Pamekasan Hidupkan Budaya Madura Lewat Gelaran “Semalam di Madura”

- Publisher

Sabtu, 1 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana meriah di panggung Arek Lancor saat perhelatan ‘Semalam di Madura’, yang menampilkan kolaborasi seni.

Suasana meriah di panggung Arek Lancor saat perhelatan ‘Semalam di Madura’, yang menampilkan kolaborasi seni.

Pamekasan — Perhelatan budaya “Semalam di Madura” yang digelar di Monumen Arek Lancor, jantung Kota Pamekasan, Sabtu (1/11/2025), berlangsung meriah dan menyedot perhatian ribuan warga. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan.

Gelaran tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Kholilurrahman–Sukriyanto, serta pimpinan daerah dari tiga kabupaten lainnya di Madura, jajaran forum koordinasi pimpinan daerah, kepala organisasi perangkat daerah, pegiat seni budaya, dan tamu undangan lainnya.

Malam itu, panggung Arek Lancor menampilkan ragam pertunjukan seni dan budaya dari empat kabupaten di Madura—Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan—yang disambut antusias masyarakat. Kehadiran grup gambus Balasik turut menambah kemeriahan suasana.

ADVERTISEMENT

153665 2 scaled

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan Dr KH Kholilurrahman menyebut festival ini sebagai wujud nyata dari tema Hari Jadi Pamekasan tahun ini, yakni “Pamekasan Kreatif dan Maju.” Menurutnya, kemajuan tidak hanya ditunjukkan melalui pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga lewat pelestarian budaya.

Kholilurrahman juga menjelaskan alasan pemilihan Monumen Arek Lancor sebagai lokasi acara.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UIN Madura Gaet Sejumlah Instansi Bersihkan Muara Sungai 

Monumen dengan simbol celurit dan kobaran api itu dinilai mencerminkan keberanian dan semangat masyarakat Madura yang tidak pernah padam.

“Filosofi leluhur yang tercermin dari monumen ini mengingatkan kita tentang keberanian menghadapi tantangan,” ujarnya.

Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Kebudayaan RI, Syamsul Hadi, turut mengapresiasi gelaran tersebut. Ia menyebut usia 495 tahun Pamekasan bukan sekadar soal angka, melainkan perjalanan panjang sejarah dan budaya.

“Ini bukan sekadar peringatan atau seremonial, tetapi momentum memperkuat jati diri, semangat kebersamaan, dan komitmen membangun daerah berakar pada kearifan lokal,” katanya.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inovasi E-Sapora Antarkan Pemkab Pamekasan Raih Inotek Award 2025
‎Memasuki Musim Hujan, Wabup Pamekasan Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Alam
Pemkab Pamekasan Salurkan BLT DBHCHT Rp 600 Ribu untuk Petani Tembakau
Festival Musik Daul Warnai Peringatan Hari Jadi ke-495 Pamekasan
Bupati Pamekasan Pimpin Apel Gabungan: Penertiban PKL di Taman Arek Lancor, Cari Jalan Tengah untuk Kemajuan Kota
RSUD Pamekasan Gandeng Kejari untuk Layanan Kesehatan Cepat dan Taat Hukum
Bupati Pamekasan Serahkan SK, 58 CPNS Resmi Jadi Abdi Negara!
27 Pasien Cuci Darah Terhambat, Pemkab Pamekasan Janjikan Penambahan Fasilitas

Berita Terkait

Kamis, 13 November 2025 - 21:25 WIB

Inovasi E-Sapora Antarkan Pemkab Pamekasan Raih Inotek Award 2025

Minggu, 9 November 2025 - 19:38 WIB

‎Memasuki Musim Hujan, Wabup Pamekasan Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Alam

Senin, 3 November 2025 - 21:40 WIB

Pemkab Pamekasan Salurkan BLT DBHCHT Rp 600 Ribu untuk Petani Tembakau

Sabtu, 1 November 2025 - 22:07 WIB

Pamekasan Hidupkan Budaya Madura Lewat Gelaran “Semalam di Madura”

Rabu, 29 Oktober 2025 - 21:53 WIB

Festival Musik Daul Warnai Peringatan Hari Jadi ke-495 Pamekasan

Berita Terbaru