Ironi! Tersangka Korupsi Dana Hibah Jatim, Anwar Sadad dan Sejumlah Anggota DPRD Jatim Masih Aktif di Kursi Legislatif

- Publisher

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada Juli 2024, KPK menetapkan 21 tersangka, terdiri atas 4 pejabat dan 17 pihak swasta. Namun hingga kini para tersangka belum ditangkap.

Pada Juli 2024, KPK menetapkan 21 tersangka, terdiri atas 4 pejabat dan 17 pihak swasta. Namun hingga kini para tersangka belum ditangkap.

Jawa Timur– Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menuai kritik tajam. Meskipun sudah menetapkan 21 tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Jawa Timur, termasuk sejumlah anggota dan mantan anggota DPRD Jatim, tak satu pun dari mereka yang ditahan.

‎Salah satu yang menyedot perhatian publik adalah Anwar Sadad (Gerindra), yang saat ini masih menjabat sebagai Anggota Komisi XIII DPR RI.

‎Keberadaannya di parlemen di tengah status tersangka korupsi dinilai sangat ironis.

‎”Bagaimana mungkin seseorang yang sudah berstatus tersangka korupsi masih duduk manis di kursi legislatif, menerima gaji dan fasilitas negara?” ujar Musfiq, aktivis anti korupsi Jawa Timur, Rabu, (24/9/25).

‎Ia mengganggap KPK “omon-omon” atau hanya bicara tanpa tindakan. Setahun lalu, KPK sempat berjanji akan segera melakukan penjemputan paksa terhadap para tersangka, namun hingga kini, janji itu tak kunjung terealisasi.

‎”KPK cuma omon-omon! Sudah 1 tahun lebih kasus ini jalan di tempat,” katanya.

‎Koordinator Jaka Jatim itu menegaskan bahwa KPK sudah memiliki 99,9% bukti formil dan materiil, sehingga tidak ada alasan untuk menunda proses penangkapan dan penahanan.

Baca Juga  Konflik saat Penertiban PKL di Pamekasan, Wartawan TV Jadi Korban Intimidasi

‎Selain Anwar Sadat, beberapa politisi lain yang terseret kasus ini juga mengalami nasib berbeda. Kusnadi (PDI Perjuangan), mantan Ketua DPRD Jatim, memilih untuk tidak mencalonkan diri lagi.

Sementara itu, Mahfud (PDI Perjuangan) mengundurkan diri setelah rumahnya digeledah.

‎Namun, dua anggota DPRD Jatim lain yang berstatus tersangka, Hasanuddin (PDI Perjuangan) dan Achmad Iskandar (Demokrat), masih tercatat sebagai anggota aktif.

Penulis : Faruk

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB