Serukan Megawati Mundur Dari PDIP, Effendi Simbolon: Partai PDIP Bukan Milik Pribadi

- Publisher

Jumat, 10 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, SuaraNet – Mantan politikus PDI Perjuangan (PDIP), Effendi Simbolon, menyampaikan desakan agar Megawati Soekarnoputri melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum PDIP.

Menurut Effendi, pergantian pucuk kepemimpinan partai perlu dilakukan sebagai tanggapan atas penetapan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka kasus hukum.

Dalam keterangannya, Effendi menilai bahwa situasi ini menjadi momen untuk evaluasi menyeluruh terhadap struktur kepemimpinan PDIP. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab atas kasus yang menyeret posisi strategis di partai tak bisa hanya berhenti pada Sekjen.

“Sudah waktunya dilakukan pembaharuan total, bukan hanya di level sekjen, tapi juga sampai ke tingkat ketua umum,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/1), usai menghadiri acara di Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Effendi juga menyinggung bahwa partai politik merupakan lembaga yang diatur oleh Undang-Undang Partai Politik, sehingga harus mempertahankan akuntabilitasnya kepada publik.

Megawati, menurutnya, sebagai simbol utama kepemimpinan partai, seharusnya mengambil langkah mundur untuk menjaga integritas PDIP di mata masyarakat.

“Partai itu bukan milik perorangan. Semua yang terjadi di dalamnya harus bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” tambah Effendi.

Baca Juga  Konflik Gaza Memuncak, Warga Sipil Didesak Mengungsi dalam Waktu 24 Jam!

Desakan ini muncul di tengah dinamika internal partai yang dinilai Effendi membutuhkan reformasi mendasar.

Ia percaya bahwa pembaharuan dalam struktur kepemimpinan, termasuk di tingkat ketua umum, adalah langkah krusial untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap PDIP.

Penulis : Mosdalifah

Editor : Anam Khair

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
Timah Ilegal Diduga Mengalir ke PT MSP, Siapa Pemasoknya?
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik
Jambi di Ambang Bencana Ekologis, WALHI Catat Hampir 1 Juta Hektar Tutupan Lahan Hilang
Bertemu Dasco, Presiden Prabowo Fokuskan Pemulihan Pascabencana di Awal 2026
Punya Istri dan Dua Anak, Kepala BNN Diduga Selingkuh dengan Shandy Aulia
Buron Kasus Penipuan Miliaran, Haksono Santoso Komisaris PT AKS Akhirnya Diciduk di Jakarta

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:03 WIB

Timah Ilegal Diduga Mengalir ke PT MSP, Siapa Pemasoknya?

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Senin, 5 Januari 2026 - 14:45 WIB

Aktivis Jatim Nilai KUHP Baru Berpotensi Membungkam Kritik Publik

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:24 WIB

Jambi di Ambang Bencana Ekologis, WALHI Catat Hampir 1 Juta Hektar Tutupan Lahan Hilang

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB