Prabowo Gandeng Serikat Buruh, Komitmen Beri Ruang Demokrasi dan Percepat UU Ketenagakerjaan

- Publisher

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan tokoh lintas agama, pimpinan partai politik, pimpinan serikat buruh, dan organisasi kepemudaan lintas iman di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 1 September 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan tokoh lintas agama, pimpinan partai politik, pimpinan serikat buruh, dan organisasi kepemudaan lintas iman di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 1 September 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

JAKARTA – Hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan serikat pekerja Indonesia tampak makin erat. Pada Senin malam, 1 September 2025, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan santai namun strategis dengan para perwakilan buruh di Istana Negara, Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan cair itu menjadi wadah bagi serikat pekerja untuk menyampaikan dukungan penuh mereka sekaligus membahas isu-isu krusial. Beberapa agenda penting yang jadi sorotan adalah RUU Ketenagakerjaan, RUU Perampasan Aset, dan reformasi pajak.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menegaskan bahwa buruh tak hanya sekadar mendukung, tetapi “berada di samping Presiden” untuk bersama-sama membangun bangsa. Ia juga menekankan bahwa meski mendukung demonstrasi damai sebagai wujud demokrasi, pihaknya menolak keras aksi anarkis yang bisa mengganggu stabilitas nasional.

“Kami bukan berada di belakang Presiden, kami berada di samping Presiden,” ujar Andi Gani. “Kami mendukung demonstrasi yang damai. Tetapi kami menentang perusuh-perusuh yang mencoba mengganggu stabilitas politik dan ekonomi di Indonesia.”

Baca Juga  Tips Sukses Menghadapi Ujian Nasional

Senada, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menambahkan bahwa demonstrasi tetap harus diberi ruang sebagai saluran aspirasi bagi rakyat kecil. Menurutnya, hal ini penting terutama ketika lembaga-lembaga formal dianggap lambat dalam merespons. Presiden Prabowo pun disebut setuju dengan pandangan ini, selama aksi tersebut dilakukan secara konstitusional dan anti-kekerasan.

“Demonstrasi harus diberi ruang… Tentu demonstrasi ini harus konstruktif, konstitusional, anti-kekerasan, dan tidak boleh anarkis. Dan pada titik itu Bapak Presiden setuju,” jelas Iqbal.

Pertemuan ini menunjukkan komitmen Presiden Prabowo untuk merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk serikat buruh, demi menciptakan iklim politik dan ekonomi yang stabil. Kedua belah pihak berjanji untuk terus berkolaborasi dalam mengawal agenda-agenda strategis yang menjadi kepentingan bersama, terutama yang berkaitan dengan nasib buruh dan pekerja di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB