Upaya H. Her Memersatukan Ulama Pamekasan Jelang Pilkada Disalahpahami, Ini kata Panitia Diskusi Bawang Mas Grup

- Publisher

Minggu, 30 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Her. dalam acara Diskusi Bawang Mas Grup menjelang Pilkada di Pamekasan.

H. Her. dalam acara Diskusi Bawang Mas Grup menjelang Pilkada di Pamekasan.

Pamekasan, SuaraNet – Diskusi Bawang Mas Grup bertajuk “Merajut Benang yang Kusut” di Hotel Odaita pada 23 Juni 2024 lalu disalahpahami oleh beberapa pihak. Beredar sejumlah foto mim yang mencibir H. Her, berisi narasi orang  kaya baru yang disebut terlalu dominan mengambil peran untuk menyatukan para ulama jelang Pilkada Pamekasan 2024.

Sekretaris Panitia Pelaksana Diskusi Merajut Benang yang Kusut Bawang Mas Ach. Adi Fathorrahman didampingi oleh mas Azis selaku Wakil Ketua Panitia, menuturkan bahwa H. Her merupakan seorang santri yang memiliki keinginan pilkada di Pamekasan kondusif.

“Dia rela mengeluarkan hartanya hanya demi ingin melihat ulama bisa bersama dalam pencalonan bupati,” terang Adi pada Sabtu (29/6/2024).

ADVERTISEMENT

153665 2 scaled

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adi mengatakan, sejauh ini belum ada tokoh yang berani secara terang-terangan menyampaikan niatnya untuk bersatu dengan para ulama agar politik di Pamekasan menjadi lebih teduh dan damai.

“H. Her seorang santri, jika santri sudah sangat mengharapkan guru-gurunya dalam kebersamaan dan kekompakan, saya kira tidak ada salahnya, memang bukan hanya H. Her orang kaya di Pamekasan, tapi hingga kini hanya dialah orang yg telah mencurahkan tenaga pikiran dan hartanya demi untuk melihat kondisi Pamekasan yang lebih baik terutama menjelang Pilkada 2024 ini, dan diapun telah berani menyatakannya secara terbuka,” paparnya.

Baca Juga  Billboard Ra Baqir-Taufadi yang Hiasi Kota Pamekasan Menarik Perhatian Publik

Namun, kata Adi, ada beberapa pihak yang justru memahami gerakan H. Her penuh bias. “Sungguh terlalu jika keinginan mulia dan pengorbanan besar itu tidak mendapatkan respons positif dari masyarakat Pamekasan,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, Diskusi Bawang Mas Grup “Merajut Benang yang Kusut” yang diadakan pada 23 Juni 2024 lalu dihadiri oleh  sejumlah terkemuka di Pamekasan.

Diskusi tersebut bertujuan untuk menjembatani komunikasi antar ulama, membahas arah politik jelang Pilkada 2024, dan mencari solusi untuk berbagai persoalan di Pamekasan.

 

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Kesehatan Mental Penting?
Seni Hidup “Slow Living” di Era Modern
Dinilai Merusak Norma dan Moral, Gunung Waru Pamekasan Ditutup Setelah Viral
Meringankan Beban Dhuafa: Zakat Mal Yayasan Cahaya Ummat Pamekasan Sentuh 2.000 Jiwa
Begini 5 Alasan, Untuk Orang yang Jatuh Cinta Diam-diam
Safari Ramadan Yayasan Cahaya Ummat Pamekasan Salurkan Zakat Mal kepada 1.000 Dhuafa Jelang Lebaran
Berikut Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Shalat 5 Waktu Wilayah Madura Ramadan 2025
Sering Unggah Status Makanan di Siang Hari saat Ramadan? Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui Menurut Islam

Berita Terkait

Rabu, 3 September 2025 - 12:53 WIB

Mengapa Kesehatan Mental Penting?

Rabu, 3 September 2025 - 12:43 WIB

Seni Hidup “Slow Living” di Era Modern

Senin, 2 Juni 2025 - 12:56 WIB

Dinilai Merusak Norma dan Moral, Gunung Waru Pamekasan Ditutup Setelah Viral

Kamis, 29 Mei 2025 - 17:04 WIB

Meringankan Beban Dhuafa: Zakat Mal Yayasan Cahaya Ummat Pamekasan Sentuh 2.000 Jiwa

Jumat, 28 Maret 2025 - 10:32 WIB

Begini 5 Alasan, Untuk Orang yang Jatuh Cinta Diam-diam

Berita Terbaru