Wiranto Resmikan Becak Listrik PBLI di Bali, Dorong Pariwisata Ramah Lingkungan

- Publisher

Kamis, 31 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Ist

Dok. Ist

Bali, SuaraNet – Upaya meringankan beban pengayuh becak dan mendukung pariwisata ramah lingkungan di Bali kini mendapat perhatian serius. Langkah konkret diwujudkan oleh Persatuan Becak Listrik Indonesia (PBLI) dengan meresmikan kantor pusat PBLI di Denpasar pada Selasa (29/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina PBLI, Jend. TNI (Purn) Wiranto, serta Ketua Umum PBLI Mayjen (Pur) Glenny Kairupan dan Sekjen Michael Umbas.

Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto mendorong program ini sebagai solusi bagi pekerja pariwisata, khususnya para pengayuh becak lanjut usia.

“Jangan ada lagi orang tua sepuh yang harus mengayuh becak,” ujar Prabowo dalam sebuah kesempatan, menunjukkan dukungannya terhadap inisiatif becak listrik ini yang diharapkan memberikan kenyamanan lebih bagi pengemudi sekaligus wisatawan.

Langkah pertama dalam program ini dimulai pada 19 September 2024, dengan peluncuran 17 unit becak listrik.

“Bali Eco Smart Tourist” atau BEST oleh PBLI yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Dirancang khusus untuk sektor pariwisata, becak listrik BEST menjadi bagian dari inisiatif pariwisata berkelanjutan di Bali.

Baca Juga  Bertekad Majukan Wisata, PWI Pamekasan dan Poltekpar Bali Berkolaborasi

“Becak ini tak hanya mendukung lingkungan, tapi juga menjadi pengalaman unik bagi wisatawan,” kata Wiranto.

Dengan kapasitas maksimal hingga 40 kilometer perjalanan sekali pengisian daya, becak listrik BEST dirancang oleh PT LEN agar praktis dan sesuai kebutuhan.

Selain dapat digunakan dengan kecepatan maksimal 15 km/jam, becak ini membutuhkan sekitar 6 jam pengecasan dan diharapkan akan ditempatkan di beberapa titik pariwisata utama di Bali, termasuk Nusa Dua, Sanur, Benoa, dan Jatiluwih.

Ketua Umum PBLI, Glenny Kairupan, menambahkan bahwa kehadiran becak listrik ini tidak hanya sebagai daya tarik baru, tetapi juga berkontribusi dalam program ESG (Environmental, Social, and Governance), menjaga lingkungan serta mendukung kearifan lokal.

“Kami berharap, inisiatif ini mampu memberi nuansa pariwisata yang lebih hijau sekaligus mendukung kesejahteraan pengayuh becak,” ungkap Glenny.

Kehadiran becak listrik BEST di Bali diharapkan menjadi bagian dari perjalanan pariwisata yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan harapan pemerintah untuk terus mengembangkan “local wisdom tourism” sebagai daya tarik pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Penulis : Anam Khair

Editor : Fahrur Rozi

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum
KPK Dalami Kasus Cukai Rokok, H. Mukmin, Iskandar, dan Syafwan Wahyudi Ikut Disorot
Kasus Cukai Melebar, Sejumlah Pengusaha Rokok di Sumenep Masuk Radar KPK
KPK Perluas Kasus Suap Bea Cukai, Industri Rokok Jatim–Jateng Disorot
Menkeu Ancam Tutup Peredaran Rokok Ilegal Jika Tak Masuk Pasar Legal
KPK Terus Memperluas Penyidikan Kasus Suap Bea dan Cukai, Pengusaha Rokok Malang Ikut Disorot?
Milik Tokoh Ternama, Rokok Ilegal Sendang Biru Tetap Terdistribusi di Balik Gencarnya Penindakan
Rokok Ilegal Merek L300, Marbol, dan Boss Caffe Latte Disita di Palu

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:19 WIB

Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum

Senin, 13 April 2026 - 15:20 WIB

KPK Dalami Kasus Cukai Rokok, H. Mukmin, Iskandar, dan Syafwan Wahyudi Ikut Disorot

Minggu, 12 April 2026 - 16:36 WIB

Kasus Cukai Melebar, Sejumlah Pengusaha Rokok di Sumenep Masuk Radar KPK

Minggu, 12 April 2026 - 11:31 WIB

KPK Perluas Kasus Suap Bea Cukai, Industri Rokok Jatim–Jateng Disorot

Minggu, 12 April 2026 - 00:59 WIB

Menkeu Ancam Tutup Peredaran Rokok Ilegal Jika Tak Masuk Pasar Legal

Berita Terbaru