Jaka Jatim Kembali Gelar Aksi Protes Dugaan Penyimpangan Dana Hibah Pemprov Jatim

- Publisher

Kamis, 1 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKA JATIM meminta KPK untuk memeriksa pejabat eksekutif daerah Provinsi Jawa Timur, termasuk mantan Gubernur Jatim, Wakil Gubernur Jatim, mantan Sekda Jatim, dan Pj. Gubernur Jatim saat ini, serta seluruh Kepala Dinas yang terlibat dalam kegiatan dana hibah setiap tahun.

JAKA JATIM meminta KPK untuk memeriksa pejabat eksekutif daerah Provinsi Jawa Timur, termasuk mantan Gubernur Jatim, Wakil Gubernur Jatim, mantan Sekda Jatim, dan Pj. Gubernur Jatim saat ini, serta seluruh Kepala Dinas yang terlibat dalam kegiatan dana hibah setiap tahun.

Surabaya, SuaraNet– Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) kembali melakukan aksi demonstrasi terkait pengelolaan dana hibah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Aksi demonstrasi tersebut digelar di depan kantor mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Kamis (1/8/2024) pukul 11.00 WIB.

Dalam aksinya, Jaka Jatim menyuarakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa Khofifah Indar Parawansa yang diduga terlibat dalam penyimpangan dana hibah sejak 2019 hingga 2022.

Sebelumnya, KPK telah menggeledah Wahid terkait kasus dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim yang menyeret empat orang, yaitu Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak dan stafnya Rusdi (keduanya tersangka), serta Abdul Hamid dan Ilham Wahyudi (keduanya divonis 2,5 tahun penjara).

Menurut Musfiq, selaku koordinator aksi, APBD Provinsi Jawa Timur yang disahkan setiap tahun sejak 2019 hingga 2024 mencapai kurang lebih Rp 32 Triliun. Namun, realisasi anggaran APBD dalam bentuk Dana Hibah selalu bermasalah dan mendapat temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI setiap tahunnya.

Baca Juga  Festival Taneyan Lanjhang Meriahkan Peringatan Hari Jadi Pamekasan ke-494

Berdasarkan hasil audit BPK RI, dana hibah tahun anggaran 2019 yang tidak menyetor Surat Pertanggungjawaban (SPJ) sebesar Rp 2,9 Triliun (dari anggaran hibah Rp 8,8 Triliun), tahun 2020 yang tidak menyetor SPJ Rp 1,6 Triliun (dari anggaran hibah Rp 10,8 Triliun), dan tahun 2021 sebesar Rp 1,5 Triliun (dari anggaran dana hibah Rp 9,2 Triliun).

Musfiq menyatakan bahwa dana hibah Provinsi Jawa Timur hanya dijadikan anggaran siluman oleh pejabat Pemprov Jatim untuk meraup keuntungan semata, karena tidak ada sistem monitoring dan evaluasi berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor/100/143/013/1/2019.

Jaka Jatim meminta KPK untuk memeriksa pejabat eksekutif daerah Provinsi Jawa Timur, termasuk mantan Gubernur Jatim, Wakil Gubernur Jatim, mantan Sekda Jatim, dan Pj. Gubernur Jatim saat ini, serta seluruh Kepala Dinas yang terlibat dalam kegiatan dana hibah setiap tahun.

“Seharusnya KPK memeriksa pejabat eksekutif daerah Provinsi Jawa Timur dalam hal keterlibatan dan penerima bagian yang selama ini belum disentuh oleh KPK, karena di plafon anggaran Organisasi Perangkat daerah (OPD)
Provinsi Jawa Timur untuk dana hibah terbagi menjadi 2 anggaran yaitu (Hibah Pokir) Jatah legislatif dan (Hibah
Non Pokir) Jatah eksekutif,” kata Menurut Musfiq, koordinator aksi.

Baca Juga  Pilkada 2024: Momentum Demokrasi Tanpa Money Politik

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 44 tahun 2021, setiap pelaksanaan dan pencairan kegiatan dana hibah Provinsi Jawa Timur harus ada SK Gubernur Jawa Timur. JAKA JATIM mendesak agar KPK memeriksa pejabat eksekutif daerah Provinsi Jawa Timur terkait keterlibatan dan penerima bagian yang selama ini belum disentuh oleh KPK.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa
Pasca Aksi Kritik MBG, Pengurus Cabang PMII Pamekasan Bekukan Komisariat UIN Madura
Kasus Agen Hozizah Disepakati, Pegadaian Pamekasan Bantu Korban
PMII UIN Madura Gelar Demo, Tuding Satgas dan BGN Lalai Awasi Program MBG Pamekasan
Dorong Kreativitas dan Kepedulian, BEM FIA UNIRA Gelar Ramadhan EduFest
PMII UIN Madura Kritik Pengawasan MBG di Pamekasan
Tolak Keras Perundungan, GPPD Payudan Daleman Bekali Siswa SMP Anti Bullying
Status Naik, Penyidik Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Libatkan Dai di Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:08 WIB

PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa

Sabtu, 14 Maret 2026 - 01:13 WIB

Pasca Aksi Kritik MBG, Pengurus Cabang PMII Pamekasan Bekukan Komisariat UIN Madura

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:10 WIB

Kasus Agen Hozizah Disepakati, Pegadaian Pamekasan Bantu Korban

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:52 WIB

PMII UIN Madura Gelar Demo, Tuding Satgas dan BGN Lalai Awasi Program MBG Pamekasan

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:11 WIB

Dorong Kreativitas dan Kepedulian, BEM FIA UNIRA Gelar Ramadhan EduFest

Berita Terbaru