Jaka Jatim Geruduk Bank Jatim, Desak Tangkap Dalang Kredit Fiktif Rp 569,4 Miliar

- Publisher

Selasa, 15 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator aksi, Musfiq saat unjuk rasa depan kantor Bank Jatim yang ada di Surabaya.

Koordinator aksi, Musfiq saat unjuk rasa depan kantor Bank Jatim yang ada di Surabaya.

Surabaya – Puluhan demonstran yang tergabung dalam Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) menggelar unjuk rasa di depan kantor Bank Jatim di Surabaya pada Selasa (15/4/2025) pukul 11.00 WIB. Mereka mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menangkap dalang di balik kasus dugaan kredit fiktif senilai Rp 569,4 miliar yang melibatkan Bank Jatim.

PT Bank Pembangunan Daerah Jatim Tbk (Bank Jatim), yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur di sektor perbankan, memiliki struktur kepemilikan saham yang terdiri dari Pemerintah Jawa Timur (51,13 persen), Pemerintah Kabupaten (22,88 persen), masyarakat (20,52 persen), dan Pemerintah Kota (5,47 persen).

Ketua Jaka Jatim, Musfiq, menyatakan bahwa kepemilikan saham tersebut dapat berubah setiap tahunnya. Ia menyoroti sejumlah permasalahan keuangan yang dihadapi Bank Jatim pada tahun 2024, termasuk dugaan kredit fiktif senilai Rp 569,4 miliar dan kasus pembobolan rekening nasabah yang merugikan Rp 119 miliar.

“Total dugaan kerugian negara akibat penyimpangan di PT Bank Pembangunan Daerah Jatim Tbk dalam satu tahun hampir mencapai satu triliun rupiah. Ini mencerminkan potensi kebobrokan jajaran Direksi, Komisaris, serta pegawai lainnya di Bank Jatim. Anggaran sebesar itu sulit lenyap tanpa koordinasi dari Pimpinan Pusat Bank Jatim,” tegas Musfiq.

Baca Juga  Viral! Petugas Dishub Terbawa di Kap Mobil Pengemudi

Lebih lanjut, Musfiq menyinggung dugaan praktik jual beli jabatan kepala cabang di 38 Kabupaten/Kota yang melibatkan oknum Komisaris Bank Jatim. Ia memperingatkan bahwa jika praktik ini terus berlanjut, Bank Jatim dapat menjadi ancaman bagi sektor perbankan dan perekonomian masyarakat Jawa Timur, mengingat tujuan pendiriannya adalah untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Investigasi Jaka Jatim mengindikasikan bahwa kasus ini baru menjerat pegawai tingkat bawah, sementara jajaran Direksi dan Komisaris diduga berupaya menghindar dari tanggung jawab. Publik menilai bahwa pencairan dana sebesar itu memerlukan koordinasi resmi dari pimpinan pusat Bank Jatim, mengingat besarnya nilai transaksi yang hanya dijamin oleh surat perintah kerja yang diduga tidak valid tanpa adanya jaminan aset berharga.

Musfiq mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 tentang Badan Usaha Milik Daerah, yang menyebutkan bahwa Direksi bertanggung jawab atas pengelolaan BUMD baik di dalam maupun di luar pengadilan, sementara Komisaris bertugas melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi.

“Reputasi PT Bank Jatim saat ini mengindikasikan adanya permasalahan dalam manajemen, yang berdampak negatif bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemilik,” ujar Musfiq.

Baca Juga  Angin Segar, Pemkab Pamekasan Akan Aktifkan Kembali Area Eks Stasiun PJKA

Sebagai pemegang saham pengendali, Musfiq menekankan perlunya membersihkan BUMD Jawa Timur dari pejabat yang dianggap tidak amanah dan tidak mampu mengembangkan usaha sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Jaka Jatim menyampaikan sejumlah tuntutan, yaitu:

  1. Mengusut tuntas dugaan kerugian negara sebesar Rp 569,4 miliar terkait kredit fiktif, yang diduga melibatkan lebih dari empat tersangka dan mengindikasikan keterlibatan jajaran Direksi dan Komisaris Bank Jatim.

  2. Memberikan klarifikasi terkait skenario pembobolan rekening senilai Rp 119 miliar, yang diduga merupakan strategi manipulasi dari internal bank.

  3. Menghentikan praktik jual beli jabatan di Bank Jatim, mulai dari kepala cabang hingga jajaran Direksi.

  4. Memberhentikan semua kepala cabang di 38 Kabupaten/Kota serta jajaran Direksi dan Komisaris Bank Jatim, dan segera melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) tahunan.

  5. Menilai bahwa potensi kebobrokan Bank Jatim tidak terlepas dari peran pemegang saham pengendali, yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Gubernur.

  6. Mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di Bank Jatim hingga ke akar-akarnya, tidak hanya menjerat pegawai tingkat bawah.

  7. Berencana melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang, menyusul dugaan ketidaktransparanan pimpinan Bank Jatim terkait kasus-kasus besar yang berpotensi merugikan negara hampir Rp 1 triliun.

Baca Juga  Kuliah Umum 'Jurnalis, Perang, dan Perempuan': Menggugah Semangat Mahasiswa PBI UNIRA

Penulis : Faruk

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara
Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel
Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim
Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?
MTN Seni Budaya Gelar Residensi Menulis “Menggarami Tiga Praja”
Al-Anwar Gelar HIMA 2026, Padukan Kompetisi, Edukasi dan Hiburan dalam Satu Panggung

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:52 WIB

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:28 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:05 WIB

Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:06 WIB

Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB