Mahfud MD Nilai Perkap Penempatan Anggota Polri di Jabatan Sipil Bermasalah

- Publisher

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Polemik penugasan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ke jabatan sipil kembali mencuat setelah terbitnya Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 10 Tahun 2025. Aturan internal kepolisian tersebut membuka ruang penempatan anggota Polri di luar struktur organisasi Polri, termasuk pada institusi sipil, yang kemudian memicu perdebatan dari sisi hukum dan konstitusional.

Pakar hukum tata negara Mahfud MD menilai kebijakan tersebut berpotensi melanggar prinsip negara hukum karena tidak memiliki dasar yang kuat dalam undang-undang. Menurut Mahfud, sebagai negara yang menjunjung supremasi konstitusi, setiap kebijakan, termasuk peraturan internal lembaga negara, harus tunduk pada undang-undang dan putusan Mahkamah Konstitusi yang bersifat final dan mengikat.

Mahfud mengatakan, Perkap tersebut bertentangan dengan ketentuan Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri sebagaimana telah dimaknai oleh Mahkamah Konstitusi melalui Putusan MK Nomor 114/PUU-XXIII/2025. Dalam putusan tersebut, Mahkamah menegaskan bahwa anggota Polri yang akan memasuki institusi atau jabatan sipil wajib mengundurkan diri atau mengajukan pensiun dari dinas kepolisian.

Baca Juga  Tim Opsnal Polres Pamekasan Berhasil Amankan Bahan Peledak dan Mercon dalam Operasi Pekat Semeru 2024

“Dengan putusan MK itu, tidak ada lagi mekanisme penugasan atas dasar kebijakan Kapolri untuk menempatkan anggota Polri aktif ke institusi sipil,” ujar Mahfud.

Selain bertentangan dengan Undang-Undang Polri, Mahfud juga menilai Perkap tersebut tidak sejalan dengan Pasal 19 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam ketentuan itu disebutkan bahwa anggota TNI dan Polri hanya dapat menduduki jabatan sipil tertentu yang secara tegas diatur dalam undang-undang masing-masing.

Mahfud menjelaskan, Undang-Undang TNI secara eksplisit menyebutkan 14 jabatan sipil yang dapat ditempati oleh prajurit TNI aktif. Namun, hal serupa tidak ditemukan dalam Undang-Undang Polri.

“UU Polri sama sekali tidak menyebut adanya jabatan sipil yang bisa ditempati oleh anggota Polri aktif, kecuali dengan cara mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Mahfud menilai Perkap Nomor 10 Tahun 2025 tidak memiliki dasar hukum maupun dasar konstitusional. Ia menegaskan, peraturan internal tidak boleh bertentangan dengan undang-undang maupun putusan Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga  Achmad Baidowi Kenang Masa Kecil di Kampung Halaman Leluhurnya

Mahfud juga meluruskan pandangan yang menyatakan bahwa karena Polri kini berada dalam ranah sipil, maka anggotanya dapat ditempatkan di berbagai institusi sipil tanpa batas. Menurut dia, penempatan jabatan publik tetap harus sesuai dengan bidang tugas, keahlian, dan profesionalitas.

“Walaupun sama-sama sipil, tidak berarti bisa saling menggantikan profesi. Dokter tidak bisa menjadi jaksa, dosen tidak boleh menjadi jaksa, dan jaksa juga tidak bisa menjadi dokter,” ujar Mahfud.

Mahfud MD merupakan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi. Sebagai akademisi dan pakar hukum tata negara, ia kerap memberikan pandangan kritis terhadap kebijakan publik yang dinilai berpotensi bertentangan dengan prinsip konstitusional dan supremasi hukum.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tambang Ilegal Bertahun-Tahun Terbongkar, Samin Tan Berujung Ditahan
Profil Samin Tan, Bos Tambang yang Ditahan Kejagung Usai Pernah Lolos dari Jerat Hukum
Sambut Idul Adha 1447 H, Remas Nurul Iman Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis
Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Skandal Tambang Ilegal PT AKT Rp8 Triliun, CBA Desak Kejagung Usut Aktor Besar di Balik Samin Tan
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:54 WIB

Tambang Ilegal Bertahun-Tahun Terbongkar, Samin Tan Berujung Ditahan

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:12 WIB

Profil Samin Tan, Bos Tambang yang Ditahan Kejagung Usai Pernah Lolos dari Jerat Hukum

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:43 WIB

Sambut Idul Adha 1447 H, Remas Nurul Iman Hadirkan Khitan Massal dan Pengobatan Gratis

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Senin, 18 Mei 2026 - 13:55 WIB

Skandal Tambang Ilegal PT AKT Rp8 Triliun, CBA Desak Kejagung Usut Aktor Besar di Balik Samin Tan

Berita Terbaru