3 Periode Pimpin DPRD Pamekasan, Halili Yasin Tidak Pernah Kompromi dengan Rekayasa Anggaran

- Publisher

Senin, 19 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halili Yasin, Politisi PPP ini telah menorehkan jejak panjang di parlemen, dari anggota biasa hingga tiga kali memimpin DPRD Pamekasan.

Halili Yasin, Politisi PPP ini telah menorehkan jejak panjang di parlemen, dari anggota biasa hingga tiga kali memimpin DPRD Pamekasan.

Pamekasan, SuaraNet — Nama Halili Yasin tidak asing di parlemen Pamekasan. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini telah menorehkan jejak panjang di DPRD, mulai dari anggota biasa hingga tiga kali mengemban amanah sebagai Ketua DPRD, periode 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024.

Perjalanan Halili di DPRD Pamekasan dimulai pada tahun 2009. Saat itu, ia bergabung sebagai anggota Fraksi PPP dan duduk di Komisi A, yang membidangi pemerintahan dan hukum. Di tengah kesibukannya sebagai anggota dewan, Halili juga aktif di internal partai sebagai Ketua Fraksi PPP.

“Saya ingat betul kata Ketua DPC PPP Pamekasan K. Kholil Muhammad saat itu, bahwa kita harus fokus bekerja saja, sebab partai punya penilaian sendiri,” kenang Halili.

Ketekunan dan fokusnya dalam bekerja membuahkan hasil. Halili dipercaya menjadi Ketua DPRD Pamekasan pada akhir tahun 2012, menggantikan Kholil Asyari yang maju di Pilkada Pamekasan.

“Di periode kedua, saya kembali ditunjuk oleh partai untuk menjadi ketua DPRD definitif selama lima tahun, dengan perolehan suara 9 ribu, nomor dua terbanyak se-Pamekasan saat itu,” ungkapnya.

Baca Juga  Akurat.co Bantah PHK Eks Redpel SEO Rahman Sugidiyanto Karena Tekanan Wakil Ketua DPR

Selama memimpin DPRD Pamekasan, Halili dikenal sebagai sosok yang tegas dan berintegritas. Ia selalu menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi dalam menjalankan tugas.

“Selama menjabat Ketua DPRD Pamekasan, saya mengaku tidak pernah mengalami situasi buntu atau gejolak di DPRD sebab komunikasi tetap terjalin dengan baik,” jelasnya.

Pada periode 2019-2024, Halili kembali terpilih sebagai anggota dewan, meski perolehan suaranya tidak terlalu signifikan karena saat itu ia juga menjabat sebagai Ketua DPC PPP dan sibuk mengurus persiapan para Caleg.

“Saya dari awal menjabat berkomitmen untuk tidak melanggar aturan yang sudah diputuskan bersama, sebab hal itu berpotensi melanggar aturan lainnya,” tegasnya.

Di tengah kesibukannya sebagai anggota dewan, Halili juga dikenal sebagai sosok yang vokal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Ia kerap kali mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat.

“Umpamanya gebyar batik. Itu menyerap anggaran cukup banyak, namun minim secara dampak kepada perekonomian masyarakat, jelas yang semacam itu harus dievaluasi,” tegasnya.

Halili juga dikenal sebagai sosok yang anti korupsi. Ia selalu mengingatkan anggota dewan agar tidak bermain-main dengan anggaran dan tidak memanipulasi data perjalanan dinas.

Baca Juga  Polres Pamekasan Siapkan Strategi Edukatif dan Persuasif untuk Operasi Patuh Semeru 2024

“Tidak boleh mark up anggaran, rekayasa dan permainan anggaran, dan saya tidak mau kompromi dengan siapa pun soal itu,” tegasnya.

“Jika memang dua hari di lokasi, sebut dua hari, bukan baru sampai lokasi namun langsung pulang, dan laporannya tiga hari, padahal itu korupsi,” tukasnya.

Halili juga kerap mengingatkan para anggotanya agar tidak bermain dan menarik ‘cash back’ seperti saat pelaksanaan Bimtek dan Workshop.

“Kadang-kadang di kegiatan itu, ada cash back. Saat saya menjabat ketua, tidak boleh ada cash back, termasuk cash back hotel itu tidak boleh, tidak boleh ada main,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia
Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara
Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel
Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim
Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?
MTN Seni Budaya Gelar Residensi Menulis “Menggarami Tiga Praja”

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:49 WIB

Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:52 WIB

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:28 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:05 WIB

Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:51 WIB

KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB