Diduga Singgung Pejabat DPR di Wikipedia, Redaktur Akurat.co Klaim Dipecat Sepihak

- Publisher

Rabu, 30 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rahman Sugidiyanto. (Foto/ist)

Rahman Sugidiyanto. (Foto/ist)

Jakarta – Redaktur Pelaksana SEO Akurat.co, Rahman Sugidiyanto, secara mengejutkan mengaku menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh manajemen perusahaannya.

Dugaan kuat mengarah pada aktivitas penyuntingan halaman Wikipedia salah satu pimpinan DPR RI yang dilakukannya, yang kemudian disinyalir memicu tekanan politik. Rahman menilai keputusan ini bertentangan dengan etika pers dan perlindungan ketenagakerjaan bagi jurnalis.

Dalam siaran pers terbuka pada Kamis, 24 Juli 2025, Rahman menjelaskan bahwa PHK tersebut terjadi setelah ia menolak permintaan mengundurkan diri secara sukarela.

“Pemutusan hubungan kerja (PHK) itu dilakukan setelah ia diminta mengundurkan diri secara sukarela oleh atasan, namun ia menolak karena merasa tidak melakukan pelanggaran apapun,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa suntingan Wikipedia tersebut dilakukan di luar jam kerja, menggunakan akun pribadi, dan tanpa fasilitas perusahaan.

“Tapi saya menolak karena suntingan itu dilakukan di luar jam kerja, menggunakan akun pribadi, dan tidak memakai fasilitas perusahaan. Bahkan saya sudah meminta maaf, tetapi tetap dipecat,” terang Rahman.

Baca Juga  Pemkab Pamekasan Luncurkan Program Besti Untuk Atasi Kekeringan

Rahman menduga kuat bahwa informasi mengenai suntingan di Wikipedia, yang mencantumkan tautan dari media lain yang tersedia secara publik, sampai ke manajemen perusahaan melalui “saluran informal dari pihak-pihak terkait.” Setelah itu, ia dipanggil oleh manajemen dan diminta mundur. Meskipun telah memberikan klarifikasi dan bersedia meminta maaf, Rahman menerima surat PHK tertanggal 23 Juli 2025.

Yang mengejutkan, surat PHK tersebut tidak menyebut kasus Wikipedia sebagai alasan resmi, melainkan karena Rahman diketahui memiliki situs berita pribadi. Padahal, menurutnya, fakta ini sudah diketahui sejak ia kembali bergabung dengan Akurat.co pada Oktober 2023.

“Ini bukan alasan sebenarnya. Saya yakin pemecatan saya berkaitan dengan tekanan politik. Dan ini sangat membahayakan kebebasan pers,” tegasnya.

Rahman juga mempertanyakan langkah represif manajemen, mengingat kontribusinya dalam meningkatkan performa SEO media tersebut.

“Sejak saya menjabat sebagai Redpel SEO pada Desember 2024, trafik organik situs meningkat hampir 40%. Bahkan Akurat.co sempat masuk 50 besar situs berita Indonesia versi SimilarWeb,” ungkapnya.

Baginya, pemecatan ini bukan hanya merugikan dirinya pribadi, tetapi juga menjadi sinyal buruk bagi kemerdekaan pers dan posisi jurnalis yang rentan terhadap intervensi kekuasaan. Ia menekankan bahwa perusahaan media seharusnya melindungi jurnalis dari tekanan eksternal, bukan malah tunduk pada kepentingan politik.

Baca Juga  Gelar Sekolah Lagislasi Jilid 2, Ketua Sema FAUD IAIN Madura: Momen Belajar Merumuskan Regulasi Yang Adil

Menanggapi tudingan Rahman, PT Akurat Sentra Media (Akurat.co), melalui Pimpinan Redaksinya, Aldi Gultom, membantah keras adanya tekanan politik. Aldi Gultom menyatakan bahwa pemberhentian Rahman Sugidiyanto semata-mata karena pelanggaran etika berat.

“Pada 14 Juli 2025, pimpinan manajemen perusahaan Akurat.co baru mengetahui bahwa Rahman Sugidiyanto ternyata aktif bekerja, bahkan menjabat Pemimpin Redaksi di media online lain,” ungkap Aldi Gultom pada 26 Juli 2025.

Ia menambahkan bahwa jabatan Pemimpin Redaksi memegang tanggung jawab tertinggi dalam urusan pemberitaan atau keredaksian sebuah media.

Aldi Gultom menjelaskan bahwa Rahman Sugidiyanto, yang dipercaya Akurat.co sebagai Redaktur Pelaksana SEO sejak Februari 2025 dan diberikan akses ke berbagai tools berbayar, diminta klarifikasi dalam tiga pertemuan terpisah oleh pimpinan perusahaan. Dalam klarifikasi tersebut, Rahman mengakui sebagai pendiri dan pemimpin redaksi Jakartainside.com.

“Pada akhirnya, berdasarkan pertimbangan yang matang merujuk peraturan perusahaan dan etika profesional yang berlaku universal, pimpinan perusahaan Akurat.co memutuskan untuk memberhentikan Rahman Sugidiyanto,” kata Aldi Gultom.

Ada dua alasan utama pemberhentian: ketidakjujuran Rahman mengenai pekerjaannya di media lain dan potensi konflik kepentingan yang merugikan Akurat.co karena posisinya sebagai Redpel di Akurat.co sekaligus pendiri dan Pemred Jakartainside.com.

Baca Juga  Ajang Trophy Experience Piala Dunia U-17 2023 Jakarta Guncang Ibu Kota!

Surat resmi PHK yang dikeluarkan HRD Akurat.co pada 23 Juli 2025 mencantumkan bukti pendukung pelanggaran tersebut. Rahman dinyatakan tidak lagi bekerja di Akurat.co per 26 Juli 2025, dengan jeda waktu untuk menyelesaikan urusan administrasi. (Dalif)

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB