Pentas Wayang Jadi Panggung Protes, Masyarakat Rojhung Kritik Pemerintah

- Publisher

Selasa, 7 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi publik perdana Masyarakat Rohjung.

Diskusi publik perdana Masyarakat Rohjung.

Pamekasan– Lapangan Sadangdang, Pamekasan, Sabtu (4/1) malam, menjadi saksi bisu kebangkitan semangat melestarikan budaya Madura. Masyarakat Rojhung, sebuah komunitas kebudayaan, menggelar pertunjukan wayang kulit asli Madura sebagai bentuk protes terhadap sikap pemerintah yang dianggap abai terhadap warisan leluhur.

Dalam sambutannya, Novi Kamalia, ketua Masyarakat Rojhung, dengan tegas menyuarakan kekecewaannya terhadap pemerintah Pamekasan karena dinilai abai terhadap budaya lokal.

“Pagelaran budaya seperti ini seharusnya tidak dipersulit dengan birokrasi yang berbelit-belit. Jika pemerintah tidak bisa membantu pendanaan, setidaknya permudah izinnya. Biar kami yang menyelenggarakan, karena melestarikan budaya tidak cukup hanya dengan wacana, tapi harus ada tindakan nyata,” tegasnya.

Sentimen serupa juga diungkapkan oleh Faridi, anggota DPRD Pamekasan.

“Tidak ada rasa memiliki terhadap ruang kebudayaan di Pamekasan. Ini harus segera diubah agar budaya kita tidak kehilangan relevansinya,” ujarnya.

Dalam diskusi publik yang digelar setelah pertunjukan, para pembicara sepakat bahwa pemerintah daerah dan dinas terkait harus lebih proaktif dalam mendukung pelestarian budaya.

“Kegiatan ini adalah bentuk demonstrasi dari masyarakat. Jika saya menjadi kepala dinas atau bupati, saya akan mendukung penuh kegiatan seperti ini,” tegas R. Wazirul Jihad, salah satu peserta diskusi.

Baca Juga  Istirahat Dari Politik, Anies Keliling Kampus Ajak Mahasiswa Manfaatkan Digital Untuk Kawal Demokrasi

Penulis : Eros Van Jasa

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa
Partai Golkar Sumenep Berbagi Ratusan Takjil dan Konsolidasi Internal di Bulan Ramadan
211 Anggota DPR Diduga Sembunyikan Riwayat Pendidikan, Ada Apa dengan KPU?
Jaka Jatim Warning Bupati Pamekasan: Program Daerah Bukan untuk Keluarga dan Kelompok Tertentu!
Aktivis Anti Korupsi Soroti Potensi Penyelewengan APBD Pamekasan 2025
Jokowi Antar Prabowo Pulang Usai Kunjungan Kerja Dua Hari di Jateng
Website Diskominfo Jatim Diretas dengan Pesan “Copot Jabatan dan Penjarakan Khofifah” Usai Gubernur Mangkir dari Panggilan KPK
Bupati-Wakil Bupati Pamekasan Siap Nahkodai Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:08 WIB

PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:05 WIB

Partai Golkar Sumenep Berbagi Ratusan Takjil dan Konsolidasi Internal di Bulan Ramadan

Sabtu, 20 September 2025 - 22:49 WIB

211 Anggota DPR Diduga Sembunyikan Riwayat Pendidikan, Ada Apa dengan KPU?

Selasa, 9 September 2025 - 13:44 WIB

Jaka Jatim Warning Bupati Pamekasan: Program Daerah Bukan untuk Keluarga dan Kelompok Tertentu!

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Aktivis Anti Korupsi Soroti Potensi Penyelewengan APBD Pamekasan 2025

Berita Terbaru