Diduga Asal Masak, Menu MBG di SDN Bujur Timur 2 Kerap Ditolak Siswa

- Publisher

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu program Makan Bergizi Gratis di SDN Bujur Timur 2, Pamekasan, disebut kerap ditolak siswa karena kualitas makanan dinilai kurang layak.

Menu program Makan Bergizi Gratis di SDN Bujur Timur 2, Pamekasan, disebut kerap ditolak siswa karena kualitas makanan dinilai kurang layak.

Pamekasan — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Bujur Timur 2, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, dikeluhkan penerima manfaat. Menu makanan yang dibagikan setiap hari disebut tidak layak konsumsi karena rasa dan kualitasnya dinilai buruk, sehingga kerap ditolak siswa.

Salah seorang guru yang enggan disebut namanya mengatakan, nasi dan sayur yang diberikan sering kali tidak matang sempurna dan minim bumbu. Ia mengungkapkan, tekstur nasi terasa keras seperti belum masak dengan baik.

“Nasinya kayak tidak matang, sayurnya dikasih ke sapi karena rasanya hambar,” ujarnya menceritakan kondisi menu yang diterima sekolah.

Menurutnya, kejadian tersebut bukan sekali dua kali, tetapi hampir setiap hari. Banyak siswa enggan menyantap makanan, sehingga para guru memilih memberikannya kepada ternak agar tidak terbuang sia-sia.

“Setiap hari menu yang diedarkan tidak dimakan oleh siswa, terpaksa dikasih makan ternak,” tambahnya.

Program MBG merupakan salah satu program prioritas presiden untuk meningkatkan status gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta menggerakkan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan petani lokal. Di sekolah, program ini diharapkan membantu pemenuhan gizi anak dan meringankan beban keluarga dalam menyediakan makanan sehat.

Baca Juga  DKPP Pamekasan Gelontorkan Dana Rp 1,5 Miliar untuk Bantuan Hand Traktor

Namun, pelaksanaan program di SDN Bujur Timur 2 dinilai belum berjalan sesuai tujuan. Informasi yang dihimpun menyebut menu kerap monoton, kurang bervariasi, dan memiliki rasa hambar.

Belum ada pengawasan ketat terhadap kualitas bahan makanan maupun proses pengolahannya dari pihak pelaksana dan instansi terkait.

Guru tersebut berharap pemerintah daerah dan pengelola program segera melakukan evaluasi. Ia menilai penyedia makanan perlu memahami selera anak, termasuk pengolahan bumbu, kualitas beras, dan kebersihan dapur.

“Kalau anak tidak mau makan, itu tanda ada masalah. Ini bukan sekadar membagikan makanan, tapi memastikan mereka benar-benar makan,” katanya.

 

 

 

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum
KPK Dalami Kasus Cukai Rokok, H. Mukmin, Iskandar, dan Syafwan Wahyudi Ikut Disorot
Kasus Cukai Melebar, Sejumlah Pengusaha Rokok di Sumenep Masuk Radar KPK
KPK Perluas Kasus Suap Bea Cukai, Industri Rokok Jatim–Jateng Disorot
Menkeu Ancam Tutup Peredaran Rokok Ilegal Jika Tak Masuk Pasar Legal
KPK Terus Memperluas Penyidikan Kasus Suap Bea dan Cukai, Pengusaha Rokok Malang Ikut Disorot?
Milik Tokoh Ternama, Rokok Ilegal Sendang Biru Tetap Terdistribusi di Balik Gencarnya Penindakan
Rokok Ilegal Merek L300, Marbol, dan Boss Caffe Latte Disita di Palu
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:19 WIB

Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum

Senin, 13 April 2026 - 15:20 WIB

KPK Dalami Kasus Cukai Rokok, H. Mukmin, Iskandar, dan Syafwan Wahyudi Ikut Disorot

Minggu, 12 April 2026 - 16:36 WIB

Kasus Cukai Melebar, Sejumlah Pengusaha Rokok di Sumenep Masuk Radar KPK

Minggu, 12 April 2026 - 11:31 WIB

KPK Perluas Kasus Suap Bea Cukai, Industri Rokok Jatim–Jateng Disorot

Minggu, 12 April 2026 - 00:59 WIB

Menkeu Ancam Tutup Peredaran Rokok Ilegal Jika Tak Masuk Pasar Legal

Berita Terbaru