Setelah 1 Tahun Mangkrak, KPK Periksa 5 Saksi Korupsi Dana Hibah Jatim yang Seret Anwar Sadad dkk

- Publisher

Kamis, 2 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeber penyidikan kasus dugaan korupsi pengurusan dana hibah untuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) dari APBD Jawa Timur tahun anggaran 2021-2022.

Hari ini, Kamis (2/10/2025), lembaga antirasuah itu memanggil lima orang saksi dari kalangan swasta dan satu di antaranya bahkan disebut merupakan kepala desa, untuk diperiksa di Gedung KPK, Jakarta.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut kelima saksi yang diperiksa adalah Jodi Pradana Putra, Hasanuddin, Sukar, A Royan, dan Wawan Kristiawan. Hingga berita ini diturunkan, materi pemeriksaan mereka belum diumumkan secara rinci.

Belum Ditahan Meski Jadi Tersangka Setahun Lebih

Kasus ini tak pernah luput dari perhatian publik karena kejanggalan dalam penanganannya. Sejak Juli 2024, KPK telah menetapkan total 21 orang sebagai tersangka. Namun, yang menjadi sorotan tajam adalah meski sudah berstatus tersangka selama lebih dari setahun, belum satu pun dari mereka yang ditahan.

Pembagian Tersangka: Dari 21 orang tersebut, 4 di antaranya adalah penerima suap (3 penyelenggara negara, 1 staf), dan 17 lainnya adalah pemberi suap (15 pihak swasta, 2 penyelenggara negara).

Baca Juga  FWP Beri Masukan ke Polres Pamekasan

Nama Besar Terlibat: Beberapa nama besar yang disebut-sebut sebagai tersangka antara lain anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, Anwar Sadad, dan mantan Ketua DPRD Jatim, Kusnadi.

Janji Penjemputan Paksa Mangkir: Sebelumnya, KPK sempat sesumbar akan melakukan jemput paksa terhadap 21 tersangka ini, tetapi rencana itu batal tanpa alasan yang jelas kepada publik.

Meskipun identitas dan konstruksi perkara belum diumumkan secara resmi oleh KPK, para tersangka telah dicegah bepergian ke luar negeri. Alasan KPK tidak mengumumkan adalah karena hasil penyidikan diklaim belum mencukupi.

Pengembangan Kasus OTT Wakil Ketua DPRD Jatim

Penetapan 21 tersangka ini merupakan pengembangan dari kasus tangkap tangan (OTT) terhadap mantan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua P Simanjuntak, pada 14 Desember 2022.

Dalam OTT tersebut, Sahat ditangkap bersama stafnya, Rusdi, dan dua pihak swasta terkait pengurusan dana hibah.

Sahat terbukti menerima suap Rp 1 miliar dari komitmen fee Rp 2 miliar. Sahat sendiri telah divonis 9 tahun penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 39,5 miliar pada 26 September 2023.

Penulis : Faruk

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Endus Intervensi Politik di Kasus Hibah Jatim, Jaka Jatim Desak KPK Segera Tahan Anwar Sadad
Warga Lerpak Bangkalan Kritik Rencana Pengeboran Minyak, 90 Persen Hasil Disebut ke Pihak Luar
Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos
Raffi Ahmad Disebut Bawa Pesan Istana di Balik Mundurnya Perry Warjiyo
KKN UIN Madura Posko 05 Kembangkan Kaligrafi sebagai Media Dakwah di Desa Dasok
Didemo BRSK, KPK Didesak Usut Dugaan Korupsi Telkomsel yang Seret Nama Nugroho
Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia
Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Endus Intervensi Politik di Kasus Hibah Jatim, Jaka Jatim Desak KPK Segera Tahan Anwar Sadad

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Warga Lerpak Bangkalan Kritik Rencana Pengeboran Minyak, 90 Persen Hasil Disebut ke Pihak Luar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Raffi Ahmad Disebut Bawa Pesan Istana di Balik Mundurnya Perry Warjiyo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:37 WIB

KKN UIN Madura Posko 05 Kembangkan Kaligrafi sebagai Media Dakwah di Desa Dasok

Berita Terbaru

Berita

Foto Mirip Anggota DPRD Sumenep Viral di Medsos

Rabu, 12 Agu 2026 - 18:37 WIB