Bank Jatim Digeruduk! Jaka Jatim Seret Gubernur dalam Skandal Kredit Fiktif Rp 569 Miliar

- Publisher

Kamis, 22 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya– Gelombang protes kembali mengguncang Jawa Timur. Hari ini, Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat Bank Jatim, menyerukan alarm bahaya atas kondisi bank pembangunan daerah tersebut.

Demonstrasi ini bertepatan dengan digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2024, yang oleh Jaka Jatim disebut sebagai RUPS “terpuruk sepanjang sejarah.

Koordinator Lapangan aksi, Musfiq, dalam orasinya mengungkapkan bahwa Bank Jatim saat ini “dalam bahaya” karena banyaknya persoalan yang mengarah pada tindak pidana korupsi dan dugaan kerugian negara ratusan miliar rupiah melalui modus “kredit fiktif.”

“RUPS kali ini menyisakan luka bagi masyarakat Jawa Timur,” tegas Musfiq.

Ia menyoroti kasus kredit fiktif senilai Rp 569,4 miliar yang terjadi pada tahun 2024. Menurut Jaka Jatim, angka ini bisa membengkak hingga hampir Rp 1 triliun jika ditelusuri lebih jauh.

Desakan Kuat untuk Gubernur Jawa Timur

Jaka Jatim mendesak Gubernur Jawa Timur selaku pemegang saham pengendali untuk tidak “malempem” dalam menyikapi persoalan Bank Jatim.

Baca Juga  Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan Hadiri Halal Bihalal AJP, Ajak Wartawan Percepat Pembangunan

Momentum RUPS, yang juga menjadi ajang penentuan jabatan baru jajaran direksi dan komisaris, dianggap sangat tepat untuk membongkar akar permasalahan.

“Kasus kredit fiktif dan pembobolan uang nasabah 100% ada keterlibatan jajaran Direksi dan Komisaris di PT. Bank Jatim,” kata Musfiq.

Lebih jauh, Jaka Jatim bahkan menduga kuat adanya keterkaitan antara kasus besar ini dengan Gubernur Jawa Timur, mengingat jabatan Direksi dan Komisaris Bank Jatim ditentukan oleh Surat Keputusan (SK) Gubernur.

Tuntutan Tegas Jaka Jatim: Pecat Oknum, Usut Dana Pilkada!

Dalam aksinya, Jaka Jatim menyampaikan enam tuntutan utama:

1. Gubernur Jawa Timur harus bersuara dan mengklarifikasi adanya kredit fiktif yang merugikan uang negara hampir Rp 1 triliun.

2. Pecat semua jajaran Direksi dan Komisaris yang menjabat semenjak 2019-2025.

3. Bongkar aliran dana kredit fiktif yang diduga mengalir ke Pilkada Jatim 2024.

4. Evaluasi dan pecat semua Kepala Cabang Bank Jatim di seluruh daerah yang diduga merupakan “titisan” pimpinan sebelumnya.

5. Segera perbaiki manajemen pengelolaan keuangan perbankan di PT Bank Jatim.

Baca Juga  Amanda Manopo Menolak Tawaran untuk Kembali ke Sinetron Ikatan Cinta

6. Apabila jajaran Direksi dan Komisaris tetap dipertahankan oleh Gubernur Jawa Timur, Jaka Jatim memastikan Gubernur terlibat dalam segala bentuk kasus korupsi di PT. Bank Jatim.

Aksi ini menunjukkan semakin memanasnya tensi politik dan pengawasan publik terhadap Bank Jatim. Akankah RUPS hari ini mampu menjawab kegelisahan masyarakat dan membongkar dugaan mega-korupsi ini? Kita tunggu kelanjutannya.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB