Kisah tersebut bisa ditemukan dalam cerpen “Bajing” yang juga mengalami dekonstruksi. Cerpen ini berkisah tentang seorang bajing (bandit) yang disegani. Ia terkenal sebagai bajing yang pernah terlibat carok. Rencana menikahi perempuan yang berstatus sebagai istri orang menjadi muasal atas kematian Mahrawi, sang bajing, yang mestinya menang dalam berduel.
Keadaan berbeda terdapat pada cerpen yang menyinggung perihal totalitas dalam beragama yang berdampak pada aspek sosial. Cerpen “Menara Emas” berkisah tentang keluarga yang rela ketika permukimannya dijadikan tempat mendirikan base transceiver station demi kesempurnaan agama tanpa memikirkan dampak pada orang sekitar. Sedangkan “Ulat Daun Emas” menceritakan Sappak sebagai pemasok tembakau yang lebih ingin haji daripada membayar utang. Ia seringkali memanipulasi petani tembakau. Ia melakukan kecurangan tanpa memikirkan keadaan orang lain.
Wacana ada dalam kumpulan cerpen mengarah pada dekonstruksi yang mengajak pembaca untuk menangkap makna. Cerita yang dialami para tokoh sebaiknya menjadi pelajaran bagi pembaca agar tidak melakukan kesalahan yang sama.
Halaman : 1 2






