PMII UIN Madura Gelar Demo, Tuding Satgas dan BGN Lalai Awasi Program MBG Pamekasan

- Publisher

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa PMII UIN Madura berunjuk rasa dengan membakar ban di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis (12/3/2026), sebagai bentuk protes terhadap pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mahasiswa PMII UIN Madura berunjuk rasa dengan membakar ban di depan Kantor Bupati Pamekasan, Kamis (12/3/2026), sebagai bentuk protes terhadap pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pamekasan — Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (12/3/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuding Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Badan Gizi Nasional (BGN) lalai dalam mengawasi pelaksanaan program MBG di Kabupaten Pamekasan.

Aksi berlangsung dengan membakar ban di depan pintu masuk Kantor Bupati sebagai bentuk protes. Massa juga sempat mencoba masuk ke area kantor bupati hingga terjadi aksi dorong-dorongan dengan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.

Mahasiswa mengaku kecewa karena perwakilan Satgas MBG maupun Koordinator Wilayah BGN Pamekasan tidak hadir menemui massa aksi untuk memberikan penjelasan terkait berbagai persoalan yang mereka soroti.

Ketua Komisariat PMII UIN Madura, Arisandi, mengatakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis seharusnya diawasi secara ketat agar tepat sasaran dan aman bagi siswa. Namun, menurutnya, sejumlah temuan di lapangan menunjukkan masih adanya masalah dalam pelaksanaan program tersebut.

“Satgas seharusnya memberikan teguran kepada dapur SPPG yang tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Padahal sertifikat itu wajib sesuai peraturan Menteri Kesehatan,” ujar Arisandi saat menyampaikan orasi.

Baca Juga  Satpol PP Pamekasan Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Ia menyebutkan, dari total 114 dapur MBG di Pamekasan, hanya 97 dapur yang dinyatakan memenuhi standar kebersihan dan sanitasi agar makanan aman dikonsumsi.

Arisandi menilai kondisi tersebut menunjukkan pengawasan dari Satgas MBG masih belum maksimal. Ia bahkan mempertanyakan keseriusan Satgas dalam menjalankan tugas pengawasan di lapangan.

“Kalau Satgas tidak serius menjalankan tugasnya, lebih baik mundur. Kalau perlu kami akan menggelar aksi lanjutan,” tegasnya.

Selain persoalan dapur MBG, mahasiswa juga menyoroti sejumlah kasus yang diduga berkaitan dengan program tersebut di beberapa wilayah di Pamekasan. Salah satunya kasus keracunan siswa di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan pada 9 September 2025.

Kasus serupa juga terjadi pada sembilan siswa SDN Toronan 1 Pamekasan yang diduga mengalami keracunan makanan pada 15 Oktober 2025.

Keluhan lain datang dari wali murid di Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, yang mengembalikan menu MBG karena dinilai tidak layak pada 26 Februari 2026. Selain itu, menu rapel dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sewindu Barurambat Kota yang diterima siswa SDN Kowel III Pamekasan pada 23 Februari 2026 juga dikeluhkan.

Baca Juga  Dear Jatim Geruduk Agrinas Surabaya, Pertanyakan Realisasi Anggaran Proyek KDMP Rp1,6 Miliar

Protes juga muncul dari wali murid SDN Bajang 2, Kecamatan Pakong. Menu MBG dari SPPG Pratama Pakong Yayasan Fatimah Maju Bersama yang diterima siswa pada 24 Februari 2026 disebut berbau kurang sedap dan diduga tidak layak dikonsumsi.

Selain itu, menu MBG dari SPPG Yayasan Yasmin Ambet Pamekasan serta dapur Yayasan Alhumaidy di Desa Blaban juga sempat menuai sorotan dari masyarakat karena dinilai kurang layak.

Menurut Arisandi, berbagai kejadian tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Pamekasan.

“Kasus ini memicu kekhawatiran masyarakat. Kami meminta pihak BGN turun tangan untuk mengevaluasi kinerja Satgas MBG di Pamekasan,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, mereka meminta pemerintah menindaklanjuti laporan keracunan makanan dan temuan makanan tidak layak yang terjadi di sejumlah sekolah.

Kedua, mahasiswa menuntut Badan Gizi Nasional bertanggung jawab atas kasus keracunan massal yang diduga berkaitan dengan program MBG.

Ketiga, mereka mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigatif terhadap pengelolaan program MBG karena besarnya anggaran yang dinilai rawan penyimpangan.

Baca Juga  Rayakan 1 Abad NU, Owner PT Bawang Mas Group Pamekasan Sebut NU Menjaga Kerukunan Umat Beragama

Keempat, mahasiswa meminta program MBG di Pamekasan dihentikan sementara atau dilakukan evaluasi menyeluruh hingga pengawasan dan kualitas makanan benar-benar terjamin.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Al-Anwar Gelar HIMA 2026, Padukan Kompetisi, Edukasi dan Hiburan dalam Satu Panggung
Bengkel Sastra UIN Madura Resmi Berganti Nahkoda, Usung Penguatan Ruang Sastra di Era Disrupsi
Dear Jatim Geruduk Agrinas Surabaya, Pertanyakan Realisasi Anggaran Proyek KDMP Rp1,6 Miliar
Tambang Ilegal Bertahun-Tahun Terbongkar, Samin Tan Berujung Ditahan
Profil Samin Tan, Bos Tambang yang Ditahan Kejagung Usai Pernah Lolos dari Jerat Hukum
Sambut Idul Adha 1447 H, Remas Nurul Iman Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis
Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Skandal Tambang Ilegal PT AKT Rp8 Triliun, CBA Desak Kejagung Usut Aktor Besar di Balik Samin Tan

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:16 WIB

Al-Anwar Gelar HIMA 2026, Padukan Kompetisi, Edukasi dan Hiburan dalam Satu Panggung

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:54 WIB

Bengkel Sastra UIN Madura Resmi Berganti Nahkoda, Usung Penguatan Ruang Sastra di Era Disrupsi

Senin, 8 Juni 2026 - 22:21 WIB

Dear Jatim Geruduk Agrinas Surabaya, Pertanyakan Realisasi Anggaran Proyek KDMP Rp1,6 Miliar

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:54 WIB

Tambang Ilegal Bertahun-Tahun Terbongkar, Samin Tan Berujung Ditahan

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:43 WIB

Sambut Idul Adha 1447 H, Remas Nurul Iman Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis

Berita Terbaru