Gibran Rakabuming Raka Dikritik karena Tidak Memiliki Pengalaman

- Publisher

Sabtu, 28 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gibran Rakabuming Raka.

Gibran Rakabuming Raka.

Jakarta, SuaraNet Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo, dikritik karena tidak memiliki pengalaman di dunia politik dan pemerintahan. Kritik tersebut muncul setelah Gibran dideklarasikan sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto pada pemilihan umum 2024.

Gibran merupakan sosok yang relatif baru di dunia politik. Hanya dalam kurun waktu dua tahun, ia meniti karier politik dengan  sebagai Wali Kota Solo yang baru. Sebelumnya, Gibran pernah menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kota Surakarta.

Kritik terkait kurangnya pengalaman Gibran di dunia politik dan pemerintahan disampaikan oleh berbagai pihak, termasuk para pakar politik dan pengamat politik.

Pakar politik dari Universitas Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan bahwa penunjukan Gibran sebagai calon wakil presiden merupakan langkah yang berisiko. Ujang mengatakan bahwa Gibran belum memiliki pengalaman yang cukup untuk menjadi pemimpin di tingkat nasional.

“Ini merupakan langkah yang berisiko,” kata Ujang.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Muradi, mengatakan bahwa penunjukan Gibran sebagai calon wakil presiden merupakan langkah yang pragmatis. Muradi mengatakan bahwa Prabowo Subianto ingin meraih suara milenial dengan menunjuk Gibran sebagai calon wakil presiden.

Baca Juga  Munculnya Petisi Tolak Kenaikan PPN 12 Persen Raih 90 Ribu Dukungan Masyarakat.

“Prabowo ingin meraih suara milenial dengan menunjuk Gibran sebagai calon wakil presiden. Ini merupakan langkah yang pragmatis,” kata Muradi.

Gibran sendiri belum memberikan tanggapan terkait kritik yang dialamatkan kepadanya. Namun, Gibran pernah mengatakan bahwa dia siap untuk menjadi calon wakil presiden.

“Saya siap menjadi calon wakil presiden. Saya akan bekerja keras untuk memenangkan pemilihan umum,” kata Gibran.

Berikut adalah beberapa kritik yang dialamatkan kepada Gibran Rakabuming Raka terkait kurangnya pengalaman:

  • Gibran belum memiliki pengalaman yang cukup untuk menjadi pemimpin di tingkat nasional.
  • Gibran belum memiliki pengalaman di dunia pemerintahan.
  • Gibran belum memiliki pengalaman di dunia politik.
  • Gibran merupakan sosok yang pragmatis.

Kritik-kritik tersebut dapat menjadi tantangan bagi Gibran dalam upayanya meraih suara pemilih. Namun, Gibran juga memiliki potensi untuk menarik suara milenial, yang merupakan kelompok pemilih terbesar di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa
Partai Golkar Sumenep Berbagi Ratusan Takjil dan Konsolidasi Internal di Bulan Ramadan
211 Anggota DPR Diduga Sembunyikan Riwayat Pendidikan, Ada Apa dengan KPU?
Jaka Jatim Warning Bupati Pamekasan: Program Daerah Bukan untuk Keluarga dan Kelompok Tertentu!
Aktivis Anti Korupsi Soroti Potensi Penyelewengan APBD Pamekasan 2025
Jokowi Antar Prabowo Pulang Usai Kunjungan Kerja Dua Hari di Jateng
Website Diskominfo Jatim Diretas dengan Pesan “Copot Jabatan dan Penjarakan Khofifah” Usai Gubernur Mangkir dari Panggilan KPK
Bupati-Wakil Bupati Pamekasan Siap Nahkodai Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:08 WIB

PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:05 WIB

Partai Golkar Sumenep Berbagi Ratusan Takjil dan Konsolidasi Internal di Bulan Ramadan

Sabtu, 20 September 2025 - 22:49 WIB

211 Anggota DPR Diduga Sembunyikan Riwayat Pendidikan, Ada Apa dengan KPU?

Selasa, 9 September 2025 - 13:44 WIB

Jaka Jatim Warning Bupati Pamekasan: Program Daerah Bukan untuk Keluarga dan Kelompok Tertentu!

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Aktivis Anti Korupsi Soroti Potensi Penyelewengan APBD Pamekasan 2025

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB