Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

- Publisher

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu MBG di Pamekasan ditemukan berulat.

Menu MBG di Pamekasan ditemukan berulat.

Pamekasan—Program Makanan Bergizi (MBG) di Desa Lesong Daya, Kabupaten Pamekasan, kembali menuai kritik. Wali murid dan tenaga pendidik mengeluhkan kualitas menu yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera, yang dinilai tidak layak konsumsi, termasuk temuan buah berulat.

Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut, masalah kualitas makanan bukan kali pertama terjadi.

“Keluhan dari pihak sekolah sudah sering terjadi karena makanan yang disediakan kurang layak dikonsumsi. Ini bukan kejadian pertama, sebelumnya juga pernah terjadi,” ujarnya, Rabu (29/4/2025).

Menurut dia, sejumlah menu yang didistribusikan kerap bermasalah, mulai dari kondisi wadah, aroma, hingga kualitas bahan makanan. Ia mencontohkan, pada distribusi sebelumnya lauk ikan lele hanya menyisakan tulang, serta ditemukan buah yang diduga mengandung ulat.

Keluhan serupa juga disampaikan seorang guru di desa setempat. Ia menilai program MBG kurang diminati siswa akibat kualitas dan variasi menu yang terbatas. Bahkan, beberapa siswa memilih tidak mengonsumsi makanan yang diberikan.

Baca Juga  Pilkada 2024: Momentum Demokrasi Tanpa Money Politik

“Porsi dan jenis lauk sering tidak sesuai harapan. Menunya juga kurang bervariasi dan cenderung berulang,” ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan, siswa hanya menerima kombinasi sederhana seperti telur, sayur, dan nasi, atau makanan ringan berupa roti, susu, dan buah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG, Novan, menyampaikan permohonan maaf. Ia berjanji akan menelusuri sumber permasalahan, terutama terkait kualitas bahan baku dari pemasok.

“Nanti saya akan urus ke pemasok, kok bisa bahan bakunya jelek dikirim ke sini. Saya juga kurang teliti atas bahan baku yang datang,” katanya.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Endus Intervensi Politik di Kasus Hibah Jatim, Jaka Jatim Desak KPK Segera Tahan Anwar Sadad
Warga Lerpak Bangkalan Kritik Rencana Pengeboran Minyak, 90 Persen Hasil Disebut ke Pihak Luar
Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos
Raffi Ahmad Disebut Bawa Pesan Istana di Balik Mundurnya Perry Warjiyo
KKN UIN Madura Posko 05 Kembangkan Kaligrafi sebagai Media Dakwah di Desa Dasok
Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia
Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Endus Intervensi Politik di Kasus Hibah Jatim, Jaka Jatim Desak KPK Segera Tahan Anwar Sadad

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Warga Lerpak Bangkalan Kritik Rencana Pengeboran Minyak, 90 Persen Hasil Disebut ke Pihak Luar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Raffi Ahmad Disebut Bawa Pesan Istana di Balik Mundurnya Perry Warjiyo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:37 WIB

KKN UIN Madura Posko 05 Kembangkan Kaligrafi sebagai Media Dakwah di Desa Dasok

Berita Terbaru

Berita

Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos

Rabu, 12 Agu 2026 - 18:37 WIB