Aksi Jaka Jatim Besok: Bongkar Praktik Kotor Bank Papua

- Publisher

Selasa, 13 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim)  akan menggelar aksi demonstrasi di kantor PT. Bank Papua Cabang Surabaya, Jl. Raya Darmo No 61, pada Rabu (14/5/2025). Aksi tersebut akibat praktik “bandit berkedok perbankan” yang diduga telah memeras uang nasabah hingga mencapai angka puluhan miliar.

Kabar ini sontak menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Jawa Timur, terutama para nasabah yang kini merasa was-was dengan keamanan dana mereka di bank.

2e17b7c9 b9cd 4154 b26e 8b40506bc847Dari itu, Jaka Jatim tak main-main dengan tudingannya. Mereka bahkan secara terang-terangan meminta aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas.

“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pejabat PT. Bank Papua Cabang Surabaya yang diduga kuat terlibat dalam penggelapan uang nasabah puluhan miliar,” tegas koordinator Jaka Jatim, Ach Syafi’i.

Lebih lanjut, Jaka Jatim menuding praktik pemberian kredit oleh Bank Papua justru menjadi alat untuk merugikan nasabah dan menuntut pengusutan tuntas secara hukum terhadap seluruh oknum Bank Papua yang terbukti melanggar Undang-Undang Perbankan.

Baca Juga  Harga Lagi Mahal, Warga Kaduara Barat Senang Dapat Sembako Gratis

Pemberian Kredit oleh Bank Papua hanya dijadikan alat merampok aset nasabah, dan bunga yang tidak susuai dengan peraturan Jasa Otoritas Keuangan (OJK),” ungkap Syafi’i.

Salah satu contoh kasus yang diungkap Jaka Jatim sangat mencengangkan. Seorang nasabah yang menerima kredit modal usaha sebesar Rp 70 miliar, setelah melakukan pembayaran angsuran sebesar Rp 50 miliar sejak tahun 2013 hingga 2023, justru mendapati sisa kewajibannya membengkak menjadi Rp 88 miliar.

“Uang 70 miliar yang diterima oleh nasabah atas nama kredit modal usaha malah melampau pinjamannya, status bayar sudah 50 miliar sejak 2013-2023 dan masih ada sisa pembayaran angsuran 88 miliar,” kutip pernyataan resmi Jaka Jatim.

Tak hanya itu, dugaan penggelapan setoran nasabah juga menjadi sorotan utama. “Ada dugaan penggelapan uang setoran nasabah karena sejak tahun 2013 s.p 2025 rekening koran pembayaran yang diminta nasabah tidak pernah diberikan,” lanjut Syafi’i.

Syafi’i membeberkan bahwa PT. Bank Papua telah melanggar Peraturan OJK No 22 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di sektor Jasa Keuangan.

Baca Juga  DPRD Pamekasan Resmi Umumkan Pembentukan Fraksi Periode 2024-2029

Jaka Jatim akan menempuh jalur hukum apabila PT. Bank Papua Cabang Surabaya tidak ada iktikad baik memperbaiki manajemen perbankan yang menindas rakyat atau nasabah,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB