Kualitas Udara di DKI Jakarta Masih Masuk Kategori Tidak Sehat

- Publisher

Kamis, 12 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta tergolong sebagai kota dengan tingkat pencemaran udara tertinggi di dunia

Jakarta tergolong sebagai kota dengan tingkat pencemaran udara tertinggi di dunia

Jakarta, SuaraNet– Kamis, 12 Oketober 2023, pagi hingga pukul 06.00 WIB, kualitas udara di DKI Jakarta tergolong dalam kategori tidak sehat. Hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat partikel halus (Particulate Matter/PM) 2,5, yang mencapai angka 101-199 berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Menurut laman resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta, salah satu wilayah yang tercatat memiliki tingkat PM2,5 yang tinggi adalah Lubang Buaya di Jakarta Timur, dengan angka 113. Angka ini mengindikasikan bahwa kualitas udara pada wilayah tersebut berdampak merugikan bagi manusia, kelompok hewan yang sensitif, serta dapat menyebabkan kerusakan pada tumbuhan dan nilai estetika.

Standar kualitas udara yang baik memiliki rentang PM2,5 antara 0 hingga 50. Dalam rentang ini, tingkat kualitas udara tidak memberikan efek negatif terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, maupun nilai estetika.

Di sisi lain, kategori “sangat tidak sehat” ditandai dengan rentang PM2,5 antara 200 hingga 299. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas udara pada kisaran ini dapat berdampak merugikan kesehatan bagi sebagian populasi yang terpapar. Sementara itu, kategori “berbahaya” (300-500) menunjukkan bahwa kualitas udara secara umum dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Pj Bupati Pamekasan Ajak ASN Optimis Hadapi Tahun 2024

Selain Lubang Buaya, penilaian ISPU juga menunjukkan bahwa kualitas udara di wilayah lain di DKI Jakarta tergolong dalam kategori “sedang”. Misalnya, Bundaran HI di Jakarta Pusat mencapai angka 85, Kelapa Gading di Jakarta Utara sebesar 87, Jagakarsa di Jakarta Selatan sebesar 79, dan Kebon Jeruk di Jakarta Barat mencapai 69.

Dalam pemantauan yang dilakukan oleh situs IQ Air pada Kamis pukul 06.32 WIB, Jakarta tergolong sebagai kota dengan tingkat pencemaran udara tertinggi di dunia, menempati peringkat keempat dengan nilai 176. Kota-kota lain yang masuk dalam daftar ini adalah Delhi, India (peringkat pertama dengan nilai 199), Lahore, Pakistan (peringkat kedua dengan nilai 183), Kolkata, India (peringkat ketiga dengan nilai 177), dan Dhaka, Bangladesh (peringkat kelima dengan nilai 171).

Indeks Kualitas Udara (IKU) di Jakarta mencapai tingkat yang sangat tinggi, karena konsentrasi PM2,5 saat ini sudah melebihi 20,6 kali lipat dari nilai panduan kualitas udara yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Baca Juga  Bencana Karhutla Meningkat: Presiden Jokowi Minta Panglima TNI dan Kapolri Segera Bertindak!

Data mengenai kualitas udara ini didapatkan melalui pengamatan di 20 stasiun pemantau, termasuk di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk), dan Jimbaran (Ancol).

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik
Jambi di Ambang Bencana Ekologis, WALHI Catat Hampir 1 Juta Hektar Tutupan Lahan Hilang
Bertemu Dasco, Presiden Prabowo Fokuskan Pemulihan Pascabencana di Awal 2026
Punya Istri dan Dua Anak, Kepala BNN Diduga Selingkuh dengan Shandy Aulia
Buron Kasus Penipuan Miliaran, Haksono Santoso Komisaris PT AKS Akhirnya Diciduk di Jakarta
Putusan MK Jadi Angin Segar bagi Masyarakat Hutan dan Petani Kecil
Ribuan Chef Profesional Turun untuk Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Senin, 5 Januari 2026 - 14:45 WIB

Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:24 WIB

Jambi di Ambang Bencana Ekologis, WALHI Catat Hampir 1 Juta Hektar Tutupan Lahan Hilang

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:44 WIB

Bertemu Dasco, Presiden Prabowo Fokuskan Pemulihan Pascabencana di Awal 2026

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:52 WIB

Punya Istri dan Dua Anak, Kepala BNN Diduga Selingkuh dengan Shandy Aulia

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB