner Ketua Umum Bengkel Sastra periode 2025–2026, Moh. Da’i, menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh anggota organisasi. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja, tetapi juga oleh kemampuan pemimpin dalam mengayomi anggotanya.

Baca Juga  SMSI Pamekasan Resmi Dikukuhkan, Siap Dorong Profesionalisme Media Siber dan Redam Hoaks

Selain itu, ia juga menitipkan pesan agar kepengurusan baru terus merawat dan mengembangkan tradisi kebudayaan Madura melalui karya tulis dan sastra.

“Seorang pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang bersikap diktator, melainkan pemimpin yang menjadi pelayan bagi anggotanya,” tegasnya di hadapan para pengurus dan tamu undangan.

Sementara itu, Pembina Bengkel Sastra UIN Madura, Syahrul Romadhon, M.Pd., berharap kepengurusan baru mampu menjaga eksistensi organisasi melalui program kerja yang terarah dan berkelanjutan. Ia menilai Bengkel Sastra memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia.

Syahrul juga meminta para senior dan pengurus demisioner tetap memberikan pendampingan kepada generasi berikutnya agar proses regenerasi organisasi berjalan dengan baik.

“Semoga eksistensi Bengkel Sastra terus menjadi bagian dari eksistensi Program Studi Tadris Bahasa Indonesia,” harap Syahrul.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Moch. Arifin Alatas, M.Pd., mengingatkan mahasiswa agar tetap mengutamakan tanggung jawab akademik di tengah aktivitas organisasi. Menurutnya, kemampuan mengelola waktu menjadi kunci bagi mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan kampus.

Baca Juga  Al-Anwar Gelar HIMA 2026, Padukan Kompetisi, Edukasi dan Hiburan dalam Satu Panggung

“Bismillah, internal jalan, eksternal juga jalan. Harus bisa disiplin, disiplin waktu dan lain sebagainya,” pesannya.

Pelantikan pengurus Bengkel Sastra periode 2026–2027 ini tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menandai lahirnya komitmen baru untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam pengembangan literasi, kesastraan, dan ruang intelektual di tengah tantangan era disrupsi.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara
Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel
Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim
Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?
MTN Seni Budaya Gelar Residensi Menulis “Menggarami Tiga Praja”
Al-Anwar Gelar HIMA 2026, Padukan Kompetisi, Edukasi dan Hiburan dalam Satu Panggung

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:52 WIB

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:28 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:05 WIB

Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:06 WIB

Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB