Bantah Isu Keracunan, Ahli Gizi Al-Bukhari Pegantenan Pastikan Makanan Bergizi Layak Konsumsi

- Publisher

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Contoh menu makanan MBG. (Foto/ist)

Contoh menu makanan MBG. (Foto/ist)

Pamekasan – Beredarnya isu keracunan makanan di kalangan siswa penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Al-Bukhari di Pamekasan, akhirnya mendapat tanggapan resmi.

Pihak Yayasan menegaskan bahwa makanan yang disalurkan aman dan layak konsumsi. Kasus muntah yang dialami beberapa siswa di SDN Pasanggar, disebut-sebut terjadi karena kekenyangan, bukan karena keracunan.

Mohammad Habibullah, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Bukhari, menjelaskan kronologi kejadian pada Rabu, 17 September 2025 lalu.

“Siswa yang muntah itu hanya satu orang, dan setelah diperiksa, kondisinya baik-baik saja,” ujarnya.

“Muntah itu diduga karena terlalu kenyang, dan siswa lain yang melihat ikut muntah juga. Total ada empat orang.”

Habibullah juga menambahkan bahwa seluruh siswa yang mengalami insiden tersebut sudah kembali beraktivitas normal di sekolah.

Untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan, Yayasan Al-Bukhari menerapkan standar ketat dalam proses produksi dan distribusi.

“Dapur kami sudah memenuhi standar keamanan pangan, dengan fasilitas dan ventilasi yang memadai,” jelas Habibullah.

Setiap tahapan, mulai dari penyimpanan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan, diawasi sesuai SOP yang ketat.

Baca Juga  KH Qoyyim Hamzah Tegaskan Dukung Ra Baqir-Taufadi di Pilkada Pamekasan

“Sebelum didistribusikan, makanan selalu dicek oleh ahli gizi untuk memastikan kelayakannya,” tambahnya. “Ini penting agar masyarakat menerima makanan yang aman, sehat, dan siap santap.”

Ahli Gizi SPPG, Nesta Adji Pratama, menegaskan bahwa komposisi gizi dalam menu MBG sudah sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN). “Menu yang kami sediakan terdiri dari nasi, sayur, buah, dan lauk pauk yang disusun sesuai komposisi gizi seimbang,” kata Nesta.

Ia memastikan bahwa setiap menu telah dihitung kandungan gizinya secara teliti untuk memastikan penerima mendapatkan asupan yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh.

Isu keracunan yang sempat menyebar di masyarakat juga dibantah langsung oleh Kepala Puskesmas Pagantenan. Setelah melakukan pemeriksaan medis, seluruh siswa dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala-gejala keracunan.

“Kami pastikan tidak ada siswa yang mengalami keracunan,” tegasnya. “Semua dalam kondisi baik.”

Penulis : Mosdalifah

Editor : Nur

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 
Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum
KPK Dalami Kasus Cukai Rokok, H. Mukmin, Iskandar, dan Syafwan Wahyudi Ikut Disorot
Kasus Cukai Melebar, Sejumlah Pengusaha Rokok di Sumenep Masuk Radar KPK

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 15:18 WIB

Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Jumat, 24 April 2026 - 12:45 WIB

Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah

Kamis, 16 April 2026 - 18:19 WIB

Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum

Berita Terbaru