Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) kini resmi dipimpin oleh sosok baru. Presiden Prabowo Subianto melantik Irjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala BNN pada Senin, 25 Agustus 2025, di Istana Negara, Jakarta.
Usai pelantikan tersebut, Suyudi naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) atau jenderal bintang tiga. Penunjukan ini sekaligus menandai babak baru kepemimpinan di lembaga yang berperan penting dalam pemberantasan narkotika di Indonesia.
Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta, 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 dan dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Kapolsek, Kasat Reskrim, hingga Kapolres di berbagai wilayah.
Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, kemudian Wakapolda Metro Jaya. Menjelang Pilkada 2024, ia ditunjuk sebagai Kapolda Banten sebelum akhirnya dilantik menjadi Kepala BNN.
Selama memimpin Polda Banten, Suyudi dikenal dengan sejumlah inovasi, salah satunya program “Polisi Peduli Pengangguran” (Poliran) yang berfokus pada pelatihan kerja dan pemberdayaan masyarakat. Program ini bahkan mendapat apresiasi dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Selain rekam jejak karier, harta kekayaan Suyudi juga menjadi sorotan publik. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2022, total kekayaannya mencapai Rp9,81 miliar.
Mayoritas harta tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp8,82 miliar dan tersebar di sejumlah daerah seperti Tangerang, Serang, Majalengka, hingga Sumbawa, serta properti di Jakarta Selatan.
Di luar itu, ia juga memiliki kendaraan berupa mobil Mini Cooper dan sepeda motor dengan total nilai Rp349 juta. Suyudi turut melaporkan kas sebesar Rp600 juta serta harta bergerak lainnya senilai Rp40 juta, tanpa tercatat memiliki utang.
Dengan pengalaman panjang di kepolisian dan rekam jejak di bidang reserse, publik kini menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Suyudi Ario Seto dalam memperkuat upaya pemberantasan narkotika di Indonesia.






